Monday, December 24, 2018

Kisah Sahabat Rasulullah, Mu'adz Bin Jabal R.A (Imam Para Ulama) - Bag 1

Adik-adik yang baik, kembali lagi dengan sahabat Rasulullah Saw. yang berjulukan Mu'adz bin Jabal. Mari adik-adik kita baca saja yuk kisahnya dan biar menginpirasi adik-adik yah...

Kisah Mu'adz bin Jabal r.a

Mu'adz bin Jabal dilahirkan 20 tahun sebelum Nabi Muhammad Saw. hijrah ke Madinah. Ia yakni seorang cowok yang rupawan lemah lembut perangainya berakhlak mulia, dan pribadinya selalu dihiasi dengan sifat rendah hati.

Sejak masuk Islam, Mu'adz bin Jabal selalu menemani Rasulullah pergi kemana saja dia pergi. Ia tumbuh dan besar dibawah bimbingan Rasulullah, hingga kesudahannya ia menjadi seorang pakar hadits dan mempunyai nalar yang cerdas.

 Kali ini akan berkisah perihal seorang  Kisah Sahabat Rasulullah, Mu'adz Bin Jabal r.a (Imam para Ulama) - Bag 1
Kisah para sahabat Nabi

Hal pertama yang dilakukan Rasulullah dikala hingga di Madinah yakni membangun masjid. Dengan hati yang penuh keikhlasan dan kebahagiaan, sahabat Mu'adz bin Jabal turut membangun pembangunan masjid ini.

Setelah membangun masjid selesai, Rasulullah menguatkan ikatan tali persaudaraan sesama kaum Muslimin di Madinah, antara kaum Anshar Madinah dan kaum Muhajirin Mekkah. Dalam ikatan persaudaraan ini, Rasulullah mempertemukan Mu'adz bin Jabal dengan Abdullah bin Mas'ud.

Sang Mujahid

Adik-adik, dalam membuatkan agama Islam, sahabat Mu'adz bin Jabal mempunyai tugas yang besar. Pada tahun ke-2 Hijriyah, dikala Perang Badar, Mu'adz bin Jabal beserta kaum Muslimin berjuang dengan penuh semangat di medan perang.

Hingga Allah SWT mengabadikannya di dalam Al-Quran :
"Sungguh Allah telah menolong kau dalam peperangan Badar. Padahal dikala itu kau adalahorang-orang yang lemah. Karena itubertakwalah kepada Allah, supaya kau mensyukuri-Nya." (Q.S: Ali Imran: 123).

Saat perang Badar terjadi, Mu'adz bin Jabal dikala itu masih berusia 20 tahun.

Kemudian tahun berikutnya, pada tahun ke-3 Hijriyah, terjadi perang Uhud. Pada peperanagan kali ini, kekalahan menimpa kaum Muslimin. Kekalahan ini akhir kelicikan kaum Munafik Madinah. Akan tetapi, sahabat Mu'adz tetap teguh, pantang menyerah, dan selalu menemani Rasulullah Saw. dalam berjihad di medan perang.

 Kali ini akan berkisah perihal seorang  Kisah Sahabat Rasulullah, Mu'adz Bin Jabal r.a (Imam para Ulama) - Bag 1
Kisah para sahabat Nabi

Dan banyak peperangan yang lain yang sahabat Mu'adz ikut bertempur, ibarat perang Khandaq, dimana semua kelompok musuh mengepung kota Madinah, Mu'adz bin Jabal termasuk orang yang sabar, tegar dan berfikiran jernih menghadapi situasi yang mencekam itu. Setiap peperangna yang terjadi, Mu'adz bin Jabal selalu ikut serta menemani Rasulullah Saw. dengan gagah berani, ia selalu berada di garis terdepan.

Hakim di Negri Yaman

Suatu hari, Rasulullah Saw. memberi kepercayaan penuh kepada Mu'adz bin Jabal untuk mengurusi umat Islam di Yaman. Ia diutus kesana untuk menjadi hakim dan membimbing mereka.

Sebelum berangkat, Rasulullah Saw. memberi nasehat dan kemudian bertanya kepada Mu'adz.
"Wahai Mu'adz, dengan apa kau akan tetapkan suatu perkara?" Mu'adz menjawab, "Aku akan memakai kitab Allah"

Rasulullah Saw. kemudian bertanya lagi, "Apabila kau tidak menemukan di kitab Allah?" Mu'adz menjawab, "Aku akan memakai sunnah Rasulullah Saw."

Rasulullah Saw. bertanya kembali, "Apabila kau tetap tidak menemukannya di sunnah Rasulullah Saw.?" Mu'adz menjawab, "Aku akan berijtihad dengan akalku dan tidak akan berlebih-lebihan."

Mendengar balasan cerdas Mu'adz ini, Rasulullah Saw. merasa senang dan kemudian bersabda, "Segala puji bagi Allah SWT. yang telah setuju dengan utusan-Nya dengan apa yang diridhai Rasulullah Saw."

Tatkala Mu'adz hendak berjalan pergi, Rasulullah berwasiat kepadanya, "Wahai Mu'adz, barangkali kau tidak akan bertemu saya lagi sesudah tahun ini. Kelak kau akan melintasi masjid dan makamku berada di atasnya (tanah)," ucap Rasulullah menasehati.

Mendengar wasiat Rasulullah Saw. ini, hati Mu'adz pun tersentuh. Ia murung hingga meneteskan air mata.

Kepribadian Mu'adz bin Jabal

Mu'adz yakni seorang lelaki yang bertakwa kepada Allah SWT. Ia seorang yang alim, zuhud dan juga pendidik yang penuh dengan keikhlasan. Sehingga orang-orang yang mengenal dirinya pun menaruh hormat kepadanya.

Mengenai hal ini, Rasulullan Saw. pernah bersabda, "Mu'adz bin Jabal yakni umatku yang paling mengerti mengenai halal dan haram," dan sabda dia yang lain, "Mu'adz bin Jabal yakni seorang imam para ulama."

Berkat keagungan sifatnya dan kecemerlangannya dalam memberi keputusan aturan yang dimiliki Mu'adz bin Jabal, Abdullah bin Mas'ud memujinya dengan berkata, "Mu'adz bin Jabal yakni seorangimam yang sanggup dijadikan contoh bagi umat Islam, ia patuh kepada Allah SWT. dan Rasul-Nya. Dan juga selalu berpegang teguh kepada kebenaran."

Lalu salah satu sahabat bertanya kepada Ibnu Mas'ud, "Wahai Ibnu Mas'ud, sebetulnya Nabi Ibrahim yakni seorang imam yang sanggup dijadikan teladan. Ia juga patuh kepada Allah SWT. dan juga selalu memegang kebenaran."

Ibnu Mas'ud kemudian berkata, "Sesungguhnya kita tidak menyamakan Mu'adz bin Jabal dengan Nabi Ibrahim." Kemudian ia melanjutkan dengan bertanya, "Apakah kalian tahu, apa itu imam dan apa itu suri tauladan?" tanya Ibnu Mas'ud.

"Hanya Allah lah yang tahu," jawab mereka. Kemudian Ibnu Mas'ud berkata, "Imam yakni seorang yang mengajari menusia perihal kebaikan, sementara suri tauladan yakni orang yang taat kepada Allah SWT. dan Rasul-Nya. Sedangkan Mu'adz bin Jabal yakni orang yang mengajari insan perihal kebaikan dan juga senantiasa patuh kepada Allah SWT. dan Rasul-Nya."

Bersambung ke Bagian 2

No comments:

Post a Comment