Pada dahulu kala, siput tidak memiliki cangkang menyerupai kini kita lihat. Pertama kali sekali siput tinggal di sebuah sarang burung yang sudah di tinggalkan oleh siinduk burung diatas pohon. Dia pun merasa nyaman dan hening tinggal di sarang burung itu alasannya ialah terasa sejuk oleh daun daun pepohonan jikalau dikala terik disiang hari. Akan tetapi bekas sarang burung yang ditinggali sisiput tidak bisa menghalangi air hujan ketika hujan datang, dan ia pun merasa kedinginan dan berair dikala hujan datang.
![]() |
| dongeng asal usul |
Kemudian si siput pun pergi mencari daerah tinggal yang gres yang bisa melindunginya dari tetesan air hujan. Ia pun menemukan sebuah lubang yang ada di batang pohon
"mungkin ini daerah yang cocok untuk ku jadikan rumah ku, alasannya ialah jikalau dikala terik disiang hari saya akan terlindungi dan bahkan dikala hujan turun walau sangat deras saya tidak akan kebasahan dan kedinginan." begitu pikir si siput didalam hatinya mengakibatkan lobang dipohon itu menjadi rumah siput. Dan hasilnya si siput pun masuk kedalam lubang di batang pohon itu.
Singkat cerita, disuatu hari yang cerah tiba lah seekor burung pelatuk. Tok .. tok .. tok ... siburung pelatuk terus mematuk batang pohon bersahabat dengan lubang yang ditempati si siput. sisiput pun menjadi terganggu dan ia tidak bisa tidur alasannya ialah berisik mendengar si burung pelatuk yang sedang menciptakan lubang. Hati nya pun sangat jengkel dan ahirnya sisiput pun turun keluar dari lubang batang pohon dan ia pun pergi mencari daerah tinggal selanjutnya.
Menjelang hari mulai sore sisiput menemukan sebuah lubang ditanah, "kelihatannya hangat jikalau malam nanti datang" pikir si siput. Siput pun mulai mebersihkan lubang tersebut dan ia memutuskan untuk tinggal didalamnya. Saat mulai tiba malam, ternyata banyak tikus tikus yang menggali tanah dari segala arah dan hasilnya merusak rumah si siput. Apa boleh buat, ia pun pergi meningalkan lubang ditanah itu untuk kembali mencari daerah baru.
Ia terus berjalan dan tiba ditepi pantai yang penuh dengan watu karang. "Nah, mungkin itu yang cocok untuk ku. Disela sela watu karang itu bisa menjadi rumah ku. Tempat itu bisa melindungi ku dari panas matahari dan hujan, tidak ada burung pelatuk yang mematuk karang ini dan si tikus pun tidak akan bisa menggali untuk menciptakan lubang di watu karang ini." Sorak si siput merasa senang.
Dongeng Lainnya :
Si siput pun hasilnya tinggal dan beristirahat di sela-sela watu karang itu. Akan tetapi dikala air bahari sedang pasang surut naik hingga keatas watu karang, si siput pun ikut tersapu bersama dengan ombak. Sekali lagi si siput dengan berat hati harus pergi lagi untuk mencari rumah yang baru.
Diperjalanan ia menemukan sebuah cangkang kosong, bentuknya sangat canti dan ringan. Karena lelah dan kedinginan si siput pun masuk kedalam cangkang tersebut, sisiput merasa hangat dan nyaman dan ia pun bisa tidur dengan hening didalam nya.
Pagi menjelang ia terbangun dan menyadari bahwa ia telah menemukan rumah yang terbaik untuk dirinya. "Cangkang ini sangat cocok untuk ku, saya tidak akan kepanasan dan saya tidak perlu lagi cepat cepat pulang jikalau turun hujan. Tidak ada lagi yang bisa menggangguku, alasannya ialah saya bisa membawa rumah yang ringan ini kemana pun saya akan pergi" Sorak si siput dengan hati penuh gembira.
Cerita ini disadur ulang dari Betty Veve
Tags:
dongeng anak, dongeng siput, dongeng si siput, siput, rumah siput, kisah rumah siput, cerpen asal usul, dongeng rakyat asal usul, burung pelatuk, si tikus, dongeng untuk anak
