Showing posts with label Dongeng Rakyat. Show all posts
Showing posts with label Dongeng Rakyat. Show all posts

Tuesday, December 4, 2018

Cerita Dongeng Asal Permintaan Guntur Dilangit

Cerita dongeng anak asal mula Guntur atau petir dilangit

Pada jaman dahulu kala, insan dan peri hidup rukun berdampingan, Si peri Mekhala yaitu peri yang cantik dan juga pandai, ia mencar ilmu pada Shie. Selain simekhala, Shie juga memiliki murid pria yang berjulukan Ramasaur. Ramasaur kalah pintar dengan Mekhala dan ia pun selelu iri pada kepandaian mekhala. Akan tetapi Guru Shie tetap sayang kepada kedua muridnya dan tidak pernah membeda-bedakan kedua muridnya.

 insan dan peri hidup rukun berdampingan Cerita Dongeng Asal Usul Guntur Dilangit
Dongeng anak asal mula petir (guntur)

Dongeng Lainnya :

Pada suatu hari Guru Shie memanggil kedua muridnya dan berkata
"Besok... berikanlah kepadaku secawan penuh air embun, barang siapa yang lebih cepat mendapatkan secawan penuh air embun, beruntunglah ia. Karena dari secawan penuh air embun itu akan ku ubah menjadi permata yang sanggup mengabulkan permintaan apapun."

Kedua muridnya tertegun mendengar perintah dari gurunya. Ramasaur membayangkan ia akan meminta harta benda dan kemewahan sehingga dalam bayangannya ia akan menjadi orang terkaya di negrinya. Akan tetapi Si Mekhala malah sebaliknya, Ia berfikir dengan keras, sebab untuk mendapatkan secawan penuh air embun tentu sangat tidak mudah.

Esok hari nya, pagi-pagi sekali mereka pun pergi kehutan untuk mengumpulkan secawan air embun. Ramasaur yang serakah dan ceroboh mencabuti rumput dan tanaman-tanaman kecil lain nya. Akan tetapi hasil yang di sanggup si Ramasaur sangat mengecewakan, air embun selalu saja tumpah sebelum dituangkan kecawan.

Sebaliknya, Mekhala dengan sangat hati-hati menyerap embun di antara dedaunan dengan memakai sehelai kain. Perlahan-lahan diperasnya kemudian di masukan cawan. Dan kesudahannya pun sangat menggembirakan. dan tak usang kemudian cawan si Mekhala telah penuh. Ia pun pulang dan memperlihatkan cawan yang sudah di penuhi air embun kepada Gurunya.

Mekhala memang murid yang cerdik, gurunya pun mendapatkan secawan air embun dengan gembira.Dan sesuai kesepakatan gurunya, air embun itu pun di ubah menjadi permata sebesar ibu jari. "Mekhala, bila kamu menginginkan sesuatu, kamu angkat permata ini sejajar dengan kening mu. Lalu kamu ucapkan impian mu." Kata Guru Shie.

Mekhala pun mengerjakan apa yang di katakan oleh gurunya tersebut, kemudian menyebutkan keinginannya dan dalam sekejap mekhala telah berada di langit biru, melayang layang seperti burung rajawali.

Baca Juga Islami :

Sementara Ramashur gres berhasil mendapatkan secawan penuh air embun hingga senja hari. Hasil air embun yang di bawa Ramashur tidak sebening yang didapatkan oleh Mekhala. Ramashur pun menyerahkan cawan itu ke pada gurunya. "Ramasaur, meskipun engkau kalah cepat dari Mekhala, kamu akan tetap mendapatkan hadiah dari ku atas jerih payah mu. Ambil Kapak sakti ini, kamu gunakan kapak ini untuk membela diri bila kamu dalam bahaya, bila kamu lemparkan kapak ini kesasaran, gunung pun sanggup hancur terkena kapak ini." Kata Guru Shie sambil menyerahkan sebuah kapak sakti yang terbuat dari perak.

Ternyata Ramasaur menyalah gunakan kapak yang di beri oleh Guru Shie. Ramasaur iri melihat Mekhala yang sanggup terbang melayang layang di langit. Karena iri dan menjadi benci terhadap Mekhala, Ramasaur melemparkan kapak itu ke arah Mekhala yang sedang terbang melayang layang di langit. Mekhala pun memakai permatanya untuk menangkis kapak Ramasaur. Akibatnya terjadilah benturan dahsyat dengan cahaya yang sangat menyilaukan.

Nah adik-adik yang baik itulah dongeng dongeng asal usul guntur atau petir yang suka kita lihat di atas langit.

Tag:
cerpen, dongeng anak, dongeng anak, dongeng untuk anak, dongeng asal usul, dongeng rakyat, dongeng legenda, legenda rakyat, si peri mekhala

Friday, November 2, 2018

Dongeng Legenda Lutung Kasarung Dan Putri Purbasari

Hi, jumpa lagi dengan legenda LUTUNG KASARUNG. Yuk adik-adik yang baik kita baca saja cerita legendanya.

Awal cerita, jaman dahulu kala ada seorang raja ditanah Pasundan yang berjulukan Prabu Tapak Agung. Ia yaitu seorang Raja yang sangat bijaksana dan sangat dicintai oleh rakyatnya.

Prabu Tapak Agung mempunyai dua orang putri cantik, putri yang pertama berjulukan Purbararang dan putri yang kedua berjulukan Purbasari.

 sebelumnya mohon maaf alasannya yaitu gres dapat update  Dongeng Legenda Lutung Kasarung Dan Putri Purbasari
Dongeng anak dongeng legenda nusantara " Lutung Kasarung dan Putri Purbasari "

Singkat cerita, pada suatu ketika Prabu Tapak Agung sakit dan sudah mendekati final hayatnya, kemudian sang raja pun meminta kepada putri keduanya Purbasari untuk menggantikan posisinya untuk memimpin Kerajaan,

"Anakku, saya mungkin hidup tidak terlalu usang lagi, saya sudah bau tanah dan lelah untuk memimpin monyetjaan! Makara sudah saatnya saya turun tahta," kata Prabu Tapak Agung.

Akan tetapi Purbararang yang mendengar perkataan Ayahnya kepada purbasari tidak oke dengan perintah ayahnya itu. Purbararang merasa, beliau lah yang berhak menggantikan posisi ayahnya untuk memimpin monyetjaan, alasannya yaitu beliau yaitu anak tertua.

Setelah Prabu Tapak Agung mangkat, suasana istana kerajaan pun menjadi tidak nyaman.

Rasa iri dan dendam pun muncul dihati purbararang, membuatnya sangat geram dan ia pun merencanakan sesuatu untuk mencelakakan adikanya Purbasari.

Purbararang pun pergi untuk mencari dan menemui seorang penyihir, Purbararang meminta supaya penyihir tersebut untuk memantrai adiknya Purbasari. Dan akhir dari mantra penyihir tersebut cukup parah, Purbasari yang tadinya manis tiba-tiba kulitnya bermetamorfosis bertotol-totol hitam.

Akibat penyakit yang diderita Purbasari, kemudian Purbararang pun mengusirnya dari istana kerajaan.

"Pergi kamu dari sini, Purbasari," kata Purbararang
"Orang yang telah dikutuk ibarat mu, tidak layak untuk menjadi seorang Ratu di istana ini, dan bahkan kamu tidak layak untuk tinggal di sini" lanjutnya.

Purbararang pun menyuruh seorang patih untuk mengasingkan Purbasari ketengah hutan. Dan dengan merasa berat hati patih tersebut menuruti perintah Purbararang.

Akan tetapi, ditengah-tengah hutan, sang patih sangat kasian dengan Purbasari, dan dibuatkannya sebuah pondok untuk Purbasari. Sebelum sang Patih pergi, Ia juga menawarkan nasehat kepada Purbasari, supaya Purbasari selalu tabah dan sabar.

Selama Purbasari tinggal ditengah-tengah hutan, ia tidaklah kesepian, Putri yang baik hati itu berteman dengan banyak binatang yang selalu baik kepadanya. Dan diantara ratusan banyaknya binatang yang menjadi temannya, ada seekor monyet dengan bulu berwarna hitam dan sangat misterius diantara hewan-hewan lainnya.

monyet tersebutlah yang sangat paling perhatian dan paling baik terhadap Purbasari. Bahkan monyet itu sering membawakan bunga dan buah-buahan untuk menghibur hati Purbasari.

"Wahai kamu monyet yang sangat baik, saya akan berikan nama kepadamu supaya saya gampang untuk memanggilmu. Kau ku beri nama Lutung Kasarung," kata Purbasari kepada seekor monyet yang sudah sangat baik kepadanya.

Suatu malam ketika bulan purnama datang, monyet tersebut pergi ketempat yang sepi untuk bersemedi. Setelah cukup usang monyet tersebut bersemedi, tiba - tiba saja tanah didekat daerah duduknya bersemedi mengeluarkan air yang sangat jernih dan juga harum, air tersebut terus keluar dan membentuk sebuah telaga kecil.

Pada keesokan harinya, monyet itu menghampiri Purbasari dan memintanya untuk mandi ditelaga kecil itu. Walaupun awalnya Purbasari merasa ragu, namun kesudahannya ia menuruti ajakan Lutung kasarung.

Kejadian aneh dan asing pun terjadi, sesudah mandi di telaga kecil itu tiba-tiba kulit Purbasari yang tadinya totol-totol hitam pun sekarang menjadi higienis ibarat semula. Purbasari pun sangat terkejut dan sangat bangga alasannya yaitu ia telah sembuh dari penyakitnya.

Di hari yang sama, Purbararang yang berhati jahat tiba-tiba berniat ingin melihat keadaan Purbasari di tengah hutan. Dia pun pergi ke tengah hutan bersama tunangannya dan beberapa orang pengawal monyetjaan.

Saat melihat kondisi adiknya Purbasari yang sudah kembali cantik, Purbararang pun terkejut. Tapi, putri yang jahat itu tidak menyerah. Dia mengajak adiknya untuk langgar panjang rambut. Siapa yang rambutnya paling panjang, maka beliau lah yang menang. Ternyata, rambut Purbasari lebih panjang dari rambut Purbararang, jadi Purbasari lah yang menang.

Purbararang masih belum menyerah. Ia kemudian mengajak Purbasari untuk langgar ganteng tunangan, kemudian ditunjukkannya tunangannya yang tampan. Purbasari kebingungan alasannya yaitu beliau tidak mempunyai tunangan.

Purbasari menarik monyet sahabatnya. Purbararang tertawa terbahak-bahak melihat hal itu.

"Jadi tunanganmu seekor monyet?" Ejek Purbararang dengan sinis.

Namun secara tiba-tiba terjadi sebuah keajaiban. Monyet sahabat Purbasari seketika berubah wujud menjadi seorang cowok yang gagah dan berwajah sangat tampan, jauh lebih ganteng dari tunangan Purbararang.

Para pengawal yang melihat hal tersebut terheran-heran dan bersorak bangga alasannya yaitu putri yang baik hati menang.

Akhirnya Purbararang pun mengaku kalah, mengakui kesalahannya, dan meminta maaf. Putri Purbasari yang baik hati tidak merasa dendam dan ia pun tidak menghukum kakaknya yang sudah berbuat jahat terhadapnya.

Purbasari kemudian menjadi seorang seekor lutung.