Showing posts with label Kisah Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Kisah Motivasi. Show all posts

Tuesday, December 11, 2018

Menggosok Besi Batangan Menjadi Jarum #Dongeng Islami

Adik-adik di rumah masih membaca dongeng kisah dongeng- jarum dari batang besi. Penasaran baca ceritanya, Yuk adik - adik kita baca bareng-bareng ceritanya.

Search dongeng islami, kisah islami, dongeng berkhasiat anak, besi menjadi jarum

Menggosok Besi Batangan Menjadi Jarum


Pada suatu hari, ada seorang anak kecil tinggal di desa yang ter pencil. Karena kenakalannya, bocah ini sering tidak mengikuti pelajaran membaca dn menulis yang seharusnya Ia ikuti. DIa lebih suka bermain - main menyusuri jalanan dan tepian sungai.

Suatu hari, di tepian sungai bocah kecil ini memperhatikan seorang Nenek-Nenek sedang mengerjakan sesuatu berulang-ulang. Ia menggosok-gosokan sesuatu pada sebuah batu. Sampai beberapa hari berikutnya, si bocah kecil ini masih memperhatikan hal yang sama yang dilakukan oleh Nenek - Nenek itu.

adik di rumah masih membaca dongeng kisah dongeng Menggosok Besi Batangan Menjadi Jarum #Dongeng Islami
Dongeng anak

Melihat Nenek-Nenek itu sibocah kecil pun telah menciptakan si bocah kecil menjadi penasaran. Dan Ia pun memberanikan diri mendekati si Nenek.
"Nek, Sudah beberapa hari ini Saya perhatikan dan saya lihat Nenek melaksanakan hal yang sama terus-menerus.. Sebenarnya Nenek sedang melaksanakan apa?"
"Nenek sedang menggosok besi batangan ini, Nak..." Jawab si Nenek

Si bocah kecil pun semakin penasaran. "Untuk apa Nenek menggosok besi batangan itu , Nek?"
"Nenek menggosok besi batangan ini untuk di buat sebuah jarum , Nak !" Tandas si Nenek
Si bocah kecil ini tampak tidak percaya. "Wah ... mana mungkin Nek, besi batangan di gosok menjadi jarum?"
Si Nenek pun menghentikan kegiatannya yang sedang menggosok besi batangan dan memandang si bocah kecil itu dan berkata "Selama kita mempunyai kemauan dan kesabaran, besi batangan ini dapat di gosok terus menerus, niscaya dapat menjadi Jarum...!"

Si bocah kecil pun merasa kagum mendengar balasan si Nenek. Dan insiden itu membuatnya menjadi pelajar yang rajin, disiplin, dan teguh. Setelah dewasa, si bocah tadi menjadi seorang sastrawan terkenal, Ia selalu teringat pesan dari Nenek bau tanah itu.

Selama kita mempunyai keteguhan hati, besi batangan pun dapat di gosok menjadi jarum.

Hikmah Cerita Motivasi


Adik - adik yang baik, dari dongeng di atas mengajarkan kita untuk mempunyai kemauan yang keras, Insya Allah dengan kemauan yang keras dan kesabaran jalan kesuksesan akan terbuka lebar.
Siapa Adik- adik yang ingin hidupnya sukses ???
Oleh alasannya ialah itu, tidak ada yang tidak mungkin. Karena nya janganlah adik-adik bermalas-malasan. Ingat pesan Si Nenek dalam dongeng di atas, bahwa selama kita mempunyai keteguhan hati, besi batangan yang besar pun dapat di gososk menjadi jarum.
Baca kisah dongeng Islami yang lainnya yuk.

Saturday, December 1, 2018

Cerpen Inspiratif - Ayah, Anak Dan Seekor Keledai

Cerita wacana kepuasan dan omongan insan tidak akan pernah ada habisnya, cerita inspiratif ini mengajarkan kita untuk terus maju kedepan tanpa harus mendengarkan ucapan-ucapan dari orang-orang, kalau berdasarkan kita apa yang kita kejakan sudah benar adanya.

Cerita wacana kepuasan insan tidak pernah tercapai

Pada suatu hari ada seorang Ayah, anak dan seekor keledai. Sang ayah berjulukan juha itu ingin menawarkan pelajaran kehidupan yang berharga kepada Anaknya didalam perjalanannya.

Dia menunggangi seekor keledai dan menyuruh Sang anak berjalan dibelakangnya. Ketika gres berjalan beberapa langkah, lewatlah sebagian perempuan yang menyoraki juha, "Kok, kau yang naik, sedangkan anakmu yang kecil itu kelelahan berjalan dibelakang?"

Mendengar itu,Juha pun turun dan menyuruh anaknya yang naik keledai. Kemudian tak berapa lama, mereka melewati segerombolan orang renta sedang duduk dibawah pohon. Mereka berkata "Mengapa kau berjalan kaki, kau kan sudah tua, sedangkan anakmu yang masih muda kau biarkan naik keledai itu?"

"Apakah kau mendengar perkataan mereka, Nak? Kalau begitu mari kita naiki keledai ini sama-sama." kata Juha kepada anaknya.
Lalu mereka pun bersama menunggangi keledai itu. Tetapi, ditengah perjalanan, mereka melewati sekelompok orang pecinta binatang. Melihat pemandangan itu, mereka meneriaki Juha dan anaknya "Kasihanilah hewan yang kurus kering itu. Kalian berdua menungganginya, padahal kalian lebih berat dari pada keledai ini."

"Kau dengar tadi?" kata Juha kepada anaknya sambil turun dan menurunkan anaknya dari atas keledai. "Kalau begitu, mari kita berjalan bantu-membantu dan kita biarkan keledai ini berjalan di hadapan kita." Kata Juha lagi.

 dan omongan insan tidak akan pernah ada habisnya Cerpen Inspiratif - Ayah, Anak Dan Seekor Keledai
cerpen-islami

Akhirnya Sang ayah dan anaknya melanjutkan perjalanan, sementara keledai berjalan di depan mereka berdua. Lalu mereka melintasi segerombolan perjaka berandalan yang mabuk, melihat Juha dan anaknya yang sedang berjalan kaki, gerombolan itu pun meneriaki mereka berdua "Yang pantas itu keledai yang menaiki kalian berdua, sehingga kalian sanggup membuatnya terhindar dari hambatan - hambatan di jalan."

Juha terpengaruh ucapan perjaka berandalan itu. Ia dan anaknya kemudian memikul keledai itu dengan memakai batang kayu yang merreka temukan di jalan. Baru saja Juha dan anaknya berlalu melanjutkan perjalanan, orang - orang dibelakang mereka menertawakan pemandangan absurd itu.

Juha berhenti dan menoleh kepada anaknya sambil berkata, "Wahai anakku, kalau mendengar dan mengikuti semua omongan manusia. Tidak akan ada habis - habisnya."
Dan mereka berdua pun tertawa.

Makna dongeng Ayah, Anak Dan Keledai

Adik-adik, omongan insan wacana kita tidak akan pernah ada ujungnya. Karena itu, teruskanlah mengerjakan sesuatu kalau itu dianggap sebagai kebenaran.
Tidak usah terlalu pusing dengan omongan banyak orang. Karena, kepuasan insan tidak akan pernah tercapai. Jangan khawatir dan mundur untuk melaksanakan yang terbaik.

Search Term : dongeng inspiratif, dongeng anak, cerpen Ayah anak dan keledai

Wednesday, November 14, 2018

Syekh Yang Jujur Selamat Dari Badai

selamat dari angin ribut yang menghancurkan kapal yang ditumpangi nya.

Kisah Cerita Syekh Al-Bazzaz Yang Selamat Dari Badai

Pada suatu dikala ada seorang syekh yang berjulukan Syekh Al-Bazzaz sedang melakukan ibadah haji. Saat ia berada di Masjidil Haram di Makkah, tiba-tiba ia merasa sangat lapar sekali, tapi ia tidak memiliki kuliner untuk mengganjal perutnya.

Ia pun terus mencari sesuatu yang sanggup dimakan olehnya. namun ia tidak mendapatkan apa - apa. Dalam pencariannya ia menemukan sebuah kantung berbahan sutra, ia pun membawa kantong sutra itu ke rumah tinggalnya di Makkah. Sesampainya dirumah, ia pun membuka kantong dari kain sutra itu, alangkah terkejutnya ia dikala melihat sebuah permata elok yang ada didalam kantung itu. Ia pun buru - buru mengikatnya kembali dan meneruskan mencari makan.

Saat ia sedang mencari makanan, datang - datang ia mendengar seorang renta berteriak - teriak dari kejauhan. "Barang siapa yang menemukan kantong sutra, akan diberi hadiah lima ratus dirham emas."

"Sekarang saya sangat lapar, apakah saya harus mencuri kalung permata ini dan menggembalikan kantung nya saja? Tidak, saya harus mengembalikankepada orang renta itu." ujar syekh Al-bazzaz didalam hati.

"Wahai bapak, kemarilah...! Ayo kerumahku," ajak syekh kepada orang renta itu.
"Aku kehilangan sebuah kantung sutra" orang renta itu menyebutkan ciri-ciri kantung sutra yang hilang.
"Bapak, inilah kantung sutra yang ibarat ciri - ciri yang bapak sebutkan" kata syekh Al-Bazzaz

"Inilah uang lima ratus dirham emas sebagai hadiah dariku untukmu"
"Bapak, saya tidak akan menerimanya, dan tidak akan meminta tanggapan darimu sedikit pun." jawab Syekh Al-Bazzaz
"Sudahlah tidak apa - apa, ambilah ini sebagai hadiah" orang renta itu sedikit memaksa
"Demi Allah, saya tidak akan menerimanya. Aku hanya mengharapkan pahala dari Allah SWT saja," Jawab Syekh Al-Bazzaz

 alasannya kebaikannya Ridho alasannya Allah bukan alasannya mengharapkan imbalan ataupun mengharap Syekh Yang Jujur Selamat Dari Badai
Kisah Syekh

Dan kemudian orang renta itu pun pergi, sesudah orang renta itu pergi Syekh Al-Bazzaz tidak merasa ada penyesalan alasannya ia tidak mengambil hadiah yang ditawarkan oleh orang renta itu.

Setelah ekspresi dominan haji selesai, Ia pun hendak pulang kampung dengan menaiki perahu. Dalam perjalanan pulang, bahtera yang ditumpanginya diterjang angin ribut ombak yang bergulung sangat besar dan angin yang meniup sangat kencang sekali. Perahu yang ia tumpangi pun pecah terbelah dihantam angin ribut dan kemudian tenggelam.

Semua penumpang bahtera itu terlempar ke bahari beserta semua barang yang diangkut dalam perahu. Namun, Syekh Al-Bazzaz selamat, dengan berpegangan pada potongan kayu sisa perahu. Ia pun terapung - apung selama beberapa hari di lautan, hingga karenanya ia terdampar di sebuah pulau.

Didalam pulau itu terdapat warga tidak sanggup membaca dan menulis. Ia pun berhenti dan masuk disebuah Masjid, kemudian ia mengambil sebuah Al-Qur'an dan membacanya. Karena mendengar bunyi Syekh Al-Bazzaz, Orang - orang dipulau itupun melihatnya dan berkumpul disekeliling Syekh Al-Bazzaz.

"Tuan, maukah yuan mengajarkan kami membaca Al-Qur'an" kata mereka satu persatu.
Syekh Al-Bazzaz pun akhirnyamengajarkan mereka satu persatu hingga berilmu membaca Al-Qur'an.

"Di pulau ini ada seorang gadis yatim, ia memiliki kalung permata, dan kami ingin menikahkan mu dengannya" ujar seorang Bapak kepada Syekh Al-Bazzaz
"Tidak, saya harus melanjutkan perjalanan lagi ke kampungku," Balas Syekh AL-Bazzaz
"Engkau harus menikah dengan nya, biar sanggup tinggal di kampung ini dan mengajar kami." Kata sibapak itu sedikit memaksa

Akhirnya Syekh Al-Bazzaz pun mendapatkan proposal itu. Di hari pernikahannya dikala gadis itu berada dihadapannya, tampak olehnya kalung permata melingkardi leher sang gadis. Ia terus memandang dan memandang kalung permata itu.

"Wahai syekh, engkau telah mengecewakan hati gadis ini, engkau hanya melihat kalungnya saja" ujar seorang kerabat
"Aku dan kalung ini punya dongeng sendiri." Syekh Al-Bazzaz pun menceritakan kisah yang terjadi dahulu dengan kalung itu.

Setelah mendengarkan dongeng Syekh Al-Bazzaz, orang- orang disekelilingnya mengucapkan takbir.
"Ada apa dengan kalian, tiba-tiba bertakbir dan bertahlil?" Tanya Syekh Al-Bazzaz
"Orang renta yang dahulu kehilangan kalung itu yakni ayah si gadis yatim ini. Selama perjalanan pulang dari ibadah Haji, Ia tidak henti - hentinya berdo'a, "Ya Allah, saya tidak pernah bertemu dengan seorang muslim sebaik pria yang telah menemukan kalung permataku. Ya Allah pertemukan saya dengannya Sekali lagi, biar sanggup ku nikahkan putriku dengannya," Dan kini doa itu dikabulkan."
Search Term : Cerita kisah, kisah motivasikisah inspiratifkisah syekh al-bazzaz

Hikmah Isi Cerita Syekh Al-Bazzaz

Allah akan membalas yang terbaik dari apa yang sudah kita lakukan. Lihatlah dongeng diatas, Syekh Al-Bazzaz tidak mau mendapatkan imbalan apa-apa dari kalung permata itu. Dia hanya mengharapkan Ridho Allah SWT.
Dan sebagai balasannya, Syekh selamat dari angin ribut dan Ia pun menikah dengan putrinya dan mendapatkan kembali kalung permata itu.