Showing posts sorted by date for query dongeng-legenda-lutung-kasarung-dan. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query dongeng-legenda-lutung-kasarung-dan. Sort by relevance Show all posts

Friday, November 2, 2018

Dongeng Legenda Lutung Kasarung Dan Putri Purbasari

Hi, jumpa lagi dengan legenda LUTUNG KASARUNG. Yuk adik-adik yang baik kita baca saja cerita legendanya.

Awal cerita, jaman dahulu kala ada seorang raja ditanah Pasundan yang berjulukan Prabu Tapak Agung. Ia yaitu seorang Raja yang sangat bijaksana dan sangat dicintai oleh rakyatnya.

Prabu Tapak Agung mempunyai dua orang putri cantik, putri yang pertama berjulukan Purbararang dan putri yang kedua berjulukan Purbasari.

 sebelumnya mohon maaf alasannya yaitu gres dapat update  Dongeng Legenda Lutung Kasarung Dan Putri Purbasari
Dongeng anak dongeng legenda nusantara " Lutung Kasarung dan Putri Purbasari "

Singkat cerita, pada suatu ketika Prabu Tapak Agung sakit dan sudah mendekati final hayatnya, kemudian sang raja pun meminta kepada putri keduanya Purbasari untuk menggantikan posisinya untuk memimpin Kerajaan,

"Anakku, saya mungkin hidup tidak terlalu usang lagi, saya sudah bau tanah dan lelah untuk memimpin monyetjaan! Makara sudah saatnya saya turun tahta," kata Prabu Tapak Agung.

Akan tetapi Purbararang yang mendengar perkataan Ayahnya kepada purbasari tidak oke dengan perintah ayahnya itu. Purbararang merasa, beliau lah yang berhak menggantikan posisi ayahnya untuk memimpin monyetjaan, alasannya yaitu beliau yaitu anak tertua.

Setelah Prabu Tapak Agung mangkat, suasana istana kerajaan pun menjadi tidak nyaman.

Rasa iri dan dendam pun muncul dihati purbararang, membuatnya sangat geram dan ia pun merencanakan sesuatu untuk mencelakakan adikanya Purbasari.

Purbararang pun pergi untuk mencari dan menemui seorang penyihir, Purbararang meminta supaya penyihir tersebut untuk memantrai adiknya Purbasari. Dan akhir dari mantra penyihir tersebut cukup parah, Purbasari yang tadinya manis tiba-tiba kulitnya bermetamorfosis bertotol-totol hitam.

Akibat penyakit yang diderita Purbasari, kemudian Purbararang pun mengusirnya dari istana kerajaan.

"Pergi kamu dari sini, Purbasari," kata Purbararang
"Orang yang telah dikutuk ibarat mu, tidak layak untuk menjadi seorang Ratu di istana ini, dan bahkan kamu tidak layak untuk tinggal di sini" lanjutnya.

Purbararang pun menyuruh seorang patih untuk mengasingkan Purbasari ketengah hutan. Dan dengan merasa berat hati patih tersebut menuruti perintah Purbararang.

Akan tetapi, ditengah-tengah hutan, sang patih sangat kasian dengan Purbasari, dan dibuatkannya sebuah pondok untuk Purbasari. Sebelum sang Patih pergi, Ia juga menawarkan nasehat kepada Purbasari, supaya Purbasari selalu tabah dan sabar.

Selama Purbasari tinggal ditengah-tengah hutan, ia tidaklah kesepian, Putri yang baik hati itu berteman dengan banyak binatang yang selalu baik kepadanya. Dan diantara ratusan banyaknya binatang yang menjadi temannya, ada seekor monyet dengan bulu berwarna hitam dan sangat misterius diantara hewan-hewan lainnya.

monyet tersebutlah yang sangat paling perhatian dan paling baik terhadap Purbasari. Bahkan monyet itu sering membawakan bunga dan buah-buahan untuk menghibur hati Purbasari.

"Wahai kamu monyet yang sangat baik, saya akan berikan nama kepadamu supaya saya gampang untuk memanggilmu. Kau ku beri nama Lutung Kasarung," kata Purbasari kepada seekor monyet yang sudah sangat baik kepadanya.

Suatu malam ketika bulan purnama datang, monyet tersebut pergi ketempat yang sepi untuk bersemedi. Setelah cukup usang monyet tersebut bersemedi, tiba - tiba saja tanah didekat daerah duduknya bersemedi mengeluarkan air yang sangat jernih dan juga harum, air tersebut terus keluar dan membentuk sebuah telaga kecil.

Pada keesokan harinya, monyet itu menghampiri Purbasari dan memintanya untuk mandi ditelaga kecil itu. Walaupun awalnya Purbasari merasa ragu, namun kesudahannya ia menuruti ajakan Lutung kasarung.

Kejadian aneh dan asing pun terjadi, sesudah mandi di telaga kecil itu tiba-tiba kulit Purbasari yang tadinya totol-totol hitam pun sekarang menjadi higienis ibarat semula. Purbasari pun sangat terkejut dan sangat bangga alasannya yaitu ia telah sembuh dari penyakitnya.

Di hari yang sama, Purbararang yang berhati jahat tiba-tiba berniat ingin melihat keadaan Purbasari di tengah hutan. Dia pun pergi ke tengah hutan bersama tunangannya dan beberapa orang pengawal monyetjaan.

Saat melihat kondisi adiknya Purbasari yang sudah kembali cantik, Purbararang pun terkejut. Tapi, putri yang jahat itu tidak menyerah. Dia mengajak adiknya untuk langgar panjang rambut. Siapa yang rambutnya paling panjang, maka beliau lah yang menang. Ternyata, rambut Purbasari lebih panjang dari rambut Purbararang, jadi Purbasari lah yang menang.

Purbararang masih belum menyerah. Ia kemudian mengajak Purbasari untuk langgar ganteng tunangan, kemudian ditunjukkannya tunangannya yang tampan. Purbasari kebingungan alasannya yaitu beliau tidak mempunyai tunangan.

Purbasari menarik monyet sahabatnya. Purbararang tertawa terbahak-bahak melihat hal itu.

"Jadi tunanganmu seekor monyet?" Ejek Purbararang dengan sinis.

Namun secara tiba-tiba terjadi sebuah keajaiban. Monyet sahabat Purbasari seketika berubah wujud menjadi seorang cowok yang gagah dan berwajah sangat tampan, jauh lebih ganteng dari tunangan Purbararang.

Para pengawal yang melihat hal tersebut terheran-heran dan bersorak bangga alasannya yaitu putri yang baik hati menang.

Akhirnya Purbararang pun mengaku kalah, mengakui kesalahannya, dan meminta maaf. Putri Purbasari yang baik hati tidak merasa dendam dan ia pun tidak menghukum kakaknya yang sudah berbuat jahat terhadapnya.

Purbasari kemudian menjadi seorang seekor lutung.