Pada suatu hari, Raja Sumenep sedang mengadakan peninjauan kesebuah desa. Didalam desa tersebut, Ia tidak sengaja melihat seorang petani yang sedang membajak sawahnya dengan ditarik oleh sapi.
![]() |
| dongeng rakyat |
Sang Raja Sumenep pun berhenti dan sangat tertarik sekali ingin mencicipi naik diatasnya, menyerupai petani itu yang naik gerobak yang ditarik oleh sapi.
Kemudian Raja Sumenep pun mencobanya, dan sehabis ia mencobanya ternyata Ia sangat senang. Tapi Raja Sumenep tidak tahu cara mengendalikan sapi yang menariknya. Dan Ia pun bertanya kepada si Petani dan mempelajari cara mengendalikan sapi.
Setelah mempelajari cara mengendalikan sapi, Raja Sumenep pun mendapat ide, sesungguhnya bila sapi tidak dibebani oleh bajak, mungkin sapi itu sanggup berlari dengan cepat. Nah, bagaimana jika sepasang sapi itu diberi alat menyerupai orang sedang membajak sawah. Akan tetapi yang dihilangkan ialah bajaknya, setelh itu diberi pijakan kaki untuk daerah bangun pengendaranya, Pikir Raja Sumenep.
Raja Sumenep pun mencoba menciptakan sesuatu dari idenya tadi. Dan ternyata, sebuah pertunjukan yang sangat menyenangkan.
Kemudian Sang Raja pun memperkenalkan acara itu kepada para prajurit-prajuritnya. Dan ternyata mereka pun sangat menikmatinya.
Dihari selanjutnya, Sang Raja mengumpulkan penduduk dan para pengawalnya. Didepan penduduk yang sudah berkumpul Sang Raja berkata, "Kita tidak harus bekerja ditanah garapan terus menerus, kita juga perlu hiburan. Setelah semua pekerjaan selesai, tidak ada salahnya kita melaksanakan permainan karapan sapi,"
Pada alhasil permainnan itu dikenal dengan nama Karapan Sapi yang artinya mengelola tanah atau membajak tanah.
Dan permainan karapan sapi itu masih sanggup kita lihat hingga kini dan menjadi pujian bagi masyarakat Madura.
