Adik-adik dirumah sudah tahu apa belum, apa bedanya Sapi dan kerbau ? Silahkan adik adik jawab sendiri yah. disini dongeng asal mula kulit sapi berwarna putih dan kulit kerbau berwarna cokelat kehitaman.
Al kisah di jaman dahulu dikala sapi dan kerbau masih menjadi sahabat. Pada masa itu si sapi mempunyai warna kulit gelap agak kecoklat-coklatan. Sedngkan si kerbau kulitnya berwarna putih.
Dikisah kan pada suatu hari di sebuah padang rumput yang hijau, tiba lah seorang pendatang baru, pendatang gres itu yaitu banteng dengan tanduk yang besar juga runcing.Dan dengan warna kulit gelap gelap menimbulkan si banteng itu tampak sangat gagah. Sehingga para sapi betina di padang rumput itu sangat mengagumi si banteng.
![]() |
| Dongeng Sapi |
Cerita Yang Kamu Suka Lainnya :
Singkat cerita, dengan cepat sekali. Kabar angin ihwal kegagahan sibanteng itu cepat sekali tersebar hingga ke penjuru padang rumput. Dan si banteng pun menjadi primadona dan buah bibir para sapi-sapi dan kerbau betina dalam padang rumput itu. Si sapi jantan yang mempunyai warna kulit gelap agak kecoklatan itu tidak terlalu memperdulikan ihwal kabar yang menjadi buah bibir itu, ia mensyukuri karunia yang telah di berikan Tuhan kepadanya.
Akan tetapi tidak begitu dengan si Kerbau. Ia malah iri dan sangat cemburu kepada si banteng yang menjadi primadona dan diidolakan para betina.
"Si banteng, Apa hebatnya dia? Aku juga sama dengan ia memiliki tanduk yang besar dan juga runcing, tubuh ku juga terlihat gagah dan besar, cuma hanya beda warna kulit saja si banteng jadi primadona.... " Tampak sikerbau sedang menggerutu sendiri
"Hmmmmmmm..... mungkin saja jikalau warna kulit ku berwarna hitam, niscaya saya dapat lebih gagah lagi dari si banteng itu, dan saya juga niscaya akan jadi terkenal, malah saya lebih populer dibanding banteng, mmmmmm" sikerbau kembali menggerutu
"Oh iya, saya punya inspirasi manis biar warna kulit ku menjadi Hitam. Akan tetapi apakah sapi akan mau bertukar kulit dengan ku. Baiklah, saya ada inspirasi manis untuk menipu sapi biar ia mau bertukar kulit dengan ku, haaaaaaa" gerutu si kerbau sambil sedikit senyum-senyum
Akhirnya sikerbau pun tiba menemui si Sapi yang sedang berendam di sungai. Terlihat si kerbau pun mulai menjalankan inspirasi liciknya, ia pun mulai membujuk rayu si Sapi biar mau bertukar kulit. Akan tetapi Si sapi tidak mau alasannya yaitu ia sudah mensyukuri apa yang di berikan Tuhan kepada nya.
Tapi si kerbau tidak mau menyerah, ia terus saja membujuk si sapi biar ia mau menukar kulitnya. Sampai merengek-rengek kerbau meminta mohon atas nama persahabatan kepada sisapi.
Karena terus didesak, jadinya si sapi pun merasa kasihan kepada si kerbau dan si sapi pun mau bertukar kulit dengan kerbau.
Akan tetapi Si sapi menawarkan syarat kepada si kerbau, Si kerbau harus berjanji jikalau sudah bertukar kulit, si kerbau harus mensyukuri apapun yang ia miliki.
Dan tapa berfikir lagi, sikerbau pun menyanggupi syarat yang di ejekan oleh si sapi. Karena si kerbau sudah terbawa nafsu.
Akhirnya mereka berdua pun bertukar kulit, si sapi jadi berwarna putih sedangkan si kerbau berwarna hitam agak kecoklatan.
Cerita Yang Kamu Suka Lainnya :
akan tetapi sesudah mereka bertukar kulit rupanya ada masalah, ternyata kulit sisapi terlalu kecil untuk ukuran kerbau yang bertubuh besar dan kekar. Sehingga kulit itu terasa sesak di pakainya, terlalu ketat dan menciptakan kerbau tidak nyaman memakainya.
Sedangkan kulit si kerbau yang di pakai oleh si sapi kebesaran, bahkan di cuilan leher terlihat menggelambir dan terasa sangat longgar, sehingga menciptakan si sapi merasa bebas bergerak.
Karena merasa kurang nyaman si kerbau dengan kulit barunya, sikerbau pun kembali mengajak si sapi untuk bertukar kulit kembali. Akan tetapi si sapi tidak mau lagi bertukar kulit, alasannya yaitu si kerbau pun sudah berjanji dan menyetujui syarat yang di berikan oleh si sapi kepadanya.
Berulang kali si kerbau hingga merengek-rengek ingin menukar kembali kulit nya, akan tetapi sapi tetap tidak mau.
Bahkan tiap mereka bertemu di mana pun dan kapanpun, sikerbau yang tetap berusaha membujuk si sapi untuk menukarkan kembali kulit nya. Tapi si sapi selalu bilang "Moohh (Aku tidak mau)"
Nah itulah kulit si sapi terlihat menggelambir di cuilan lehernya. Alasan yang menjelaskan bunyi bunyi si sapi "Moohh", berdasar bahasa jawa (kasar) Emoh artinya Tidak mau.

No comments:
Post a Comment