Diceritakan, seekor kuda dan keledai. Pada dongeng ini sikeledai yang iri dengan keidupan sikuda yang selalu dirawat dengan baik oleh pemiliknya.
Sikeledai sangat iri alasannya sikuda ditempatkan dikandang yang selalu bersih, diberi makanan enak, selalu di mandikan, dan si kuda juga tidak pernah disuruh bekerja.
Iri nya sikeledai, ia harus selalu bekerja keras setiap hari mengangkat barang bawaan, harus menarik gerobak yang berat, ia tak pernah dimandikan oleh tuannya, diberi makan seadanya, dan ia juga ditempatkan disebuah sangkar yang kotor alasannya jarang sekali sangkar si keledai dibersihkan.
![]() |
| Dongeng anak |
Di hari yang penuh kesempatan, sikeledai menghampiri sikuda dikandangnya. Sikeledai mengeluh dan berkata kepada sikuda.
"Hey kuda, hidupmu sangat enak, penuh kasih sayang dari situan kepadamu. Kau ditempatkan dikandang yang higienis dan diberi makan yang enak. Sedangkan saya Diberi makan seadanya dan ditempatkan dikandang yang kotor. Selain itu pula setiap hari saya harus berkerja keras. Sebetulnya saya sangat iri kepada mu kuda!!!"
"Keledai, bekerjsama kamu tidak tahu. Kamu lah yang paling beruntung didunia ini daibandaingkan dengan ku. kamu hanya melihat kehidupan ku disini saja, kamu tidak melihat kehidupanku yang penuh resiko" jawab sikuda.
Sikeledai pun menjadi heran apakah benar sikuda memiliki beban resiko yang berat, yang ia ketahui yaitu sikuda selalu dirawat dengan sangat baik oleh Situan.
"Maksudmu sangat beresiko bagaimana kuda, saya tidak mengerti yang kamu katakan kuda" si keledai bertanya kembali kepada sikuda
"Iya keledai hidupku penuh resiko bahkan saya sanggup terluka parah dan sanggup mati kapan saja. Saat terjadi perang, tuan naik diatas punggungku dengan bersenjatakan lengkap. Apa kalau musuh lebih kuat, saya sanggup saja terluka parah dan bahkan mati di medan perang." Jawab sikuda.
Mendengar semua itu sikeledai mulai menyadari bahwa selama ini beliau sudah salah. Ternyata nasibnya jauh lebih beruntung di bandingkan si kuda.
Baca Juga Dongeng Lainnya:
Nah adik-adik yang baik, makna dari dongeng tersebut adalah, kadang kita melihat kehidupan orang lain jauh lebih beruntung dibandingkan dengan kehidupan kita. Padahal kenyataannya belum tentu apa yang kita sangkakan. Dan selain itu, niscaya ada banyak orang yang nasibnya tidak sebaik kita. Marilah kita bersyukur dengan apa pun yang kita dapatkan dan kita miliki.
Cerita ini disesuaikan dan dikembangkan dari dongeng pendek karya Aesop berjudul "The Ass and the Charger."
Tag:
Cerpen, dongeng, kisah, cerpen anak, dongeng pendek, dongeng fabel, cerpen edukatif, kisah anak, dongeng untuk anak-anak, cerpen untuk anak, cerpen bergambar, dongeng anak bergambar

No comments:
Post a Comment