Friday, December 14, 2018

Menghapus Sifat Iri Dengki Calon Nirwana # Islami

Search Suggest :cerita anak, cerita anak - anak, iri dan dengki

Laki - laki Sederhana, Calon Penghuni surga

Adik-adik, Agama islam mengajarkan pemeluknya untuk tidak saling dengki dan sakit hati. Sebab dengki dan sakit hati itu hanya akan memnyebabkan permusuhan. dan disamping itu juga memiliki sifat iri dan dengki akan menghapus kebaikan-kebaikan pelakunya.

Mari kita baca kisah Nabi perihal sifat iri dan dengki

Suatu ketika, nabi besar Muhammad sedang duduk-duduk bersama dengan para sahabat-sahabatnya. Beliau berkata kepada para sahabat, " Sebentar lagi, salah satu andal syurga akan muncul di hadapan kalian. " . Dan para sahabat-sahabat nabi pun bengong dan memandang. Mereka bertanya-tanya, siapa yang kira-kira yang di maksud Nab dengan calon penghuni syurga?

Tak begitu usang kemudian, datanglah seorang laki - laki dengan berpenampilan sederhana muncul dihadapan mereka. tampak pada seorang pria tersebut menetes sisa-sisa dari air wudhu dari janggutnya dan tampak lai-laki itu sedang menenteng sandal dengan tangan kirinya.
 Agama islam mengajarkan pemeluknya untuk tidak saling dengki dan sakit hati Menghapus Sifat Iri Dengki Calon Surga # Islami
Kisah Dongeng Islami


Dan pada hari berikutnya, Nab Muhammad SAW mengulang kembali lagi perkataannya kepada para sahabatnya perihal calon penghuni syurga. Dan pria berjanggut kemarin pun tiba-tiba muncul dan melintas.

Dihari ketiga Nabi Muhammad SAW mengulang lagi perkataan yang sama kepada para sahabat, dan insiden itu pun kembali terulang, lelaki itu pun tiba-tiba muncul kembali.

Mendengar ucaapan dari Nabi Muhammad SAW itu, ahirnya salah satu seorang sahabat Nabi berjulukan Abdullah Bin Amr merasa ingin tau dan bertanya di dalam hatinya "apakah sesungguhnya yang dilakukan oleh seorang pria itu, sehinga ia dapat masuk syurga?" dan sahabt Nabi yang berjulukan Abdullah pun mengikuti pria yang dimaksud oleh Nabi tersebut.

Abdullah pun menyapa kepada pria itu "wahai sahabat ku, apa bolehkah saya menginap selama tiga hari di rumah mu ?" Ia pun menjawab "Silahkan, dengan bahagia hati".

Pada jadinya Abdullah pun menginap dirumah pria itu sampai tiga malam berlalu. Abdullah tidak melihat pria itu tidak melaksanakan amal-amal penghuni syurga. Dan terlihat ibadah pria itu pun biasa-biasa saja. Lalu apakah yang menciptakan lai-laki itu dapat masuk syurga?

Abdullah pun memberanikan diri bertanya kepada pria itu "Sudah tiga hari saya disini, saya tidak melihat mu mengerjakan ibadah-ibadah yang luar biasa. Tapi mengapa Nabi Muhammad berulang kali menyebut mu sebagai salah satu calon dari penghuni syurga?"
 Agama islam mengajarkan pemeluknya untuk tidak saling dengki dan sakit hati Menghapus Sifat Iri Dengki Calon Surga # Islami
Dongeng anak

Laki-laki itu pun menjawab "Aku tidak melaksanakan amalan-amalan yang istimewa, akan tetapi sebelum tidur Aku berusaha mengingat kesalahan - kesalahan saudara ku seiman. Dan Aku berusaha mema'afkan kesalahan-kesalahan mereka sebelum Aku tidur, Aku hilangkan rasa iri dan dengki terhadap karunia Allah SWT yang di berikan kepada saudara ku".

Hikmah Cerita

Adik-adik ternyata jikalau kita memaafkan kesalahan - kesalahan sahabat kita sesama muslim, Allah SWT akan memperlihatkan syurga sebagai balasannya.
Kita harus bersyukur atas nikmat yang di berikan-Nya untuk kita. maka hati kita pun akan lebih bahagia dan lapang, dan teman-teman kita pun akan suka kepada kita.
Karena Orang-orang yang memiliki sifat Dengki dan sifat pemdendam merupakan Kawan syaiton. dan orang yang mempunya sifat iri dan dengki nya pun tidak akan disukai oleh teman-temannya yang lain.
Adik-adik tentu ingin punya banyak sahabat dan di sayang oleh semua Orang, kan? Maka jadilah adik-adik orang yang pemaaf, dan Allah SWT pun akan mencintai Adik-adik.

Thursday, December 13, 2018

Cerpen Lucu | Bubuk Nawas Menang Lomba Berburu

Cerita Seorang Abu Nawas yang memenangkan lomba berburu dengan Abu Jahil.

Selamat pagi penggemar cerpen dan dongeng lucu.
Kali ini saya akan publish cerita Abu Nawas dengan Judul Abu Nawas Cerdik memenangkan lomba Berburu,dan tentu saja menerima hadiah dari sang raja alasannya kecerdikannya Abu Nawas ini.

Tokoh-tokoh dongeng :

Abu Nawas
Raja Harun Ar-Rasyid
Abu Jahil
Pengawal Kerajaan
Penduduk sekitar Kerajaan

Ga Lama-Lama Langsung saja ,dan selamat membaca dan tertawa he,,he,,,heee

Suatu hari,dihari yang cerah,Sang Raja yang tentu saja Harun Ar-Rasyid beserta para pengawal-pengawalnya meninggalkan istana untuk berburu.Tapi ditengah perjalanan,salah seorang pejabat kerajaan yang berjulukan Abu Jahil menyusul rombongan raja yang hendak berburu dengan nafas terengah-engah diatas kudanya.

 Cerita Seorang Abu Nawas yang memenangkan lomba berburu dengan Abu Jahil Cerpen Lucu | Abu Nawas Menang Lomba Berburu
Cerpen Abu Nawas

Dan Abu Jahil bicara kepada sang raja " Baginda...Baginda Raja.... Hamba mau mengusulkan sesuatu"sambil mendekati sang Raja Harun Ar-rasyid."Apa Usulmu wahai Abu Jahil? tanya sang Raja.

"Agar program berburu ini menarik dan disaksikan oleh banyak penduduk,bagaimana jika kita sayembarakan saja?" dengan raut wajah yang serius ujar bubuk Jahil.

Sang Baginda raja melongo sejenak dengan kepala menganguk-ngangguk.

"Hamba ingin beradu ketangkasan dengan Abu Nawas,dan pemenangnya nanti akan menerima sepundi uang emas,dan jika yang kalah nanti akan dieksekusi dengan sanksi memandikan kuda-kuda istana selama satu bulan." Tutur Abu Jahil untuk meyakinkan Raja Harun Ar-Rasyid.

Dan Terompet Sayembara pun Ditiup

Akhirnya sang Raja menyetujui proposal Abu Jahil tersebut. Hitung-hitung sayembara itu akan memperlihatkan hiburan kepadanya. Maka, dipanggillah Abunawas untuk menghadap, dan sesudah menghadap Raja Harun, Abu nawas pun diberi petunjuk panjang lebar.

Pada awalnya, Abunawas menolak sayembara tersebut alasannya ia tahu bahwa semua ini ialah akal bulus dari Abu Jahil yang ingin menyingkirkannya dari istana.

Tapi Baginda Raja Harun memaksa dan Abu nawas tidak sanggup menolaknya.
Abunawas pun berpikir sejenak

Abu Nawas tahu jika Abu Jahil kini diangkat menjadi pejabat istana. Ia niscaya mengerahkan semua anak buahnya untuk menyumbang seekor binatang buruannya di hutan nanti.

Namun , alasannya kecerdikannya, Abunawas malah tersenyum dengan riang. Abu Jahil yang melihat perubahan raut muka Abunawas menjadi ingin tau dbuatnya,Dalam  batinnya Abu Jahil  berkata mana mungkin Abunawas sanggup mengalahkan dirinya kali ini.

Akhirnya, Baginda menggiring mereka ke tengah alun-alun istana. Raja dan seluruh rakyat menunggu, siapa yang bakal menjadi pemenang dalam lomba berburu ini.

Terompet tanda mulai berkelahi ketangkasan pun ditiup.

Abu Jahil segera memacu kudanya secepat kilat menuju hutan belantara. Anehnya, Abunawas justru sebaliknya, beliau dengan santainya menaiki kudanya sehingga para penonton pun banyak yang berteriak.

Saat menjelang sore hari, tampaklah kuda Abu Jahil memasuki pintu gerbang istana. Ia pun menerima sambutan meriah dan tepuk tangan dari rakyat yang menyaksikannya. Di sisi kanan dan kiri kuda Abu Jahil tampak puluhan binatang yang mati terpanah. Abu Jahil dengan senyum besar hati memperlihatkan semua binatang buruannya di tengah lapangan.

“…Aku, Abu Jahil berhak memenangkan lomba ini. Lihat..binatang buruanku banyak. Mana mungkin Abunawas mengalahkanku?...” teriaknya bubuk Jahil dengan lantang yang menciptakan para penonton semakin ramai bertepuk tangan.

Ribuan Semut

Tidak berapa usang kemudian, terdengar bunyi kaki kuda Abunawas. Semua orang mentertawakan dan meneriakinya alasannya Abunawas tak membawa satu pun binatang buruan di kudanya.

Tapi, Abunawas tidak tampak gusar sama sekali. Ia malah tersenyum dan melambaikan tangan.
Baginda Raja menyuruh kepada 2 orang pengawalnya maju ke tengah lapangan dan menghitung jumlah binatang buruan yang didapatkan 2 akseptor tersebut.

Dan kesempatan pertama, para pengawal menghitung jumlah binatang hasil buruan dari Abu Jahil.
“Tiga puluh lima ekor kelinci, ditambah lima ekor rusa dan dua ekor babi hutan, kata salah satu pengawal”.

“Kalau begitu akulah pemenangnya alasannya Abunawas tak membawa seekor binatangpun,” teriak Abu Jahil dengan sombongnya.

“Tenang… tenang…. saya membawa ribuan binatang. Jelaslah saya pemenangnya dan engkau wahai Abu Jahil, silahkan memandikan kuda-kuda istana. Menurut aturan lomba, semua binatang boleh ditangkap, yang penting jumlahnya,” kata Abunawas sambil membuka bambu kuning yang telah diisi dengan ribuan semut merah.

“Jumlahnya sangat banyak Baginda, mungkin ribuan, kami tak sanggup menghitungnya lagi,” kata pengawal kerajaan yang menghitung jumlah semut itu.

Melihat kenyataan itu, Abu Jahil tiba-tiba saja jatuh pingsan. Baginda Raja tertawa terpingkal-pingkal dan pribadi memberi hadiah kepada Abunawas.

Ingatlah bahwa Kecerdikan dan ketulusan hati niscaya sanggup mengalahkan kelicikan.

Sekian cerpen bubuk nawas,sobat sanggup baca Cerita bubuk nawas lainnya dalam blog in.
Terima kasih sudah berkunjung.

Wednesday, December 12, 2018

Cerita Pendek Terbaru | Dongeng Beruang Lapar

Doengeng anak - Cerita Beruang,Hai adik-adik kembali lagi dengan abang dongeng dan dongeng disini,kali ini abang akan bercerita perihal Kisah beruang yang sedang mencari makan.

Dalam dongeng ini berbagai makna-makna yang terkandung untuk kita,coba kalian cermati ceritanya,dan kalian pahami alur ceritanya,terdapat pesan-pesan sufi dalam dongeng ini.

Tokoh Cerita
Beruang
Ikan

Silahkan adik-adik baca dongeng nya,dan abang mengucapkan selamat membaca yah,

Pada suatu hari di tepian sungai tampak sesosok beruang yang tubuhnya sangat besar,sedang mencari ikan untuk makannan nya,wakyu itu memang belum musimnya ikan.sehingga beliau harus menunggu usang untuk meraih ikan yang loncat di tepian sungai yang deras itu.

Sejak dari pagi hari si beruang mencoba untuk meraih ikan-ikan yang berloncatan keluar dari air.Tapi tidak satupun ikan yang beliau dapatkan.

Dan Pada jadinya ...hap..dia sanggup menangkap seekor anak ikan yang masih kecil.
Ikan kecil itu menjerit-jerit ketakutan,dan si ikan menatap ke arah si beruang dan berkata "wahai kamu beruang,tolong kamu lepaskan aku".

adik kembali lagi dengan abang dongeng dan dongeng disini Cerita Pendek Terbaru | Dongeng Beruang Lapar
Dongeng anak

"Mengapa,apa alasanmu" jawab beruang.

"Kau tidak lihat,aku ini sangat kecil,dan bahkan saya sanggup lolos dari celah-celah gigi mu beruang" Sahut si ikan sambil merintih.

“Lalu kenapa?” tanya beruang lagi.

“Begini saja, tolong kembalikan saya ke sungai, sehabis beberapa bulan saya akan tumbuh menjadi ikan yang sudah besar,dan  di ketika itu kamu sanggup menangkapku dan memakanku untuk memenuhi seleramu,beruang .” kata ikan.

“Wahai ikan kecil, kamu tahu kenapa saya sanggup tumbuh begitu besar?” tanya beruang.

“Mengapa,” ikan balas bertanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Karena saya tidak pernah mengalah walau sekecil apapun keberuntungan yang telah tergenggam di tangan!” jawab beruang sambil tersenyum.

“Ops!” teriak sang ikan.

Karena dalam hidup, kita diberi banyak pilihan dan kesempatan. Namun kalau kita tidak mau membuka hati dan mata kita untuk melihat dan mendapatkan kesempatan yang Tuhan berikan maka kesempatan itu akan hilang begitu saja.

Dan hal ini hanya akan membuat penyesalan yang tiada guna di kemudian hari, ketika kita harus berucap: “Ohhhh… andaikan saya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dulu ..!!!?

Maka bijaksanalah pada hidup, hargai setiap detil kesempatan dalam hidup kita.
Di ketika sulit, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan;….
Di ketika sedih, selalu ada kesempatan untuk meraih kembali kebahagiaan; ….
Di ketika jatuh selalu ada kesempatan untuk bangun kembali; ….
Dan dalam kondisi terburukpun selalu ada kesempatan untuk meraih kembali yang terbaik untuk hidup kita….

Bila kita setia pada masalah yang kecil maka kita akan menerima masalah yang besar. Bila kita menghargai kesempatan yang kecil, maka ia akan menjadi kesempatan yang besar.

Sekian Dongeng tentang Beruang nya adik-adik,silahkan baca-baca dongeng yang lainnya.

Tuesday, December 11, 2018

Menggosok Besi Batangan Menjadi Jarum #Dongeng Islami

Adik-adik di rumah masih membaca dongeng kisah dongeng- jarum dari batang besi. Penasaran baca ceritanya, Yuk adik - adik kita baca bareng-bareng ceritanya.

Search dongeng islami, kisah islami, dongeng berkhasiat anak, besi menjadi jarum

Menggosok Besi Batangan Menjadi Jarum


Pada suatu hari, ada seorang anak kecil tinggal di desa yang ter pencil. Karena kenakalannya, bocah ini sering tidak mengikuti pelajaran membaca dn menulis yang seharusnya Ia ikuti. DIa lebih suka bermain - main menyusuri jalanan dan tepian sungai.

Suatu hari, di tepian sungai bocah kecil ini memperhatikan seorang Nenek-Nenek sedang mengerjakan sesuatu berulang-ulang. Ia menggosok-gosokan sesuatu pada sebuah batu. Sampai beberapa hari berikutnya, si bocah kecil ini masih memperhatikan hal yang sama yang dilakukan oleh Nenek - Nenek itu.

adik di rumah masih membaca dongeng kisah dongeng Menggosok Besi Batangan Menjadi Jarum #Dongeng Islami
Dongeng anak

Melihat Nenek-Nenek itu sibocah kecil pun telah menciptakan si bocah kecil menjadi penasaran. Dan Ia pun memberanikan diri mendekati si Nenek.
"Nek, Sudah beberapa hari ini Saya perhatikan dan saya lihat Nenek melaksanakan hal yang sama terus-menerus.. Sebenarnya Nenek sedang melaksanakan apa?"
"Nenek sedang menggosok besi batangan ini, Nak..." Jawab si Nenek

Si bocah kecil pun semakin penasaran. "Untuk apa Nenek menggosok besi batangan itu , Nek?"
"Nenek menggosok besi batangan ini untuk di buat sebuah jarum , Nak !" Tandas si Nenek
Si bocah kecil ini tampak tidak percaya. "Wah ... mana mungkin Nek, besi batangan di gosok menjadi jarum?"
Si Nenek pun menghentikan kegiatannya yang sedang menggosok besi batangan dan memandang si bocah kecil itu dan berkata "Selama kita mempunyai kemauan dan kesabaran, besi batangan ini dapat di gosok terus menerus, niscaya dapat menjadi Jarum...!"

Si bocah kecil pun merasa kagum mendengar balasan si Nenek. Dan insiden itu membuatnya menjadi pelajar yang rajin, disiplin, dan teguh. Setelah dewasa, si bocah tadi menjadi seorang sastrawan terkenal, Ia selalu teringat pesan dari Nenek bau tanah itu.

Selama kita mempunyai keteguhan hati, besi batangan pun dapat di gosok menjadi jarum.

Hikmah Cerita Motivasi


Adik - adik yang baik, dari dongeng di atas mengajarkan kita untuk mempunyai kemauan yang keras, Insya Allah dengan kemauan yang keras dan kesabaran jalan kesuksesan akan terbuka lebar.
Siapa Adik- adik yang ingin hidupnya sukses ???
Oleh alasannya ialah itu, tidak ada yang tidak mungkin. Karena nya janganlah adik-adik bermalas-malasan. Ingat pesan Si Nenek dalam dongeng di atas, bahwa selama kita mempunyai keteguhan hati, besi batangan yang besar pun dapat di gososk menjadi jarum.
Baca kisah dongeng Islami yang lainnya yuk.

Monday, December 10, 2018

Islami | Jangan Sekali-Kali Menyekutukan Tuhan

ikhlas alasannya ialah Allah SWT kalau kita sedang melaksanakan perbuatan amal, jangan semata-mata alasannya ialah ingin kebanggaan ataupun semata-mata alasannya ialah ingin menerima imbalan, Tapi kita harus lapang dada alasannya ialah Allah SWT ya adik-adik.
Mari adik-adik kita baca saja yuk kisahnya

search term : dongeng islami, akibat menyekutukan Tuhan

Akibat Dari Perbuatan Menyekutukan Tuhan

Pada suatu hari, ada spesialis ibadah melewati sebuah pohon. Seorang jago ibadah itu sangat murka alasannya ialah melihat banyak orang-orang yang beramai-ramai sedang menyembah pohon itu.

adik dirumah kisah dongeng selanjutnya masih wacana lapang dada  Islami | Jangan Sekali-kali Menyekutukan Tuhan
Kisah Islami

Dalam perjalanan Ia dicegat oleh iblis yang berubah menjadi menjadi manusia. Iblis pun melarang Ia untuk menebang pohon itu, si Iblis pun terus mencegatnya sampai kesannya terjadilah pergulatan. Dan dengan gampang si jago ibadah ini mengalahkan si iblis.

Karena si iblis kalah, si iblis pun memperlihatkan sejumlah uang sebesar dua dinar yang akan ditaruh dibawah bantal siahli ibadah setiap harinya, asalkan S jago ibadah tidak menebang pohon itu. Si jago ibadah pun oke dengan penawaran dari si iblis dan Ia pun merasa gembira.

adik dirumah kisah dongeng selanjutnya masih wacana lapang dada  Islami | Jangan Sekali-kali Menyekutukan Tuhan
Dongeng anak

Namun suatu hari, ia tidak menemukan lagi uang yang di janjikan si iblis di bawah bantalnya. "Kurang ajar..! Aku ditipu Iblis..! Sekarang saya akan kembali menebang pohon itu" seru si jago ibadah dengan kekesalannya.

Di perjalanan, Ia bertemu kembali dengan iblis dalam bentuk insan lagi, dan si iblis pun bertanya "Handak kemanakah engkau?"
"Aku akan menebang pohon yang disembah itu, alasannya ialah perbuatan menyembah pohon atau pun benda ialah menyekutukan Allah SWT." Jawab si Ahli Ibadah
"Bohong, engkau berbohong..! Bukan alasannya ialah itu engkau mau menebangnya" seru si Iblis

Siahli Ibadah terus melangkah menuju pohon itu untuk menebangnya. Hingga iblis pun murka dan membantingnya ketanah kemudian mencekik lehernya.
"Tahukah kau, Siapa saya sebenarnya? Aku ialah iblis yang berubah menjadi menjadi manusia..! Engkau tiba pertama kalinya ingin menebang pohon itu semata-mata alasannya ialah Allah SWT, sampai kamu sanggup menang dari ku. Lalu saya menipumu dengan uang dua dinar, dan kini kamu melawan ku alasannya ialah uang bukan alasannya ialah Allah sampai kamu sanggup saya kalahkan."

Hikmah Dari dongeng Akibat menyekutukan Tuhan

Adik-adik yang baik, ternyata jikalau kita melaksanakan sesuatu bukan alasannya ialah Allah, maka kita akan gampang sekali mengalah dan bahkan kita akan sangat gampang sekali dikalahkan.
Oleh alasannya ialah itulah, kalau kita mengerjakan sesuatu amal harus dengan lapang dada dan alasannya ialah Allah. Dan kita juga dihentikan menyekutukan Allah SWT, alasannya ialah perbuatan menyekutukan Allah akan menimbulkan kita disenangi oleh setan.
Adik-adik dirumah ingin disenangi oleh Allah apa ingin disenangi oleh setan? Jika adik-adik ingin disenangi oleh Allah, menyerupai abang pesan tadi "Jangan pernah menyekutukan Allah SWT"

Sunday, December 9, 2018

Dongeng Islami | Tukang Kebun Yang Rajin Sedekah

bersedekah kita sanggup mendapat pahala kebaikan. Mari adik-adik yang baik baca yuk ceritanya.

Kisah Tukang Kebun Rajin Sedekah


Pada suatu hari, ada seorang musafir yang sedang berjalan di padang pasir, tiba-tiba saja seorang musafir itu mendengar bunyi dari langit, "Siramilah kebun milik siFulan."

Dan sesudah si musafir mendengar bunyi itu tiba-tiba hujan turun sangat derasnya, menyirami kebun milik si Fulan. Si Musafir pun terlihat keheranan, dan dari rasa penasarannya si musafir pun mencari pemilik kebun tersebut.

 perihal tukang kebun yang rajin beramal Dongeng Islami | Tukang Kebun Yang Rajin Sedekah
Dongeng anak

Setelah si musafir bertemu dengan si pemilik kebun beliau pun bertanya kepada si pemilik kebun
"Siapa namamu?" tanya si musafir
"Fulan, Mengapa bertanya perihal namaku?" jawab si pemilik kebun

"Saat saya sedang berjalan dipadang pasir tiba-tiba saya mendengar bunyi di langit, yang memerintahkan hujan untuk menyirami kebun milikmu. Dan tidak usang sesudah bunyi itu hujan pun turun. Aku sangat keheranan dan penasaran, bergotong-royong amalan apa yang engkau perbuat?" Tanya si musafir.

"Mungkin alasannya ialah saya sering sedekahkan sepertiga tanaman yang tumbuh dari kebunku, sepertiganya saya buat makan bersama keluargaku, dan sepertiganya lagi saya biarkan." Jawab si Pemilik kebun.

Makna Cerita


Adik-adik di dunia ini ialah tempatnya untuk mengumpulkan pahala kebaikan, untuk bekal kita nanti dikala kita kembali kepada Allah SWT.
Salah satu amal kebaikan yang sangat Allah cintai ialah Bersedekah.
Adik-adik harus tahu bahwa dalam harta yang kita miliki atau yang kita dapatkan, itu terdapat hak-hak anak yatim, orang miskin, dan orang-orang yang membutuhkan. Karena itu, Adik-adik rajinlah bersedekah, alasannya ialah Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik dari yang kita sedekahkan.

Search Term: Cerita anak islami, dongeng islami, kisah islami, makna sedekah, tukang kebun

Saturday, December 8, 2018

Islami Pengembara Yang Ditemani Malaikat

Kisah dongeng anak wacana persahabatan, dan rukun kepada saudara-saudara nya. Karena Allah SWT menyayangi orang yang dekat dan Allah SWT sangat membenci orang yang suka bermusuhan. Adik-adik niscaya tidak mau kan Dibenci oleh Allah, Oleh alasannya yakni itu adik-adik jauhi ya permusuhan dan rukun ya terhadap teman-teman disekolah. Mari adik-adik baca dongeng nya yuk...

Kisah Persahabatan Karena Allah

Pada suatu hari diceritakan ada sang pengembara berangkat untuk mengunjungi saudaranya di perkampungan. Jarak tempuh kerumah saudaranya cukup jauh sekali, harus melewati bukit-bukit. Tanpa disadari oleh sang pengembara, Allah telah mengirimkan malaikat berbentuk insan untuk menemaninya dalam perjalanan.

 Karena Allah SWT menyayangi orang yang dekat dan Allah SWT sangat membenci orang yang  Islami  Pengembara Yang Ditemani Malaikat
Sang Pengembara

Singkat cerita, Sesampainya sang pengembara di depan pintu gerbang perkampungan, malaikat yang berwujud insan itu bertanya kepada si pengembara
" Hendak Kemana? " tanya malaikat kepada si pengembara
" Aku mau mengunjungi saudara ku di perkampungan ini " jawab si pengembara.

Malaikat pun kembali bertanya, " Adakah utang budinya saudaramu, sehingga engkau jauh - jauh tiba untuk mengunjunginya? "
" Tidak, bukan alasannya yakni utang kebijaksanaan saya mengunjunginya, dan bukan juga alasannya yakni yang lainnya. Aku mengunjunginya alasannya yakni saya mencintainya alasannya yakni Allah, alasannya yakni itu saja. " jawab si pengembara.

" Aku yakni malaikat Allah Yang Maha Pengasih, yang diperintahkan untuk menemanimu dalam perjalananmu, sungguh Allah mencintaimu. Sebab cintamu kepada kawanmu alasannya yakni Allah " Ujar sang malaikat.

Makna dongeng persahabatan

Nah, adik - adik dirumah. Ternyata Allah sangat menyayangi orang-orang yang hidupnya saling dekat alasannya yakni Allah. jikalau kita dekat jangan pilih-pilih ya adik - adik, mau ia orang miskin atau pun kaya, cakep atau pun jelek, kita tetap mau dekat karena. Sebab selain kita memiliki banyak teman, Allah SWT pun akan menyayangi kita. Karena kita dekat bukan alasannya yakni melihat derajat ataupun rupa, tapi kita bersahabat alasannya yakni Allah SWT.

Search Term : cerpen anak, persahabatan, dongeng wacana persahabatan, dongeng pengembara ditemani malaikat