Sang ibu tokek dan sang ayah tokek tampak merasa senang alasannya yaitu hari ini sudah genap satu bulan telur-telur itu berada di tumpukan papan rumah. sungguh usaha yang sangat besar untuk menjaga dan memastikan bahwa telur - telur itu tidak rusak siang dan malam.
Bahkan bukan sang ibu dan sang ayah saja yang berharap-harap cemas menantikan telur-telur itu menetas, bahkan kerabat, saudara-saudara tokek pun mencicipi debar-debar menantikan telur tokek itu menetas.
![]() |
| Dongeng anak tokek |
Singkat cerita, sehabis menunggu dari kecemasan ibu tokek, terdengar bunyi retakan dari salah satu telur itu, Alhasil sang ibu pun menjerit histeris senang dan berkata "Ayah, lihat!! ada yang menetas".
"Wahhh.., Betul bu! Kira-kira pria apa wanita ya bu?"
Setelah bunyi retakan kecil dan di susul dengan bunyi retakan berikutnya yang lebih keras, setengah bab dari telur tersebut sekarang sudah benar-benar pecah.
"Ayah kamu lihat itu, anak pertama kita akan segera lahir"
"cangkang nya akan segera habis bu, sebentar lagi kita akan melihatnya"
Pelan Tapi niscaya Akhirnya bayi tokek pun menghancurkan semua cangkang yang melingkupinya, dan tampak lah bayi kecil mungil, merah keluar dan untuk pertama kalinya bayi tokek itu melihat dunia.
"wahhh, selamat pak Bu ia perempuan" Teriak kerabatnya.
Semua yang menyaksikan kelahiran itu tampak senang menyaksikan kelahiran anak wanita tersebut.
Tak usang terdengar kembali bunyi retakan kecil dari telur ke dua, dan telur ketiga. Akan tetapi telur kedua lebih cepat menetasnya dari pada telur ke tiga.
Se ekor bayi wanita tampak keluar dari telur ke dua, sang ibu dan ayah dan kerabat-kerabatnya tampak kecewa dikarenakan telah lahir dengan jenis kelamin wanita juga. Dan kesannya mereka terus berharap dari telur yang ke tiga itu yaitu bayi laki-laki.
Sekarang terdengar retakan -retakan kecil dari telur yang ketiga, bertahap dan muncul lah bayi yang ketiga.
"Ibu,, Dia laki - laki" Teriak sang ayah menyambutnya dengan girang.
"iya Ayah"
Akhirnya ketiga telur tokek itu menetas dan bayi bayi telahir ke dunia dengan sempurna, tampak keceriaan sang ibu dan ayah di raut mukanya.
Sang ibu dan sang ayah membesarkan ketiga anaknya itu dengan baik, dan kasih sayang yang mereka berikan sangat berlimpah sehingga ke tiga anak tokek itu pun tumbuh dengan baik.
Sampai pada suatu hari sang ibu mendapati anak ketiganya yang pria tidak berbunyi tokeek, dan sang ibu pun bicara kepada sang ayah
"Ayah, ini sudah hampir dua bulan tapi kenapa anak pria kita tidak sanggup bicara dan berbunyi ''Tokeek" layaknya toke jantan pada umumnya. Kalau menyerupai itu bagaimana ia nanti akan menarik perhatian lawan jenisnya, bagai mana ia akan mendapat pasangan dikala sampaumur nanti? oh, ayah saya tak sanggup membayangkannya, apa yang harus kita lakukan?, sang ibu tokek tak kuasa menahan air mata kesedihannya.
"Aku juga tidak tahu harus bagaimana bu, belum pernah ada pejantan yang tak sanggup berbunyi Tokkek, tapi walau bagaimana pun kita harus tetap tabah dan tetap membesarkannya dengan baik."
"Lalu apa yang harus kita lakukan ketika ia sampaumur nanti ayah?" sang ibu berusaha tabah namun matanya masih berkaca-kaca.
"Aku yakin, niscaya ada maksud dari semua ini bu" Sambil mendekap sang ibu yang masih menangisi keadaan anak laki -lakinya tersebut.
Singkat Cerita
Malangnya si tokek yang tak berbunyi sehingga sering sekali mendapat usikan dari orang lain, dan bahkan usikan dari kedua abang perempuannya sendiri. Dan para tokek jantan lainnya kerap menjulukinya dengan panggilan tokek betina alasannya yaitu tidak sanggup berbunyi Tokeek,
Ketika kedua abang perempuannya mendapat pasangan, namun tida satu pun tokek betina yang mau erat dengan ia alasannya yaitu dianggap tidak jantan.
Pada suatu malam, tampak si tokek tak berbunyi sedang berburu ia atas pohon. tiba - tiba seekor nyamuk tiba terbang ke arahnya, segera ia berkemas-kemas untuk menangkap si nyamuk. dikala ia menjulurkan lidahnya, tiba-tiba saja si nyamuk jatuh tak berdaya. dan terhempas ke bawah. dengan sigap si tokek tak berbunyi itu turun kebawah, alangkah terkejutnya si tokek mendapati salah satu sayap si nyamuk patah.
"tolong jangan makan aku, saya hampir mati tadi terkena tepukan manusia" pintanya pada si tokek.
Si tokek hanya melongo dan menghentikan niatnya untuk memangsa si nyamuk.
"Jika kamu memakan ku, saya tidak sanggup berburu darah, dan bawah umur ku akan mati alasannya yaitu tak sanggup menghisap darah dari tubuhku yang saya berikan kepadanya" dengan nafas tersengal si nyamuk mencoba jelaskan kepada si tokek.
Si tokek hanya sanggup menganggukan kepalanya tanpa sanggup menyampaikan apa pun kepada si nyamuk. Akhirnya si nyamuk pun sedikit mengerti wacana sesuatu dari si tokek.
