Sunday, November 25, 2018

Dongeng Ayam Jantan Yang Arif Melawan Rubah Yang Licik

Adik-adik yang baik, hari ini si Ayam jantan yang bakir melawan si Rubah yang licik. Hikmah yang dapat kita ambil dari dongeng hari ini ialah "Jadilah orang yang bakir tetapi tidak licik" Nah, kini kita baca Dongengnya yuk...

si Ayam jantan yang bakir melawan si Rubah yang licik Dongeng Ayam Jantan Yang Cerdik Melawan Rubah Yang Licik

Pada suatu dihari senja, sosok sang matahari pun mulai tengelam. Terlihat seekor ayam jantan terbang keatas dahan pohon untuk bertengger dan beristirahat.

Ayam jantan pun mengepakan sayapnya dan mulai berkokok dengan keras mengabarkan bahwa hari mulai malam.

Samar-samar dari kejauhan, ada seekor Rubah yang sedang kelaparan mencari makan. Mendengar kokokan Ayam si Rubah melihat seekor Ayam jantan sedang bertengger diatas dahan pohon.

Si Rubah berpikir sejenak untuk menjebak bagaimana semoga si Ayam jantan mau turun dari atas dahan pohon.

Saat Ayam jantan jawaban berkokok sebagai kiprah sorenya, tiba seekor Rubah menghampirinya.

Baca dongeng anak lainnya:
Dongeng kupu-kupu dan semut yang sombong
Dongeng pendek lucu : dongeng monyet dan kelinci
Dongeng anak inspiratif : Cerita ayah, anak dan seekor keledai
Dongeng anak : Asal ajakan guntur dilangit
Dongeng anak : Cerpen burung hantu renta dan belalang

Si Ayam jantan pun kaget dan sekaligus curiga melihat kedatangan si Rubah dengan muka yang bersahabat.

"Ada apa kau tiba kemari Rubah," tanya si Ayam jantan

"Hey, kau ayam. Sudahkah kau mendengar? bahwa ada info yang sangat bagus," ujar si Rubah dengan gelagat menyenangkan dan bersemangat.

"Kabar wacana apa itu Rubah?" tanya si Ayam jantan dengan tenang, walaupun si Ayam jantan merasa absurd dan sedikit gugup sebab si Ayam jantan bekerjsama merasa takut dengan Rubah.

"Kini kita dekat teman, keluarga mu dan keluarga ku dan semua hewan lainnya telah bersepakat untuk melupakan perbedaan, mulai kini dan selamanya kita semua hidup dalam perdamaian dan persahabatan. Coba kau pikir teman, wacana kabar manis ini. Aku sangat bahagia sekali dan ingin sekali untuk memeluk mu sahabatku, turunlah kau kesini teman, dan marilah kita rayakan kabar manis ini dengan gembira," rayu si Rubah, memulai agresi liciknya.

"Wah, ini kabar yang manis sekali Rubah, saya sangat bahagia mendengar kabar ini," ujar si Ayam Jantan.

Sambil berbicara si Ayam jantan menjinjitkan kakinya dan menoleh kiri kanan, seakan-akan si ayam jantan melihat dan menantikan kedatangan sesuatu dari kejauhan.

"Kau sedang melihat apa sahabatku, mari sini peluk sahabat gres mu ini teman," tanya si Rubah sedikit cemas.

"Aku melihat sepasang anjing, tampaknya menuju kemari. Mereka pun niscaya telah mendengar kabar baik ini," jawab si Ayam jantan.

Si Rubah sudah tampak ketakutan mendengar sepasang anjing akan datang. Dan tak menunggu usang lagi si Rubah pun kabur berlari.

"Hey sahabat ku, tungguuu... kenapa engkau lari? kini anjing ialah sahabat kau juga...," teriak si Ayam jantan.

"Aku terlupa sesuatu sahabatku... saya masih memiliki kiprah yang sangat penting sahabatku" jawab si Rubah sambil terus berlari.

Si Ayam jantan tertawa terbahak-bahak, sebab ia telah berhasil memperdaya si Rubah yang licik dan melihat si Rubah lari tunggang langgang.

No comments:

Post a Comment