Saturday, November 24, 2018

Bergambar - Kisah Kupu-Kupu Dan Semut

cerita anak-anak. Maaf yah adik-adik. Nah kali ini abang akan menceritakan kisah semut yang sombong dan kupu-kupu. Seru lho dongeng nya. Yuk kita baca dongeng bersama-sama.

 Nah kali ini abang akan menceritakan kisah   Bergambar - Cerita Kupu-kupu dan Semut

Pada suatu hari, di kisahkan didalam hutan yang sangat lebat, didalamnya tinggal majemuk binatang, ada semut, ada gajah, harimau, burung, kupu-kupu dan sebagainya.

Satu malam datanglah topan yang sangat dahsyat, topan yang menciptakan seluruh penghuni hutan itu menjadi panik. Semua para binatang berlarian ketakutan dan berusaha berlindung dari topan yang dahsyat itu.

Keesokan harinya matahari muncul dengan sangat cerah, sesudah semalam diporak porandakan oleh badai. Terdengar bunyi kicauan-kicauan burung yang merdu. Akan tetapi aneka macam pepohonan yang tumbang dan terlihat awut-awutan jawaban topan semalam.

Di salah satu dahan pohon yang tumbang tersebut melekat satu kepompong. Ia tampak duka alasannya ketika semalam topan datang, ia tidak dapat lari untuk berlindung.

Tak usang lalu keluar seekor semut yang muncul dari balik tanah. Semut yang memiliki sifat sombong dan arogan seakan tidak perduli melihat keadaan kepompong.

Baca dongeng anak lainnya :
Anak katak yang sombong dan anak lembu
Dongeng asal mula rumah siput
Kisah persahabatan bajing dan ikan gabus
Dongeng kancil yang arif dan harimau
Dongeng bangau bau tanah yang licik
Dongeng merak dan bangau

Dengan sombongnya si semut berkata "Hey, kamu kepompong. Coba kamu lihat aku, saya dapat berlindung dari serangan topan semalam. Aku tidak menyerupai kamu kepompong, lihat badan mu yang hampir rusak dan lembap kuyup jawaban badai, ha..ha...ha.... " ucap sisemut dengan sombongnya.

Tak hanya sombong dihadapan kepompong saja, ternyata si semut pun menyombongkan dirinya kepada hewan lain didalam hutan yang sedang bersedih alasannya kerusakan topan semalam.

Sampai ke esokan harinya, ketika sisemut berjalan-jalan, si semut tidak sadar kalau ia telah menginjak lumpur hidup. Tak usang semut pun terjebak dan hampir terhisap oleh lumpur itu.

"Toolooonggg... toloooooongggg... saya terjebak dilumpur ini... tolong lah aku," teriak si semut.

Tak usang muncul lah seekor kupu-kupu terbang diatas si semut.

"Hey, kamu kupu-kupu. tolong lah aku," pinta si semut

"Kenapa saya harus menolong mu semut, bukankah kamu itu ahli dapat selamat dari apapun," jawab kupu-kupu.

"aku masih ingat perkataan mu semut, dengan sombongnya kamu menghina dan tertawa diatas penderitaan ku kemarin. Apakah kamu masih ingat saya semut? saya kepompong yang kamu tertawakan disaat saya sedang duka alasannya topan kemarin," lanjut kata sikupu-kupu.

Sisemut mendengar itu merasa aib sekali atas kesombongannya dan atas sikapnya yang mentertawakan hewan lain yang sedang kesusahan.

"Maafkan saya kupu-kupu, memang kemarin saya telah salah kepada mu. Tapi jikalau kamu jikalau kamu mau menolongku, saya sangat berhutang kebijaksanaan kepada mu. Dan jikalau kamu tidak mau menolong ku, saya tidak akan menyalahkan mu, agar lah saya mati bersama kesombongan ku terhisap oleh lumpur ini," kata si semut.

Kupu-kupu yang melihat bencana itu tentu saja tidak tega melihat semut yang sedang kesulitan bertaruh nyawa dengan lumpur. Dan kesudahannya si kupu-kupu menolong sisemut keluar dari lumpur itu.

Sisemut pun berjanji tidak akan menghina dan mentertawakan binatang-binatang didalam hutan yang sedang kesusahan.

Nah adik-adik yang baik, hikmah yang dapat kita petik dari Dongeng anak diatas bahwa kita sebagai makhluk yang kuasa memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Makara janganlah kita menyombongkan diri atas apa yang kita punya. Apalagi kita mentertawakan sobat kita yang sedang dalam kesulitan dan kesusahan.

No comments:

Post a Comment