Showing posts with label Kancil. Show all posts
Showing posts with label Kancil. Show all posts

Sunday, December 23, 2018

Dongeng Semut, Ulat Dan Kancil

Mari selamatkan budaya membaca cerita Semut, ulat dan kancil.

Awal cerita, dipagi hari yang cerah sekali. Seekor Semut sedang berjalan kesana kemari sedang mencari makan. Diperjalanan pencarian makannya, Si semut bertemu dengan seekor ulat yang sedang berjalan lambat.

Diperjalanan pencarian makannya timbul perasaan Sisemut ingin mengejek Siulat.
"Hai, Ulaaattt," semut menyapa kepada ulat
"Hai juga Semut" Jawab Siulat sambil menoleh kan kepalanya kearah si Semut.

 Seekor Semut sedang berjalan kesana kemari sedang mencari makan  Cerita Semut, Ulat Dan Kancil
dongeng anak bergambar

Mungkin kau suka juga :
"Ulat, Bolehkah saya bertanya sesuatu?" Tanya Semut
"Silahkan Semut, kau mau tanya apa?" jawab si Ulat.
"Selama saya hidup saya telah hampir semua hutan ini ku jelajahi. Tapi saya sangat heran jikalau melihat mu Ulat, Binatang-binatang yang pernah kutemui yang berada di dalam hutan ini memiliki warna-warni yang terlihat sangat menarik dan cantik. akan tetapi, Sepertinya hanya kau ulat yang terlihat tidak anggun dan menarik" Ejek Sisemut.

Siulat hanya membisu saja mendengar kata-kata si semut tadi. Si Ulat sama sekali tidak menanggapi perkataan si Semut tadi. Si ulat pun melanjutkan langkah nya meninggalkan si semut, namun tampaknya si Semut sengaja sekali ingin meng ejek si ulat.

Si semut mengejar si Ulat dan memberhentikannya.
"Hey, ulat kenapa kau tidak jawab pertanyaan ku tadi? kau hanya pergi begitu saja tanpa kata jawaban sedikit pun,?" Kata si Semut

Namun si ulat kembali tidak menjawab perkataan si semut tadi, Si ulat kembali melangkahkan kaki nya. Begitu terus menerus,dan hingga balasannya Si kancil melihat insiden itu dan berkata kepada semut "Hei semut, apa yang kau lakukan? mengapa kau suka sekali mengejek Ulat? Kita kan sama-sama binatang, tak baik lah jikalau kita suka mengejek satu sama lain," Kata sikancil kepada semut.
"Aku sama sekali tidak mengejek ulat kancil, saya memang berkata benar bukan!" Jawab si Semut.

Singkat cerita, beberapa ahad kemudian. Tampak semut yang sedang asyik berjalan meniti bebatuan di tepian sungai. Karena keasikannya sisemut tidak melihat jalan dan tanpa disadari si semut menginjak kerikil yang licin dan terjatuh ke Air sungai.

"Tolooonng ... tolooooooooonnng...!" teriak semut meminta pertolongan.

Kncil yang mendengar teriakan minta tolong itu pun eksklusif menghapiri. Sikancil pun sangat terkejut melihat sisemut hampir karam didalam air.

Akan tetapi, sikancil tidak dapat berbuat apa-apa. Karena si semut sudah terbawa arus ketengah sungai.

"Tolooong ... tolooooonnng ..." kancil pun ikut berteriak meminta bantua kepada hewan lain penghuni hutan.

Mungkin kau suka juga :
Tiba-tiba, tampak dari kejauhan Se ekor kupu-kupu yang sangat anggun menghapiri sikancil dan bertanya "Kenapa kancil ? ada apa?" tanya sikupu-kupu anggun itu kepada kancil.

"Kau lihat ditengah sungai itu, ada semut yang hanyut dan hampir mati tenggelam" Jawab sikancil
Melihat sisemut hampir tenggelam, sikupu-kupu pun eksklusif mencari selembar daun kering dan ia letakan di permukaan air sungai erat semut. Si semut pun eksklusif menaiki daun tersebut dan kupu-kupu menarikanya kepinggiran sungai.

"Syukurlah, kau selamat semut, kupu-kupu tiba sempurna waktu untuk menolong mu" ujar kancil
"Aku sangat berhutang akal kepada mu Kupu-kupu, terimakasih kau sudah menolong ku tadi. Namun, saya sama sekali gres melihatmu, kau benar-benar anggun dengan saya yang indah itu" ujar semut

"Sebenarnya kita sudah pernah bertemu dan saling mengenal jikalau kau masih mengingatnya semut, saya yaitu seekor ulat yang pernah kau ejek. Aku gres saja metamorfosa menjadi seekor kupu-kupu" Jawab Kupu - kupu sambil tersenyum

Terlihat semut sangat aib sesudah mendengar jawaban dari kupu-kupu. Dan didalam hatinya ia berjanji tidak akan pernah mengejek siapa pu lagi.


Thursday, December 20, 2018

Dongeng Fabel - Si Kancil, Tikus Dan Harimau Yang Bodoh

Cerita Fabel Kancil - Adik-adik yang baik, Dongeng anak kali ini akan bercerita perihal kancil, tikus dan harimau. Nah adik-adik yuk kita baca saja dongeng nya.

Awal cerita, suatu hari di tengah hutan terlihat seekor tikus yang sedang asyik bermain. Ia berkeliling-keliling dan bernyanyi dengan sangat riang. Akan tetapi, si tikus tidak sadar kalau iya bermain sudah sangat kemudian jauh dari rumah.

 suatu hari di tengah hutan terlihat seekor tikus yang sedang asyik bermain Dongeng Fabel - Si kancil, Tikus Dan Harimau Yang Bodoh
cerpen kancil

Setelah sangat jauh dari rumahnya, si tikus pun menyadari bahwa beliau bermain sudah sangat jauh. Si tikus eksklusif tetapkan untuk kembali pulang kerumahnya, dan akan tetapi karena si tikus terlalu jauh masuk ke dalam hutan balasannya ia pun tersesat di dalam hutan.

Namun ,saat si Tikus dalam kebingungan Mencari jalan untuk pulang kembali ke rumahnya, beliau malah kesasar hingga ke sebuah sarang Harimau. Ia pun melihat harimau jantan itu sedang tertidur lelap, terlihat di muka si tikus sangat ketakutan. Karena kepanikan nya melihat harimau yang sedang tidur beliau pun berlari dan tidak sadar telah menginjak kaki si harimau itu.

Si harimau pun terbangun dari tidurnya dan terlihat sangat murka alasannya waktu istirahatnya telah terganggu. Ditangkap lah si tikus oleh harimau itu, dicengkeram nya si tikus dengan kuku-kuku yang tajam.

Cerita Yang Kamu Suka Lainnya :



Si tikus pun berusaha sekuat tenaga untuk sanggup lepas dari cengkraman kuku kuku harimau itu sambil berteriak-teriak " lepaskan saya tuan Harimau, lepaskanlah aku. Aku sungguh tidak sengaja telah mengganggu istirahat mu. Tolong tuan Harimau lepaskan aku."

" saya tidak akan Melepaskanmu, kamu sudah ganggu saya sedang beristirahat. Kau tahu kan sifatku? Aku sangat murka kalau ada binatang lain mengganggu istirahat ku." jawab siHarimau

Tidak jauh dari kawasan itu nada si kancil yang sedang minum di tepian sebuah sungai. Kancil pun mendengar suara teriakan si tikus, dan ia pun mencari sumber bunyi itu. Setibanya si kancil terkejut, melihat seekor tikus dalam cengkraman Harimau dan sedang memohon minta dilepaskan. Sebenarnya si kancil merasa sangat takut melihat si harimau yang besar dan berpengaruh itu, akan tetapi beliau sangat kasihan melihat nasib si tikus sudah siap dimangsa oleh si harimau.

Dan pada akhirnya, si kancil memberanikan diri untuk mendekati dan menghampiri mereka. Terlihat raut muka si tikus sangat bahagia melihat kancil datang. Siti ku sangat berharap bahwa kancil sanggup menolongnya. Berpura-pura tidak tahu si kancil pun menyapa kepada Harimau dan tikus.
" hey, kalian berdua sedang apa? Sepertinya asik sekali kalian bermain. Bolehkah saya ikut?" tanya si kancil

" hahaha, kancil, kamu sangat berani tiba ke sini. Sini kamu kancil kebetulan perutku kini sangat lapar." kata si harimau

" hahaha... Hahaha harimau, kenapa saya harus takut kepadamu harimau. Kau tahu, saya yakni Raja di dalam hutan ini. Mana mungkin saya takut kepadamu Harimau. Aku sanggup mengalahkan semua penghuni hutan ini." jawab Si Kancil dengan gaya bijaknya

" apa benar yang kamu katakan, kancil?" tanya Harimau dan harimau pun merasa penasaran

" hai Harimau, kamu tidak percaya? Jika kamu tidak percaya kalau saya yakni raja di hutan ini, kamu sanggup tanyakan eksklusif pada penasehat ku." tukas Si Kancil

" hahaha... Penasehat??? Hahaha, di mana kancil saya sanggup menemui penasehat mu itu....?" tanya si harimau yang makin mulai penasaran

" hey Harimau, kamu akal-akalan tidak tahu saja. Itu kini yang kamu cengkram yakni penasehat yang paling saya percaya. Disini di dalam hutan ini ia yakni penasehat yang sangat disegani. Jika kamu melukai penasehat ku dan hingga terjadi apa-apa dengan nya, saya benar-benar tidak akan memaafkanmu Harimau." jawab Si Kancil sambil berlaga dengan tegas

Si harimau pun mulai terpengaruh dengan ucapan ucapan Si Kancil, penghuni gres yang belum usang tinggal di dalam hutan itu. Makara memang benar-benar tidak tahu perihal semua hal di dalam hutan ini termasuk siapa raja di dalam hutan ini.

" hei kamu tikus, benarkah apa yang dikatakan kancil? Bahwa beliau yakni seorang raja di dalam hutan ini." tany harimau kepada si tikus

Akhirnya, si tikus menyadari bahwa Si Kancil telah berbohong untuk menolongnya dan si tikus pun mengikuti drama yang sedang dimainkan oleh si kancil.
" iya benar sekali, kancil memang yakni raja di dalam hutan ini, dan saya yakni penasehatnya. Di hutan ini kancil sangat ditakuti dan disegani oleh semua binatang di dalam hutan ini. Jika kamu tidak percaya kamu sanggup tanya eksklusif kepada binatang-binatang di dalam hutan ini." jawab si tikus

Harimau pun mulai merasa takut mendengar jawaban dari si tikus, akan tetapi si harimau tidak mengatakan rasa ketakutannya.
" hahaha... Tikus, kancil... Aku tidak percaya dengan omong kosong kalian. Coba kalian buktikan kalau apa yang kalian katakan itu memang benar?" tanya Harimau

 suatu hari di tengah hutan terlihat seekor tikus yang sedang asyik bermain Dongeng Fabel - Si kancil, Tikus Dan Harimau Yang Bodoh
Dongeng Kancil

Cerita Yang Kamu Suka Lainnya :


Kancil pun terlihat bingung, beliau melongo sejenak di dalam hati kecilnya ia berkata bagaimana ia sanggup membuktikan. Namun alasannya kecerdikannya ia berusaha Tetap hening di depan harimau, meskipun gotong royong beliau merasa sangat takut.

" kamu masih tidak percaya kepada ku Harimau? Kau perlu bukti? Baiklah Harimau, beberapa hari yang kemudian saya pernah mengalahkan Harimau besar sepertimu, saya sangat murka alasannya Harimau itu sangat kurang didik kepadaku dan saya masih menyimpan kepalanya di dalam sumur dipinggir sungai. Untuk dijadikan peringatan bagi hewan-hewan lain tegar tidak bersikap kurang didik kepadaku di dalam hutan ini. Jika kamu mau bukti, oke saya akan menunjukkannya kepadamu Harimau. Dan kamu dihentikan menyesal" kata si kancil sambil sedikit mengeluarkan kata-kata ancamannya

Mendengarkan kancil berbicara, harimau pun sudah mulai merasa ketakutan
" oke kancil, coba kamu tunjukan dimana kamu simpan kepala harimau malang itu. Akan tetapi kancil, kalau kamu menipuku kamu akan menjadi makan siangku" kata Harimau

Mendengar gertakan si harimau si tikus pun merasa ketakutan namun ya tahu akan budi Si Kancil, dan si kancil pun mengedipkan mata kepada si tikus.

Akhirnya kancil membawa harimau itu ke tepi sungai. Mereka menuju sumur di pinggir sungai dan sumur itu sangat gelap dan dalam. Namun, alasannya pantulan cahaya matahari yang menciptakan air bening di dalam sumur itu itu berkilau ibarat cermin.

" kita sudah hingga di kawasan yang saya maksud harimau, kini kamu sanggup membuktikannya sendiri. Kau coba lihat sendiri di dalam sumur itu. Aku menyimpan kepala harimau malang itu di dalam sumur itu." kata kancil

Si harimau pun merasa sangat penasaran, tapi hatinya sangat takut. Ia pun memberanikan diri untuk melihat ke dalam sumur itu. Ia hanya mengintip saja alasannya gotong royong hatinya sangat takut. Tetapi sesudah ia membuka mata dan melihat kepala harimau di dalam sumur itu benar-benar ada beliau sangat terkejut. Di dalam hatinya harimau itu berkata " ternyata, apa yang dikatakan oleh si kancil memang benar." si harimau sangat ketakutan, beliau pun eksklusif melarikan diri berlari dengan cepat alasannya takut nasibnya ibarat harimau Malang yang pernah dikalahkan oleh kancil.

Kancil dan si tikus pun tertawa puas melihat harimau berlari ketakutan begitu cepat, mereka sudah berhasil mengelabui Harimau yang sombong itu.

Sebenarnya, di dalam sumur itu tidak ada apapun selain air yang sangat bening ibarat kaca. Hanya saja alasannya Harimau bodoh, harimau tidak menyadari bahwa kepala harimau yang ada di dalam sumur itu yakni bayangannya sendiri.
Tag:
cerita, kisah anak, cerpen, dongeng untuk tidur, dongeng anak, si kancil, cerpen kancil, cerpen si tikus, cerpen si harimau, cerita bergambar, cerpen bahasa, content positif, facebook kisah anak, kisah raja hutan,

Friday, November 30, 2018

Kancil Hakim Yang Pintar - Cerita Binatang

Adik - adik dongeng sang kancil memang sangat paling di minati oleh anak-anak, dongeng si kancil mempunya banyak kisah dan judul dengan aksara kancil yang pandai dan pintar. Adik-adik tentu suka membaca juga kan. Kali ini kaka akan menuliskan dongeng kancil dengan judul "KANCIL HAKIM YANG CERDIK", mari adik-adik kita lanjutkan membaca ceritanya.

Search suggest : kancil menjadi hakim, hakim binatang, dongeng rimba, kancil yang cerdik, cerpen kancil, dongeng kancil, kancil dan buaya, dongeng sang kancil, sang kancil

Hakim Yang Cerdik Memperdaya Buaya

Pada suatu hari ditepi hutan yang subur ada tiga ekor Sapi, mereka yaitu Sapi betina, Sapi jantan dan anak mereka seekor Sapi yang gres beranjak remaja.

Tampak pemandangan tepi hutan yang indah dan rumput yang hijau tumbuh subur menciptakan mereka gembira. Terlihat anak Sapi berlarian kesana kemari.
"Bu saya mau jalan ke tepi sungai"
"Boleh tapi jangan jauh-jauh ya!" jawab Ibu Sapi
"iya Bu . . !"

Sapi muda itu pun berjalan pergi ketepi sungai, ia melihat banyak hewan-hewan kecil di sekitar sungai. Hatinya bahagia ketika melihat katak berloncatan kian kemari.

 adik dongeng sang kancil memang sangat paling di minati oleh anak Kancil Hakim Yang Cerdik - Dongeng Binatang
Dongeng kancil

Tak terasa ia pun sudah jauh meninggalkan daerah kedua orang tuanya.
"Toolooong . . .!" tiba-tiba si Sapi muda mendengar bunyi merintih minta tolong. Aih, ternyata didepan sana ada seekor Buaya sedang tertindih batang pohon yang patah.

"Tolong, tolong lah saya . . ." rintih siBuaya dengan bunyi sangat memelas.
"Kau ini kenapa Buaya" tanya Sapi sambil mendekat
"Aduh Sapi yang baik, sudah dua hari saya tertindih kayu besar ini"
"Siapakah yang menindihmu dengan batang kayu besar ini Buaya" Tanya Sapi lagi.
"gara-gara gempa bumi dua hari yang lalau. dan kini tolong lah saya Sapi yang baik" Jawab si Buaya
"Ah, saya rasa saya tidak akan sanggup menolong mu" Kata Sapi
"Lho, kenapa? kamu niscaya besar lengan berkuasa mendorong kayu yang menindihku ini."
"Kuat sih besar lengan berkuasa Buaya, tapi. . . . .!!"
"Tapi kenapa Sapi?"

Anak Sapi itu teringat pesan-pesan dari ibunya bahwa bangsa Buaya tidak sanggup dipercaya, mereka memiliki sifat licik sekali dan suka makan daging binatang lainnya.

"Tidak Buaya, saya ingat pesan Ibuku dan saya tidak mau menolong mu Buaya" Kata Sapi."Kalau kamu ku tolong nanti jangan-jangan kamu akan memangsaku Buaya. ."

"Jangan kuatir Sapi, saya tidak akan melukai mu."
"Tidak Buaya . .! Aku tidak sanggup mempercayaimu."
"Oh, Sapi yang baik. Apakah kamu tidak kasihan kepadaku, sudah dua hari saya tersiksa begini, tak sanggup makan tak sanggup minum, dan dada saya pun terasa sangat sesak Sapi" rayu si Buaya.

"Tapi kamu binatang jahat Buaya"
"Oh Sapi yang baik, itu kan dulu. Dan sesudah tertindih kayu begini kini saya sadar bahwa saya memerlukan binatang lain, maka kini ini saya sudah bertobat, tolonglah saya Sapi, huk..huk..huk. . ." Rayu Buaya sambil mengeluarkan air mata.

Sapi muda itu pun mulai terpengaruh oleh rayuan Buaya, dan lama-lama Sapi pun merasa kasihan juga terhadap Buaya.
"Baiklah Buaya, saya akan menolongmu, tapi kamu harus komitmen Buaya, nanti sesudah saya tolong kamu jangan memakan atau mencelakakan saya Buaya"
"Iya saya komitmen Sapi, percayalah" jawab Buaya.

Lalu Sapi muda pun berusaha menolong Buaya dengan mendorong kayu sekuat tenaga, dan akhirnya plong! Buaya terlepas dari tindihan batang kayu. Tapi....astaga! begitu Buaya sudah bebas dan terlepas dari tindihan kayu Buaya itu eksklusif meloncat ke punggung Sapi dan menerkam punuk si Sapi.

 adik dongeng sang kancil memang sangat paling di minati oleh anak Kancil Hakim Yang Cerdik - Dongeng Binatang
dongeng untuk anak

"Aduuhh..!" pekik Sapi kesakitan. "kenapa kamu menggigit punukku Buaya?"
"Lho, saya kan sudah minta tolong kepadamu Sapi, bahwa saya tertindih kayu selama dua hari, tidak makan dan tidak minum. Sekarang kamu harus menolongku supaya saya bebas dari rasa haus dan lapar." kata si Buaya.
"Dengan memakan dagingku?" tukas Sapi.
"Betul Sapi, sekaligus meminum darahmu."
"Dasar Buaya licik, tidak tahu balas budi!"
"Sudahlah Sapi muda yang bodoh!" sergah Buaya."kau terima saja nasibmu."
"Tidak Buaya, ini tidak adil" teriak Sapi.
"Lho, ini sudah aturan rimba Sapi, Siapa yang besar lengan berkuasa dialah yang menang"
"Tidak Buaya, saya tidak sanggup terima." tukas Sapi.
"Kau sanggup bertanya pada makhluk yang lain, boleh binatang ataupun benda apa saja, niscaya mereka akan membenarkanku" Sahut Buaya.
"Ya, saya akan meminta keadilan pada yang lain" kata Sapi.


Datang santunan kancil ditunjuk sebagai hakim

Dan kebetulan ketika itu ada tikar lapuk hanyut di sungai. Sapi menceritakan insiden yang menimpanya dan meminta pendapat tikar lapuk. Apa jawabannya?
"Itu sudah benar, terimalah nasibmu. Aku juga mengalaminya, ketika saya masih dalam keadaan gres saya di pakai, jikalau saya kotor saya dibersihkan tapi sesudah ku lapuk dan banyak yang bolong saya dibuang begitu saja kesungai" jawab Tikar lapuk.
"Nah, benarkan kataku Sapi" sahut Buaya.
"Tidak, nah itu ada keranjang hanyut." protes Sapi. Tapi ketika keranjang itu di tanya jawabannya persis ibarat tikar
"ketika masih gres da masih utuh saya dipakai, kini sesudah rusak saya dibuang begitu saja kesungai"
"Nah, benar'kan?" sahut Buaya.

Tiba-tiba ada seekor belibis betina bau tanah berenang, Sapi dan Buaya pun meminta pendapat bebek.
"Kukira Buaya benar, alasannya insan juga kejam, ketika saya masih muda dan sanggup bertelur saya dipelihara, kini ketika saya mau disembelih, untungnya saya sanggup melarikan diri, jadi tirulah perbuatan manusia, mereka mau enaknya sendiri"
"Hohoho... kamu mau mengadu kemana lagi Sapi."

Saat itu kebetulan kancil lewat didepan Buaya dan Sapi. Kali ini Buaya yang meminta pendapat kancil. Buaya juga yakin kalau kancil juga akan membenarkan pendiriannya.

"Kalau saya diminta menjadi hakim, saya harus tahu awal kejadiannya." kata kancil."Apakah kalian keberatan jikalau mengulang awal insiden yang kalian alamai?"
"Tidak! saya tidak keberatan." sahut Buaya.

 adik dongeng sang kancil memang sangat paling di minati oleh anak Kancil Hakim Yang Cerdik - Dongeng Binatang
dongeng anak

Maka dilakukanlah pengulangan itu. Buaya kembali ketempatnya semula dan Sapi mengembalikan kayu yang semula menindih Buaya kepunggung Buaya.
"Benarkah kejadiannya ibarat ini?" tanya kancil
"Benar!" jawab Sapi dan Buaya bersamaan
"lalu Buaya memanggilku supaya saya mau menolongnya" sahut Sapi

Kancil mendekati Sapi dan berbisik kepada Sapi "Ayo Sapi kita tinggalkan saja Buaya jahat ini. Tidak usah kamu tolong"
Sapi gres sadar inilah kesempatan baginya lolos dari ancaman maut. Tanpa basa busuk lagi Sapi mengikuti arah lari kancil yang sudah meloncat lri lebih dulu.

"Hei..... tunggu.... ! Jangan pergi dulu.... !" teriak Buaya. Tapi Sapi dan kancil tidak menghiraukannya.

Baca juga dongeng lainnya:
Kancil Dan Siput Lomba Berlari

Hikmah Cerita :

Adik-adik yang baik dari cerita pendek tadi kita sanggup ambil hikmahnya. Bahwa memiliki sifat yang Rakus dan tidak tahu balas kebijaksanaan jadinya sanggup celaka.
Nah adik-adik yang baik sekian cerita kancil yang cerdik dari kakak, baca lagi yuk, cerita-cerita kancil lainnya.

Sunday, November 18, 2018

Si Kancil Yang Arif Dan Harimau

Kali ini cerpen fabel si Kancil yang cerdik dan harimau yang sangat berpengaruh dengan teman-temannya.

Awal cerita, pada suatu hari terjadilah tragedi kelaparan di suatu pulau yang penghuninya kebanyakan dihuni oleh harimau harimau. Para Harimau pun kelaparan, hari demi hari para harimau itu makin sangat kelaparan, alasannya ialah setiap hari sudah tidak ada lagi binatang yang sanggup mereka mangsa untuk mengisi isi perut mereka.

 dan harimau yang sangat berpengaruh dengan sahabat Si Kancil Yang Cerdik Dan Harimau
Si kancil yang cerdik

Dongeng Pendek Lainnya :

Singkat dongeng akibatnya raja dari para harimau gitu mengutus Panglima dan para prajuritnya untuk pergi ke sebuah pulau kecil yang berada di seberang dan segera kembali dengan membawa banyak makanan.

Panglima dan para prajuritnya pun pergi ke sebuah pulau kecil itu, perjalanan ke pulau kecil cukup terasa sangat jauh. Dan akhirnya, panglima dan prajuritnya pun hingga juga di daerah tujuan mereka. Terlihat para harimau itu sangat takjub dengan keindahan ada di pulau kecil itu. Akan tetapi, setibanya mereka di pulau itu yang mereka lihat hanyalah seekor kancil kecil sedang di tepi pantai.

Si Kancil pun melihat panglima Harimau dan prajurit prajuritnya, si kancil mencoba berlari akan tetapi beliau terlambat alasannya ialah beliau sudah dikepung oleh para harimau itu.

" hey kancil...! Dimanakah rajamu ? Kami semua tiba ke pulau ini untuk meminta makanan. Jika kalian dan penghuni Pulau ini menolak, kami akan menyerang pulau kecil ini. Dan coba kamu lihat kancil, kami membawa pecahan kumis raja kami." kata sang Panglima harimau itu dengan menunjukkan kumis rajanya.

" wow, kumis ini sangat besar sekali. Aku yakin niscaya raja harimau sangat besar dan berpengaruh juga. Baiklah harimau saya akan membawa Kumis rajamu ini, untuk saya tunjukkan kepada raja di Pulau ini" sahut si kancil.

Kancil pun pergi dengan bawa kumis raja harimau. Akan tetapi bahwasanya dalam hatinya kancil sangat kebingungan alasannya ialah di pulau kecil itu memang tidak ada raja. Dalam perjalanannya kancil melihat sahabatnya yaitu seekor landak yang cukup besar, dan si kancil yang terpelajar pun akibatnya menemukan sebuah ilham yang hebat

Dihampiri lah silandak itu oleh kancil
" hei sahabatku, bisakah kamu membantuku saya sangat membutuhkan bantuanmu sahabatku...!" kancil berkata kepada silandak.

" hah, kamu meminta sumbangan ku kancil? Memang bahwasanya apa yang sanggup saya bantu untukmu kancil?" tanya silandak
" saya membutuhkan bantuanmu semoga semua binatang di pulau kecil ini selamat, alasannya ialah di tepian pantai sana sudah menunggu para Harimau. Dan saya memiliki ilham untuk mengusir para harimau itu." jawab kancil

Dongeng Pendek Lainnya :

Dan akhirnya, sehabis anda pun oke dengan idenya kancil. Dia pun mencabut Duri yang paling besar, tajam Dan juga panjang. sehabis kancil mendapatkan Duri tersebut, beliau pun pribadi pergi berlari membawa duri landak itu untuk menyerahkannya kepada Panglima Harimau.

" hai Tuan, tuan Harimau saya mendapatkan amanah dari rajaku. Bahwa raja kami siap untuk berperang dengan para Harimau. Dan sebagai buktinya, raja kamipun mengirimkan kumisnya untuk ditunjukkan kepada kamu Harimau." kata kancil dengan tegas kepada Harimau. Si kancil pun pribadi menyerahkan kumis dari duri landak itu kepada panglima Harimau

" kancil, ini kumis rajamu?" tanya Panglima Harimau
" ya Tuan Harimau, memang benar itu ialah kumis Raja kami yang paling kecil. Raja kami pun mendapatkan tantangan dari Raja kalian tuan Harimau." jawab kancil

Terlihat panglima Harimau dan prajurit-prajurit nya pun sangat terkejut alasannya ialah melihat kumis dari raja di pulau kecil itu yang besar, panjang dan tajam.

Panglima harimau pun berbisik kepada para prajuritnya " kumis raja pulau kecil ini sangat besar, tajam Dan juga panjang. Kita niscaya akan mendapatkan banyak kesulitan apabila melawannya."

" kemudian kita harus bagaimana,?" tanya salah satu prajurit kepada Panglima Harimau
" sebaiknya kita harus segera pergi dari pulau kecil ini, sebelum raja di Pulau ini murka." jawab panglima harimau kepada prajuritnya.

Dan akibatnya parah harimau itu pun pergi meninggalkan pulau kecil tersebut, panglima Harimau dan prajurit prajurit nya pun melanjutkan perjalanan kembali ke pulau pulau lainnya untuk mencari makanan. Dan semenjak ketika itu tidak ada 1 harimau pun yang berani tiba lagi ke pulau kecil itu.


Tag :
kancil, dongeng kancil, dongeng sikancil, kancil dan harimau, dongeng kancil, si kancil, dongeng sang kancil, binatang kancil, dongeng sang kancil, pola dongeng, dongeng pendek, cerpen silandak, cerpen harimau,

Saturday, November 10, 2018

Cerpen Lucu - Kerbau Yang Malas Dan Si Kancil

Adik-adik yang baik dimana pun berada, Nah kali ini Kerbau yang malas dan si kancil yang rajin bekerja. Hikmah edukatif yang dapat kita ambil dari kali ini yakni  jangan lah bermalas-malasan bekerja alasannya yakni kita banyak harta. Karena suatu ketika harta yang kita punya bakal habis. Nah adik-adik yang baik, kita baca dongeng nya saja yuk...

Kerbau yang malas dan si kancil yang rajin bekerja Cerpen Lucu - Kerbau Yang Malas Dan Si Kancil
Dongeng anak bergambar lucu
Satu cerita, suatu hari si kancil tampak terlihat kelelahan sekali, alasannya yakni beliau habis membantu pak tani memanen jagung. Tak berselang usang si kerbau melintas didepan sikancil.

"Hai kancil, kelihatannya kau sibuk sekali," tanya si kerbau.

Kancil yang sedang membereskan hasil panen pun berhenti sejenak dan menghampiri si kerbau didibawah pohon.

Dongeng Bangau dan Merak yang sombong

"Hai kerbau, apakah kau tidak melihat saya sedang bekerja, saya kerja keras menyerupai ini membantu pak tani, alasannya yakni saya tidak ingin pak tani menuduhku lagi sebagai pencuri ketimun, dan dengan kerja membantu pak tani saya dapat mendapat ketimun gratis darinya," jawab si kancil.

"Kasihan sekali ya kau kancil, untuk makan saja kau harus bekerja keras menyerupai itu. Coba kau lihat saya kancil, saya tidak bekerja, akan tetapi rumput masakan ku banyak tumbuh dimana-mana... ha..ha..ha," ujar sikerbau sambil mengunyah rumput.

Mendengar perkataan si kerbau, sikancil pun merasa dilecehkan, dihatinya sikancil ingin marah. Oleh alasannya yakni si kerbau yakni temannya iya menahan amarahnya kepada sikerbau.

Dan sikancil pun pergi melanjutkan pekerjaannya dari pada harus berdebat dengan si kerbau.

Singkat cerita, animo kemarau panjang pun datang. Rumput-rumput yang tadinya tampak hijau, kini bertahap berubah warna dan mati.

Sikancil yang sudah usang selalu membantu pak tani, tidak khawatir kekurangan makan. Karena pak tani sangat sayang kepadanya.

Sedangkan sikerbau yang hidup bermalas-malasan alasannya yakni awalnya banyak makanan, kini mulai mencicipi kekurangan makanan.

Saat si kancil sedang bekerja membantu pak tani, si kerbau pun muncul dan menyapa si kancil.

"Hai kancil, bisakah kau berikan saya sedikit masakan untuk ku kancil, perutku ini sangat lapar sekali," kata si kerbau kepada si kancil.

"Kau kenapa kerbau, dulu kau bilang kau tidak usah bekerja alasannya yakni masakan mu banyak, tapi kini kau memintaku untuk menunjukkan mu makanan," jawab sikancil masih menaruh kesal kepada si kerbau.

Dongeng persahabatan Tupai dan Ikan Gabus

"Memang kancil dahulu saya suka malas-malasan, alasannya yakni saya pikir masakan ku banyak terhampar dan tak akan pernah habis. Tapi alasannya yakni animo kering menyerupai ini, sumber masakan ku semuanya mati kekeringan," ujar si kerbau

Melihat keadaan si kerbau menyerupai itu, sikancil pun tidak tega. Walaupun hati sikancil masih menyimpan kesal, si kancil pun hasilnya menolong dan menunjukkan jatah makanannya kepada si kerbau.