Showing posts with label Cerita Lucu. Show all posts
Showing posts with label Cerita Lucu. Show all posts

Tuesday, November 27, 2018

Dongeng Pendek Lucu - Dongeng Kera Dan Kelinci

Monyet dan kelinci yang berlomba untuk menghilangkan kebiasaan jelek mereka. terlihat kelakuan yang sangat lucu dari mereka ketika mereka berusaha untuk tidak melaksanakan kebiasaan buruknya. Simak saja yu dongeng anak lucu nya

Awal dongeng pada suatu hari, terlihat di pinggir sungai ada seekor monyat dan seekor kelinci. Biasanya si kelinci suka mendengar kebiasaan jelek si monyet yang suka menggaruk-garuk hampir semua bab tubuhnya ia garuk-garuk.

Dan begitupun sebaliknya, Si monyetpun suka apabila mengobrol dengan si kelinci, akan tetapi si simpanse pun merasa terganggu dengan kebiasaan jelek si kelinci yang suka mengendus-endus dan suka menggerakan kuping nya kesisi kanan dan kesisi kiri.

 yang berlomba untuk menghilangkan kebiasaan jelek mereka Dongeng Pendek Lucu - Cerita Monyet Dan Kelinci
Lucu

Dongeng anak Lainnya :

Dan pada hasilnya simonyet pun memberanikan diri berkata dengan maksud menegur kepada si kelinci. "Hei kamu kelinci, apakah kamu sanggup menghentikan kebiasaan jelek mu itu ?" tegur si simpanse kepada si kelinci

"Menghentikan apa monyet?" si kelinci balik bertanya
"Berhenti mengendus-endus, berhenti menggerak-gerakan hidung, dan berhenti menggerak-gerakan indera pendengaran mu yang panjang itu kelinci..., Betapa buruknya kebiasaan kamu kelinci ..." Jawab si monyet

"Hei kamu monyet, kamu hanya sanggup menilai kebiasaan jelek ku saja, bagimana dengan kebiasaan jelek mu? di setiap kita lagi asik ngobrol kamu selalu saja menggeruk-garuk. Sungguh sangat jelek kebiasan mu itu monyet" Tegur si kelinci membalas teguran si simpanse tadi

"kelinci, saya tidak sanggup menghentika nya," kata si monyet
"Monyet, saya tidak selalu harus mengendus, menggerakan indera pendengaran dan hidung ku." kata si kelinci membalas perkataan yang di lontarkan si simpanse kepadanya tadi. Akhirnya mereka pun saling membalas pembicaraan itu. Dan si simpanse pun alasannya yakni tidak terima di tegur menyerupai itu oleh si kelinci, akhiranya si simpanse pun menantang kelinci untuk bertanding.

Si simpanse meminta si kelinci mulai ketika ini ia dihentikan lagi mengendus-endus dan menggerak-gerakan hidung dan telinganya lagi. dan si simpanse pun sama, ia tidak akan lagi menggaruk-garuk lagi.

Singkat cerita, keesokan harinya mereka berdua pun bertemu kembali di pinggir sungai ditempat biasanya mereka berdua bertemu. Mereka berdua sedang menjalankan misi tantangan yang susah, si simpanse jangan menggeruk-garuk lagi, begitupun si kelinci dihentikan mengendus-endus, atau menggerak-gerakan hidung dan telinganya.

Akhirnya sesuai dengan hasil keputusan komitmen mereka berdua, kelinci dan simpanse pun hanya duduk melamun saja. si simpanse tetap membisu tapi ia membisu sedang menahan ingin menggaruk mencicipi kulitnya yang sangat gatal, ia ingin menggaruk dagunya, dan lengan kiri dan kanan nya pun angat terasa gatal. Akan tetapi si simpanse tetap mencoba bertahan dan tetap terdiam.

Begitu pun halnya, si kelinci pun sedang berusaha menahan kebiasaan buruknya itu. Sebenarnya Ia ingin sekali mengendus-enduskan hidungnya, ingin sekali menggerakan kupingnya, tapi ia tetap terlihat duduk diam.

"Monyet, saya punya ide, Kita duduk membisu di sini sudah sangat lama, dan saya pun sudah mulai bosan. Bagaimana jikalau kita mengobrol dan bercerita untuk menghabiskan waktu." Kata si kelinci

"Itu inspirasi yang sangat anggun kelinci, silahkan kamu kelinci bercerita terlebih dahulu " Kata si monyet

Si kelinci pun mulai bercerita. "Monyet, ketika kemarin saya akan tiba kesini untuk menemui mu, saya mencium menyerupai ada singa di balik rerumputan. Oleh alasannya yakni itu, saya pun mengendus-endus udara, tetapi singa itu tidak ada disana. Tapi saya belum yakin di balik rumput itu tidak ada singa, Nah untuk memastikannya saya pun menggerakan hidung ku beberapa kali, tapi tidak ada wangi singa disana. Kemudian saya menggerak-gerakan indera pendengaran ku ke kiri dan kekanan untuk mendengarkan, tetapi memang tidak ada singa di sana. Dan hasilnya saya pun yakin bahwa di balik rumput itu memang tidak ada singa. Kemudian akupun melanjutkan perjalanan ke sini untuk menemuimu temanku."

Simonyet pun mendengarkan dongeng si kelinci itu yang bercerita sambil menggerak-gerakan hidung dan telinganya.

Kemudian si simpanse pun mulai bercerita. "temanku, kemarin pun sama. Saat saya akan menemuimu disini di tengah jalan saya berpapasan dengan beberapa anak-anak, mereka jahil sekali kepadaku kelinci. pertama salah satu diantara mereka melemparkan kelapa dan mengenai kepalaku sempurna disini, dan sianak satunya melemparkan batok kelapa dan sempurna sekali mengenai daguku disini kelinci. Dan dua anak wanita itu melempar ku dengan batok kelapa juga sempurna mengenai tangan kiri dan asisten ku. Kemudian akupun lari secepat-cepatnya ketepi sungai ini untuk menemui mu sahabat ku."

Sikelinci pun mendengarkan dan melihat gerakan simonyet ketika bercerita. Dan sikancil pun tertawa cekikikan, dan si monyetpun tertawa lebar. Sebenarnya sikelinci tahu apa yang dilakukan oleh simonyet, dan sebaliknya si simpanse pun tahu apa yang dilakukan si kelinci.

Dongeng anak Lainnya :

"ya...ya..ya monyet, dongeng mu memang sangat anggun monyet. tapi kamu kalah dalam pertandingan ini monyet, alasannya yakni kamu menggeruk ketika bercerita." kata sikelinci

"Iya kelinci, dongeng mu juga benar-benar anggun kelinci. Tetapi ketika kamu bercerita kamu mengendus-endus dan menggerakan indera pendengaran mu." balas si monyet

"aku pikir kita berdua tidak ada yang sanggup menghilangkan kebiasan jelek kita ini. Karena saya sendiri tidak sanggup menghilangkan kebiasaan ini " kata sikelinci sambil mengendus-endus dan mengerak-gerakan telinganya

"Aku pun sama kelinci, saya pun tidak sanggup menghilangkan kebiasaan jelek ini." Kata si simpanse sambil menggaruk-garuk kepala, dagu dan menggeruk asisten kirinya.

Akhirnya keduanya setuju, bahwa kebiasaan jelek mereka berdua susah dihilangkan. dan mereka pun oke untuk tidak merasa terganggu dengan kebiasaan mereka masing-masing.

Pesan moral dari Dongeng pendek ini yakni Bahwa setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan, Dan kita sebagai makhluk sosial harus sanggup mendapatkan kekurangan orang lain dan tidak memaksakan kehendak kita.
Tag:
dongeng pendek, dongeng anak, dongeng lucu, cerpen lucu, dongeng anak lucu, dongeng lucu untuk anak, dongeng sebelum tidur, dongeng fabel lucu, dongeng hewan lucu, cerpen monyet, cerpen kelinci, buku, cerpen simpanse yang rakus, cerpen simpanse serakah, dongeng simpanse dan kelinci

Thursday, November 22, 2018

Monyet Yang Rakus Dan Licik Tipu Seekor Kerbau

Adik-adik yang baik kali ini baca dongeng nya yuk...

Monyet Yang rakus dan licik tipu seekor kerbau Monyet Yang Rakus Dan Licik Tipu Seekor Kerbau

Pada suatu hari, ada seekor monyet yang sangat bandel sekali, selain bandel kera tersebut rakus dan suka mencuri buah-buahan para petani.

Perbuatannya menciptakan para petani resah dan para petani pun menjaga ladang mereka dengan ketat.

Dan tentu saja hal itu menciptakan si kera kebingungan, alasannya yakni kalau hingga tertangkap, nyawanya sanggup melayang.

Suatu hari si monyet meringis menahan lapar, beliau melihat burung gagak sedang membawa buah anggur. Melihat itu air liur si kera mulai berjatuhan.

Si kera berteriak kepada si gagak, "Hai gagak,"

Merasa di panggil gagak pun berhenti dan bertengger didekat monyet.

"Gagak, dari mana kamu sanggup buah anggur yang ranum itu?" tanya si monyet

"Aku mendapat buah ini dari kebun diseberang sungai, para petaninya baik hati, mereka tidak akan mengusir dan melukai kalau hanya mengambil buah yang sudah terjatuh ke tanah. Asal jangan makan buah-buahan yang masih ada dipohonnya." jawab si gagak.

Mendengar balasan si gagak, kera pun menjadi sangat girang. Dia pun segera menuju kebun diseberang sungai yang diceritakan si gagak.

Tapi sial, ia tidak sanggup menyebrangi sungai alasannya yakni airnya sedang meluap. Hal tersebut menciptakan si Monyet menjadi kebingungan, alasannya yakni ia tidak sanggup berenang untuk menyebrangi sungai.

Monyet pun melamun berfikir untuk sanggup menyebrangi sungai tersebut. Akhirnya si kera teringat kepada sahabatnya si kerbau. Si kera pun segera mencari si kerbau.

"Hai, kerbau sahabatku," sapa si monyet

"Ada apa monyet? wah kera kamu kini terlihat gemuk," kata si kerbau.

"Hehe... bagaimana saya tidak gemuk kerbau, saya makan lezat setiap hari, petani disebrang sungai sana selalu menunjukkan masakan lezat kepada ku. Dan saya diperbolehkan menghabiskan buah-buahan di kebunnya," kata si kera mulai merayu dan berbohong kepada si kerbau.

"Waahh... benarkah itu monyet? beruntung sekali kau, pantas saja kamu terlihat tambah gemuk." kata sikerbau tanpa sedikit pun curiga kepada si monyet.

"Apakah kamu mau ikut dengan ku sahabatku, kita makan sama-sama disana...!" kera mulai menipu si kerbau.

"Kau baik sekali monyet, sepakat saya ikut dengan mu, ayo kita kesana monyet," kata kerbau sangat girang.

"Tapi tunggu sebentar kerbau sahabatku, dikala ini untuk kesana agak susah alasannya yakni air sungai sedang meluap dan saya tidak sanggup berenang," kata si monyet.

"Itu problem simpel monyet, saya sanggup berenang. Nanti kamu sanggup naik kepunggung ku," jawab si kerbau tanpa curiga.

Merasa rayu tipunya berhasil, si kera merasa sanagt senang, kesudahannya si kera dan si kerbau pun segera pergi menuju kebun di sebrang sungai. Dan dikala menyebrangi sungai si kera naik di punggung si kerbau.

Setelah hingga di kebun, kera pun si kera yang rakus segera makan buah-buahan dengan lahapnya. Ia tidak memperdulikan buah yang masih ada di pohon, semuanya di makan.

Begitu pula si kerbau, ia pun makan dengan lahap. Karena si kerbau merasa buah-buahan memang sengaja diberikan kepada si monyet.

Tanpa mereka sadari, gerak-gerik mereka telah diperhatikan oleh para petani. Setelah si kerbau dan si kera tengah kekenyangan, para petani eksklusif menyergap kera dan kerbau.

Monyet yang sadar akan ancaman yang datang, segera berlari menyelamatkan diri meninggalkan kerbau yang kebingungan alasannya yakni tidak tahu problem yang sebenarnya.

Para petani melempari kerikil dan mengusir mereka, si kerbau pun berlari menyelamatkan diri dan badan sikerbau pun penuh dengan luka. Sedangkan si kera sudah tidak kelihatan batang hidung nya. Si kerbau mulai sadar bahwa dirinya telah di tipu oleh monyet.

Akhirnya sehabis berlari dari kejaran para petani, si kerbau pun hingga ditepi sungai. Dengan segera si kerbau terjun ke sungai untuk menyebrang.

Tiba-tiba si kera muncul, "Hai... kerbau sahabatku, tunggu aku... Apa kamu tega meninggalkan sahabat mu disini," teriak si kera memanggil si kerbau.

Melihat kemunculan si monyet, si kerbau bekerjsama sangat dongkol, "Jika kamu mau ikut menyebrang, cepatlah kamu melompat ke punggung ku," jawab si kerbau dengan nada ketus.

Si kera pun berlari dengan sekuat tenaga, kera semakin takut dan panik ketika mendengar bunyi para petani yang mengejar ada dibelakangnya.

Setelah hingga di pinggir sungai si kera pun segera melompat ke punggung si kerbau. Tapi naas, alasannya yakni perut si kera terlalu kenyang, menciptakan tubuhnya bertambah berat dan kurang lincah.

Lompatan si kera tidak hingga di punggung si kerbau, dan kesudahannya si kera pun tercebur ke sungai dan hanyut terbawa arus.

Friday, November 16, 2018

Dongeng Pendek : Kenapa Unta Hidup Di Gurun Pasir

Adik-adik yang baik, kali ini akan bercerita perihal kenapa unta tinggal digurun pasir bukannya dihutan. Yuk adik-adik kita baca dongengnya.

Suatu hari didalam hutan, Seekor Singa siraja hutan akan menyelenggarakan perayaan ulang tahun. Sang singa pun turut mengundang binatang-binatang yang ada di dalam hutan untuk hadir pada pesta perayaan ulang tahunnya, dan yang ikut diundang termasuk simpanse dan unta.

Semua hewan dihutan hadir, mereka terlihat gembira alasannya selama ini Sang Singa telah menjadi pemimpin yang baik. Termasuk binatang-binatang kecil juga merasa terlindungi.

 akan bercerita perihal kenapa unta tinggal digurun pasir bukannya dihutan Dongeng Pendek : Kenapa Unta Hidup Di Gurun Pasir

Perayaan ulang tahun sang Singa terlihat sangat meriah sekali. Selain para hewan yang ada didalam hutan hampir semua nya hadir, mereka juga beraksi membuktikan diri dengan kebolehannya masing-masing.

Sang Singa memenggil simpanse untuk menari di didepan para tamu, alasannya selama ini simpanse dikenal paling bakir menari. Dan simpanse pun maju kedepan para tamu.

"Inilah Monyet... Penari terbaik yang ada dihutan ini..." ucap Sinoa

Monyet menunjukkan hormat dan senyum termanisnya kepada para tamu yang hadir. Dan simpanse pun mulai menari dengan indah dengan diiringi bunyi nyayian burung yang merdu, dan hewan lainnya yang juga ikut bernyanyi.

"Indah sekali tarian si monyet," ucap gajah
Binatang lain juga tidak memungkirinya, memang simpanse yaitu penari yang paling hebat. Tak hanya para tamu yang hadir yang memuji keindahan tarian si monyet, termasuk Sang Singa pun dibentuk kagum oleh tarian monyet.

Akan tetapi ada salah satu hewan yang merasa iri melihat para tamu semua hampir memuji monyet. Dia yaitu si unta, unta merasa bahwa tarian simpanse biasa-biasa saja, tidak terlihat indah.

"Aaahhh, saya juga sanggup menari, bahkan lebih indah dari tarian si monyet." ucap si unta

Monyet pun final menari dan para hewan bertepuk tangan, kecuali si unta. Unta pun memberanikan diri untuk maju, si unta bertekad akan menari dengan sangat indah bahkan lebih indah dari tarian si monyet.

"Paduka, ijinkan hamba menari. Hamba juga sanggup menari bahkan jauh lebih indah dibandingkan tarian si monyet," Ucap unta meminta ijin kepada sang Singa.

Sang Singa pun mempersilahkan si unta untuk menar. Burung mulai mengiringi dengan nyanyian dan kemudian unta pun mulai menari-nari. Akan tetapi alasannya tubuhnya besar, bukan tarian yang indah yang ia tampilkan. Melainkan gerakan-gerakan yang terlihat konyol, ketika si unta mengengkat satu kakinya dan kemudian ia terjatuh dan mengenai Sang Singa.

Sang singa pun geram dan marah, alasannya ia hampir saja terluka alasannya ulah si unta.
"Tangkap unta ini dan bawa beliau pergi dari sini," Seru sang Singa marah.

Baca Juga Dongeng Lainnya:

Beberapa hewan kemudian mengusir si unta. Bukannya mendapat kebanggaan si unta malah terusir dari pesta itu, dan bahkan terusir juga dari hutan. Itu semua alasannya sifat iri hati si unta.

Itulah kenapa hingga ketika ini unta tinggal digurun pasir. Si unta bahwasanya sangat menyesal alasannya sudah iri dengan monyet. Akan tetapi sang Singa si raja hutan sudah tidak mau lagi menerimanya dihutan.

Tag:
dongeng unta, dongeng singa, dongeng monyet, dongeng gajah, dongeng sang singa, dongeng raja hutan, dongeng burung, dongeng ulang tahun, si unta, cerpen monyet, cerpen, cerita pendek

Saturday, November 10, 2018

Cerpen Lucu - Kerbau Yang Malas Dan Si Kancil

Adik-adik yang baik dimana pun berada, Nah kali ini Kerbau yang malas dan si kancil yang rajin bekerja. Hikmah edukatif yang dapat kita ambil dari kali ini yakni  jangan lah bermalas-malasan bekerja alasannya yakni kita banyak harta. Karena suatu ketika harta yang kita punya bakal habis. Nah adik-adik yang baik, kita baca dongeng nya saja yuk...

Kerbau yang malas dan si kancil yang rajin bekerja Cerpen Lucu - Kerbau Yang Malas Dan Si Kancil
Dongeng anak bergambar lucu
Satu cerita, suatu hari si kancil tampak terlihat kelelahan sekali, alasannya yakni beliau habis membantu pak tani memanen jagung. Tak berselang usang si kerbau melintas didepan sikancil.

"Hai kancil, kelihatannya kau sibuk sekali," tanya si kerbau.

Kancil yang sedang membereskan hasil panen pun berhenti sejenak dan menghampiri si kerbau didibawah pohon.

Dongeng Bangau dan Merak yang sombong

"Hai kerbau, apakah kau tidak melihat saya sedang bekerja, saya kerja keras menyerupai ini membantu pak tani, alasannya yakni saya tidak ingin pak tani menuduhku lagi sebagai pencuri ketimun, dan dengan kerja membantu pak tani saya dapat mendapat ketimun gratis darinya," jawab si kancil.

"Kasihan sekali ya kau kancil, untuk makan saja kau harus bekerja keras menyerupai itu. Coba kau lihat saya kancil, saya tidak bekerja, akan tetapi rumput masakan ku banyak tumbuh dimana-mana... ha..ha..ha," ujar sikerbau sambil mengunyah rumput.

Mendengar perkataan si kerbau, sikancil pun merasa dilecehkan, dihatinya sikancil ingin marah. Oleh alasannya yakni si kerbau yakni temannya iya menahan amarahnya kepada sikerbau.

Dan sikancil pun pergi melanjutkan pekerjaannya dari pada harus berdebat dengan si kerbau.

Singkat cerita, animo kemarau panjang pun datang. Rumput-rumput yang tadinya tampak hijau, kini bertahap berubah warna dan mati.

Sikancil yang sudah usang selalu membantu pak tani, tidak khawatir kekurangan makan. Karena pak tani sangat sayang kepadanya.

Sedangkan sikerbau yang hidup bermalas-malasan alasannya yakni awalnya banyak makanan, kini mulai mencicipi kekurangan makanan.

Saat si kancil sedang bekerja membantu pak tani, si kerbau pun muncul dan menyapa si kancil.

"Hai kancil, bisakah kau berikan saya sedikit masakan untuk ku kancil, perutku ini sangat lapar sekali," kata si kerbau kepada si kancil.

"Kau kenapa kerbau, dulu kau bilang kau tidak usah bekerja alasannya yakni masakan mu banyak, tapi kini kau memintaku untuk menunjukkan mu makanan," jawab sikancil masih menaruh kesal kepada si kerbau.

Dongeng persahabatan Tupai dan Ikan Gabus

"Memang kancil dahulu saya suka malas-malasan, alasannya yakni saya pikir masakan ku banyak terhampar dan tak akan pernah habis. Tapi alasannya yakni animo kering menyerupai ini, sumber masakan ku semuanya mati kekeringan," ujar si kerbau

Melihat keadaan si kerbau menyerupai itu, sikancil pun tidak tega. Walaupun hati sikancil masih menyimpan kesal, si kancil pun hasilnya menolong dan menunjukkan jatah makanannya kepada si kerbau.