Showing posts sorted by relevance for query dongeng-pendek-bangau-tua-yang-licik. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query dongeng-pendek-bangau-tua-yang-licik. Sort by date Show all posts

Thursday, November 29, 2018

Dongeng Pendek - Bangau Renta Yang Licik

Cerita Bangau bau tanah yang licik hasil sadur ulang terjemahan kedalam bahasa indonesia. Cerita berisi pesan moral bahwa perbuatan licik akan mendapat jawaban celaka.

Diceritakan dahulu kala. Ada seekor bangau bau tanah yang susah, susah alasannya ia tidak sanggup menangkap ikan secepat dulu lagi. Usianya telah menggerogoti kekuatan dan kegesitan nya, padahal Talaga dimana daerah ia tinggal aneka macam ikannya yang berwarna-warni.

 hasil sadur ulang terjemahan kedalam bahasa indonesia Dongeng Pendek - Bangau Tua Yang Licik
dongeng pendek

Si bangau yang sudah bau tanah itu telah menjadi loyo dan lemah, ia tidak sanggup lagi menangkap ikan-ikan di danau itu. Sejenak bangau itu berpikir,
" tampaknya saya harus memakai siasat" dalam pikiran bangau bau tanah itu.
Kemudian bangau bau tanah itu pasang agresi di tepi Telaga. Ia bangun terpekur dengan wajah murung dan sedih. Walau pun kan-ikan yang berenang di dekatnya sengaja tidak ia hiraukan, padahal menyerupai biasanya ia selalu mematuk atau memangsa ikan-ikan di dalam danau itu.

Tiba-tiba seekor kodok menghampirinya dan bertanya " pak Bangau, mengapa engkau kelihatan duka sekali? Mengapa engkau tidak mencoba menangkapku?"
" tidak," kata bangau dengan sedih. " saya sudah tua, saya sudah cukup puas alasannya sudah aneka macam ikan ikan, kodok kodok dan kepiting kepiting yang ku makan dari Telaga ini."
" lho? Terus kenapa kok kelihatannya engkau bersedih?" sahut Si Kodok
" semuanya akan berakhir..." kata bangau tua.
" ada apa kiranya bangau?" si Kodok penasaran.

Kembali sibangau berkata dengan sedih, " kemarin saya telah mendengar rencana penduduk setempat, rupanya mereka akan mengosongkan Telaga ini dan akan menimbun dengan tanah untuk menanam buah dan sayuran."
" wah, itu gawat sekali...!" seru Si Kodok
" Iya, semua ikan-ikan, kodok, kepiting dan hewan-hewan lainnya akan mati tertimbun oleh tanah, kemudian saya juga mungkin akan mati alasannya tidak sanggup mencari makan lagi." ujar si bangau duka dengan diiringi tetes air mata.

Si Kodok yang lincah berenang itu segera memberitahukan hal itu kepada penghuni Telaga lainnya. Semua ikan, kodok, kepiting dan hewan-hewan kecil lainnya ketakutan mendengar informasi jelek itu.
" apa yang harus kita lakukan?" tanya mereka kepada sesamanya
" mari kita menemui Pak Bangau, ia lebih bau tanah dan berpengalaman Mungkin ia bisa membantu untuk menyelamatkan kita."

Sambil menangis tersedu-sedu semua penghuni Telaga menghadap bangau tua, mereka memohon," selamatkanlah kami, kami tidak mau mati. Hanya engkau bangau bau tanah yang sanggup memikirkan rencana untuk menyelamatkan kami."
Si burung bangau bau tanah berpura-pura berfikir dengan keras dan berkata
" saya akan mencoba kemampuan terbaik untuk menyelamatkan nyawa kalian semua, saya tahu Telaga lain cuma agak sedikit jauh dari sini. Bila kalian percaya kepadaku, saya akan membawamu dan semuanya ke sana." begitu ucap bangau bau tanah kepada para penghuni danau.

Akhirnya, semua ikan, kodok dan kepiting mulai bertengkar di antara mereka sendiri. Masing-masing ingin paling dulu dibawa oleh si Bangau.
" sebentar, sebentar semuanya," kata si bangau dengan tegas " kita semua harus sabar. Aku sudah bau tanah dan lemah serta gampang lelah. Aku akan membawamu seekor seekor pada waktu pada satu waktu. Aku akan membawa ikan-ikan terlebih dahulu."
" kini saatnya menjalankan rencana itu," pikir sang Bangau.
Lalu kemudian ia cepat-cepat mematuk seekor ikan di paruhnya yang tajam itu kemudian bangau bau tanah pun terbang.

" sudah hingga kah kita ke Telaga, tuan Bangau?" tanya si ikan dengan sangat ketakutan sesudah beberapa usang dibawa terbang oleh si Bangau bau tanah dua.
" ehem, ehem," jawab sibangau dengan paruhnya mengatup lebih erat pada ikan. Kemudian si bangau bau tanah hinggap pada tebing Karang dan dengan cepat yang melahap mangsanya.

Hari-hari berlalu penuh kegembiraan bagi sang Bangau. Manakala ia merasa lapar, ia akan mengambil seekor ikan dan berpura-pura mengangkutnya ke Telaga yang baru, menjadikannya santapan lezat.

Suatu hari, seekor Kepiting tiba menuju sang Bangau dan bersungut-sungut " pak bangau, itu tidak adil. Kau tampaknya hanya membantu para ikan saja. Setiap hari engkau membawanya meninggalkan Telaga ini, kemudian kapan giliranku?"
Si bangau bau tanah pun tersenyum licik pada dirinya " hehehe... Kesempatan baik mendapat ekor kepiting untuk makan siang hari ini," pikir Si bangau bau tanah di dalam hatinya
" sepakat kepiting," kata si Bangau, " hari ini giliranmu."

Akhirnya, si bangau bau tanah itu membawa si kepiting dalam paruhnya dan segera terbang. Mereka terbang agak jauh tetapi kepiting tidak sanggup melihat gejala adanya telaga yang dijanjikan.
Ketika sang bangau mulai menukik menuju tebing Karang di bawah, sedikit timbul kecurigaan si kepiting. Ketika mereka semakin akrab pada tebing, sang kepiting terkejut menyaksikan tulang tulang ikan awut-awutan dimana-mana. Akhirnya sang kepiting menyadari, apa yang bergotong-royong yang telah dilakukan oleh si bangau tua.

Cerita Lainnya :

" ternyata ia menipu kami," pikir Si kepiting." awas ya, akan kubalas kamu bangau tua."
Ketika bangau mulai terbang merendah, tiba-tiba si kepiting mencengkeram leher bangau yang panjang dan ramping itu dengan cupit nya yang berpengaruh dan menjepitnya kuat-kuat.

" aduh," sang bangau memekik " lepaskan aku!"
Akan tetapi sikepiting malah justru menguatkan dan mengeraskan jepitannya. Sibangau bau tanah berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari cengkraman Kepiting itu akan tetapi ia tidak berhasil.

" mampuslah kamu bangau keparat," teriak si kepiting dengan mengerahkan seluruh tenaganya hingga leher sibangau putus. Kepalanya menggelinding ke tanah. Si kepiting yang pemberani itu menyeret kepala bangau yang putus ke dalam telaga. Semua penghuni Telaga bertanya heran,

"lho,,? Kamu kenapa kok kembali lagi?"
" Iya," jawab si kepiting dengan sangat murka " pak bangau rupanya yaitu penipu besar. Ia secara licik telah menciptakan jebakan untuk membunuh semua ikan, kodok dan kepiting dari Telaga ini. Ia telah berbohong perihal membawa kita dengan selamat. Ia hanya membawa kita satu persatu pada tebing Karang yang tandus Dan melahap Kita. Namun bagaimanapun juga, saya telah mengakhiri rencana jahatnya itu dengan cara memutus lehernya."

Seluruh penghuni Telaga itu bersorak gembira, mereka mengelu-elukan si kepiting sebagai pahlawan yang telah menyelamatkan jiwa mereka.

Terms :
bangau licik,

Sunday, November 18, 2018

Si Kancil Yang Arif Dan Harimau

Kali ini cerpen fabel si Kancil yang cerdik dan harimau yang sangat berpengaruh dengan teman-temannya.

Awal cerita, pada suatu hari terjadilah tragedi kelaparan di suatu pulau yang penghuninya kebanyakan dihuni oleh harimau harimau. Para Harimau pun kelaparan, hari demi hari para harimau itu makin sangat kelaparan, alasannya ialah setiap hari sudah tidak ada lagi binatang yang sanggup mereka mangsa untuk mengisi isi perut mereka.

 dan harimau yang sangat berpengaruh dengan sahabat Si Kancil Yang Cerdik Dan Harimau
Si kancil yang cerdik

Dongeng Pendek Lainnya :

Singkat dongeng akibatnya raja dari para harimau gitu mengutus Panglima dan para prajuritnya untuk pergi ke sebuah pulau kecil yang berada di seberang dan segera kembali dengan membawa banyak makanan.

Panglima dan para prajuritnya pun pergi ke sebuah pulau kecil itu, perjalanan ke pulau kecil cukup terasa sangat jauh. Dan akhirnya, panglima dan prajuritnya pun hingga juga di daerah tujuan mereka. Terlihat para harimau itu sangat takjub dengan keindahan ada di pulau kecil itu. Akan tetapi, setibanya mereka di pulau itu yang mereka lihat hanyalah seekor kancil kecil sedang di tepi pantai.

Si Kancil pun melihat panglima Harimau dan prajurit prajuritnya, si kancil mencoba berlari akan tetapi beliau terlambat alasannya ialah beliau sudah dikepung oleh para harimau itu.

" hey kancil...! Dimanakah rajamu ? Kami semua tiba ke pulau ini untuk meminta makanan. Jika kalian dan penghuni Pulau ini menolak, kami akan menyerang pulau kecil ini. Dan coba kamu lihat kancil, kami membawa pecahan kumis raja kami." kata sang Panglima harimau itu dengan menunjukkan kumis rajanya.

" wow, kumis ini sangat besar sekali. Aku yakin niscaya raja harimau sangat besar dan berpengaruh juga. Baiklah harimau saya akan membawa Kumis rajamu ini, untuk saya tunjukkan kepada raja di Pulau ini" sahut si kancil.

Kancil pun pergi dengan bawa kumis raja harimau. Akan tetapi bahwasanya dalam hatinya kancil sangat kebingungan alasannya ialah di pulau kecil itu memang tidak ada raja. Dalam perjalanannya kancil melihat sahabatnya yaitu seekor landak yang cukup besar, dan si kancil yang terpelajar pun akibatnya menemukan sebuah ilham yang hebat

Dihampiri lah silandak itu oleh kancil
" hei sahabatku, bisakah kamu membantuku saya sangat membutuhkan bantuanmu sahabatku...!" kancil berkata kepada silandak.

" hah, kamu meminta sumbangan ku kancil? Memang bahwasanya apa yang sanggup saya bantu untukmu kancil?" tanya silandak
" saya membutuhkan bantuanmu semoga semua binatang di pulau kecil ini selamat, alasannya ialah di tepian pantai sana sudah menunggu para Harimau. Dan saya memiliki ilham untuk mengusir para harimau itu." jawab kancil

Dongeng Pendek Lainnya :

Dan akhirnya, sehabis anda pun oke dengan idenya kancil. Dia pun mencabut Duri yang paling besar, tajam Dan juga panjang. sehabis kancil mendapatkan Duri tersebut, beliau pun pribadi pergi berlari membawa duri landak itu untuk menyerahkannya kepada Panglima Harimau.

" hai Tuan, tuan Harimau saya mendapatkan amanah dari rajaku. Bahwa raja kami siap untuk berperang dengan para Harimau. Dan sebagai buktinya, raja kamipun mengirimkan kumisnya untuk ditunjukkan kepada kamu Harimau." kata kancil dengan tegas kepada Harimau. Si kancil pun pribadi menyerahkan kumis dari duri landak itu kepada panglima Harimau

" kancil, ini kumis rajamu?" tanya Panglima Harimau
" ya Tuan Harimau, memang benar itu ialah kumis Raja kami yang paling kecil. Raja kami pun mendapatkan tantangan dari Raja kalian tuan Harimau." jawab kancil

Terlihat panglima Harimau dan prajurit-prajurit nya pun sangat terkejut alasannya ialah melihat kumis dari raja di pulau kecil itu yang besar, panjang dan tajam.

Panglima harimau pun berbisik kepada para prajuritnya " kumis raja pulau kecil ini sangat besar, tajam Dan juga panjang. Kita niscaya akan mendapatkan banyak kesulitan apabila melawannya."

" kemudian kita harus bagaimana,?" tanya salah satu prajurit kepada Panglima Harimau
" sebaiknya kita harus segera pergi dari pulau kecil ini, sebelum raja di Pulau ini murka." jawab panglima harimau kepada prajuritnya.

Dan akibatnya parah harimau itu pun pergi meninggalkan pulau kecil tersebut, panglima Harimau dan prajurit prajurit nya pun melanjutkan perjalanan kembali ke pulau pulau lainnya untuk mencari makanan. Dan semenjak ketika itu tidak ada 1 harimau pun yang berani tiba lagi ke pulau kecil itu.


Tag :
kancil, dongeng kancil, dongeng sikancil, kancil dan harimau, dongeng kancil, si kancil, dongeng sang kancil, binatang kancil, dongeng sang kancil, pola dongeng, dongeng pendek, cerpen silandak, cerpen harimau,