Showing posts sorted by relevance for query kisah-para-sahabat-rasulullah. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query kisah-para-sahabat-rasulullah. Sort by date Show all posts

Tuesday, December 25, 2018

Kisah Para Sobat Rasulullah - Abdurrahman Bin Auf R.A

Adik-adik yang baik, suka baca para sahabat Rasulullah. Dalam seri "Para Sahabat Rasulullah" kali ini akan bersama seorang satria Islam yang pemberani, bertaqwa, kaya raya, sahabat erat Nabi yang mulia, dan populer dengan kepribadiannya yang sangat dermawan. Ia ialah seorang pria yang rela menyerahkan harta bendanya demi dakwah dijalan Allah SWT. Ia juga seorang yang lemah lembut tutur kata dan perangainya, serta mempunyai adab mulia.

Mari adik-adik kita baca saja kisah para sahabat dan sekaligus para pendekar Rasulullah yang satu ini.

Siapakah Abdulrrahman Bin Auf ?

Setelah sepuluh tahun dari kelahiran Nabi Muhammad Saw. Lahirlah seorang putra yang sangat di idam-idamkan ileh Kabilah Zahra. Putra ini diberi nama Abdurrahman bin Auf bin Abdul Harits bin Zahra bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luai Al-Quraisyi. Ibunya, Syifa binti Auf ialah seorang perempuan shalehah yang juga berasal dari Kabilah Zahra.

 kali ini akan bersama seorang satria  Kisah Para Sahabat Rasulullah - Abdurrahman Bin Auf r.a
Kisah Para Sahabat Nabi

Abdulrrahman bin Auf lahir dan besar dilingkungan yang baik, pemberani, menyayangi kebaikan dan penuh kemuliaan akhlak. Ia ialah satu dari delapan orang yang pertama masuk Islam. Dan ia termasuk diantara sepuluh sahabat Nabi yang akan eksklusif masuk Surga. Oleh alasannya itu Amirul Mukminin, Umar bin Khattab, mencalonkan Abdurrahman bin Auf sebagai Khalifah (Pemimpin Islam) selepas ia tiada.

Abdulrrahman bin Auf ialah satu daridelapan sahabat Nabi yang pertama kali masuk Islam. Sebab itu, ia banyak mendapat siksaan dari kaum Musyrik di Mekkah akhir keislamannya. Sebagaimana siksaan juga diterima oleh sahabat-sahabat Nabi yang lain, ibarat Umar bin Yasir, Sumaiyah, dan Bilal.

Ditengah penyiksaan yang mereka terima, Rasulullah Saw mendapat kabar bahwa dinegeri Habasyah terdapat Raja yang bijaksana dan adil, raja itu berjulukan Najasi. Lalu Rasulullah memerintahkan kepada kaum muslimin untuk hijrah kesana. Hijrah ini dipimpin oleh Abdurrahman bin Auf. Dan kejadian ini merupakan hijrah pertama dalam sejarah dakwah Islam.

Setelah beberapa tahun tinggal di Habasyah, kaum muslimin menyangka bahwa keadaan di Mekkah sudah aman. Maka Abdurrahman bin Auf beserta keluarga dan sebagian kaum muslimin yang lainnya tetapkan untuk kembali ke Mekkah. Tetapi saat sampai, keadaan tidak berubah. Penyiksaan semakin bertambah parah, kemudian kaum Muslimin tetapkan untuk hijrah yang kedua, akan tetapi bukan ke Habasyah me;lainkan ke Madinah.

Seorang Suri Tauladan

Setelah hingga di Madinah, Rasulullah Saw. mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dengan kaum Anshar. Dalam kejadian ini, Rasulullah Saw. mengikat tali persaudaraan antara Sa'ab bin Rabi' al-Anshari dengan Abdurrahman bin Auf.

 kali ini akan bersama seorang satria  Kisah Para Sahabat Rasulullah - Abdurrahman Bin Auf r.a
Kisah sahabat Nabi

Sa'ad bin Rabi' al-Anshari berkata, " Wahai Abdurrahman! Ambilah separuh dari hartaku, kambing, unta dan sapi ini." Akan tetapi, Abdurrahman bin Auf menolaknya dengan lembut, "Tidak, wahai saudaraku. Tunjukanlah pasar kepadaku, supaya saya sanggup berdagang disana." Hingga pada suatu hari, Abdurrahman bin Auf menjadi saudagar kaya raya di Madinah.

Seorang Pejuang Sejati

Abdurrahman bin Auf ialah seorang satria yang tangguh dan pejuang sejati yang dipercayai oleh Rasulullah Saw. Pada suatu hari, Rasulullah Saw. mengutus Abdurrahman bin Auf untuk bertempur dimedan perang, Daumah Jandal. Pada bulan Sya'ban, tahun ke-6 H. Sebelum pergi berperang, Rasulullah Saw. mengikatkan sorbandikepala Abdurrahman bin Auf sambil berkata, "Sebutlah nama Allah SWT. dan taatlah apa yang telah diperintahkan kepadamu."

Berkat pertolongan Allah Swt., pertempuran pun dimenangkan oleh pihak Abdurrahman bin Auf. Dan pemimpin tentara musuh, al-Asbakh bin Amru al-Kalbi memeluk Islam. Dan sebelumnya al-Asbakh merupakan seorang penganut agama kristen.

 kali ini akan bersama seorang satria  Kisah Para Sahabat Rasulullah - Abdurrahman Bin Auf r.a
Kisah Para Sahabat Nabi

Kabar kemenangan ini pun hingga kepada Rasulullah Saw. kemudian Abdurrahman bin Auf disarankan supaya menikahi Tamadzar binti al-Asbakh. Ia pun kemudian menikahinya dan membawanya pulang ke Madinah.

Seorang Lelaki Mulia lagi Shaleh

Rasulullah Saw. mendengar kabar bahwa raja Romawi sedang mempersiapkan pasukan untuk menyerang dan menghancurkan kaum Muslimin. Rasulullah Saw. pun mempersiapkan segala sesuatunya untuk melawan pasukan Romawi. Akan tetapi, keadaan kaum Muslimin tidaklah baik. Musim kelaparan sedang melanda mereka. Oleh alasannya itu, Rasulullah Saw. membuka pundi-pundi amal bagi siapa saja yang hendak memberi sedekah.

Abdurrahman bin Auf dengan Ikhlas menyerahkan beribu-ribu dinar, kambing dan juga sapi kepada Rasulullah Saw. untuk kepentingan dakwah Islam. Kemudian Utsman bin Affan tiba kepada Rasulaullah Saw. disusul kemudian Abu Bakar, dan Umar bin Khattab. Seperti itulah para sahabat Nabi, mereka lebih mementingkan dakwah Isalam dan mengesampingkan kepentingan pribadi. Sungguh mereka ialah contoh sejati umat.

Ketika tentara Islam hendak shalt fajar, akan tetapi persediaan air sangatlah terbatas. Sehingga Rasulullah Saw. mencari kawasan yang agak jauh untuk buang hajat dan berwudhu. Hal ini menciptakan Rasulullah terlambat untuk shalat sunah berjamaah. Sementara kaum Muslimin khawatir lantaran hampir masuk waktu subuh. Akhirnya mereka menentukan Abdurrahman bin Auf untuk menjadi imam shalat.

Selepas shalat Rasulullah saw. berkata, "Betapa bangganya seorang Nabi sanggup shalat dibelakang pria shaleh dari umatnya."

Seorang Kepercayaan Penduduk Bumi Dan Langit

Dikisahkan dari Abdullah bin Umar, bahwa Abdurrahman bin Auf bertanya, " Apakah kalian oke dan bersedia apabila kau menentukan pemimpin satu di antara kalian?"
Ali bin Abi Thalib menjawab, "Aku ialah orang pertama yang akan menyetujuimu, wahai Abdurrahman. Sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda, 'Kamu ialah orang kepercayaan penduduk langit dan bumi.'" ini merupakan suatu kemuliaan tersendiri bagi Abdurrahman bin Auf.

Seorang Ahli Fikih

Abdurrahman bin Auf ialah sahabat yang paling banyak mendengar hadits dari Rasulullah Saw. Ibnu Abbas mengisahkan, saat Umar pergi ke Syam, ia mendengar kabar bahwa wabah penyakit telah melanda. Maka berkumpullah para sahabat untuk bermusyawarah. Satu sama lain beropini sesuai dengan pendapat dan keyakinannya.

Aburrahman bin Auf berkata," Aku telah mendengar Rasulullah Saw. bersabda,'Apabila disuatu negeri telah tertimpa musibah, maka kau janganlah pergi kepadanya. Dan apabila kau berada didalamnya, maka janganlah kau pergi atau lari darinya."

Abdurrahman Bin Auf Wafat

Semasa hidup Abdurrahman bin Auf tidak tergiur oleh kemewahan duniawi. Ia selalu mengingat akan kematian. Dan senantiasa mengajak kaum Muslimin untuk selalu bertaqwa, serta ta'at kepada Allah Swt. Abdurrahman bin Auf wafat tahun 31 H., pada usia 75 tahun. Jenazah Abdurrahman bin Auf dimakamkan di Baqi', Madinah al-Munawaroh. Abdurrahman bin Auf berkata,"Wahai para pengikut Muhammad Saw. dengarkanlah wasiatku! Setiap orang yang ikut perang Badar, ia berhak mendapat 400 dinar dari harta peninggalanku."

Monday, December 24, 2018

Kisah Sahabat Rasulullah, Mu'adz Bin Jabal R.A (Imam Para Ulama) - Bag 1

Adik-adik yang baik, kembali lagi dengan sahabat Rasulullah Saw. yang berjulukan Mu'adz bin Jabal. Mari adik-adik kita baca saja yuk kisahnya dan biar menginpirasi adik-adik yah...

Kisah Mu'adz bin Jabal r.a

Mu'adz bin Jabal dilahirkan 20 tahun sebelum Nabi Muhammad Saw. hijrah ke Madinah. Ia yakni seorang cowok yang rupawan lemah lembut perangainya berakhlak mulia, dan pribadinya selalu dihiasi dengan sifat rendah hati.

Sejak masuk Islam, Mu'adz bin Jabal selalu menemani Rasulullah pergi kemana saja dia pergi. Ia tumbuh dan besar dibawah bimbingan Rasulullah, hingga kesudahannya ia menjadi seorang pakar hadits dan mempunyai nalar yang cerdas.

 Kali ini akan berkisah perihal seorang  Kisah Sahabat Rasulullah, Mu'adz Bin Jabal r.a (Imam para Ulama) - Bag 1
Kisah para sahabat Nabi

Hal pertama yang dilakukan Rasulullah dikala hingga di Madinah yakni membangun masjid. Dengan hati yang penuh keikhlasan dan kebahagiaan, sahabat Mu'adz bin Jabal turut membangun pembangunan masjid ini.

Setelah membangun masjid selesai, Rasulullah menguatkan ikatan tali persaudaraan sesama kaum Muslimin di Madinah, antara kaum Anshar Madinah dan kaum Muhajirin Mekkah. Dalam ikatan persaudaraan ini, Rasulullah mempertemukan Mu'adz bin Jabal dengan Abdullah bin Mas'ud.

Sang Mujahid

Adik-adik, dalam membuatkan agama Islam, sahabat Mu'adz bin Jabal mempunyai tugas yang besar. Pada tahun ke-2 Hijriyah, dikala Perang Badar, Mu'adz bin Jabal beserta kaum Muslimin berjuang dengan penuh semangat di medan perang.

Hingga Allah SWT mengabadikannya di dalam Al-Quran :
"Sungguh Allah telah menolong kau dalam peperangan Badar. Padahal dikala itu kau adalahorang-orang yang lemah. Karena itubertakwalah kepada Allah, supaya kau mensyukuri-Nya." (Q.S: Ali Imran: 123).

Saat perang Badar terjadi, Mu'adz bin Jabal dikala itu masih berusia 20 tahun.

Kemudian tahun berikutnya, pada tahun ke-3 Hijriyah, terjadi perang Uhud. Pada peperanagan kali ini, kekalahan menimpa kaum Muslimin. Kekalahan ini akhir kelicikan kaum Munafik Madinah. Akan tetapi, sahabat Mu'adz tetap teguh, pantang menyerah, dan selalu menemani Rasulullah Saw. dalam berjihad di medan perang.

 Kali ini akan berkisah perihal seorang  Kisah Sahabat Rasulullah, Mu'adz Bin Jabal r.a (Imam para Ulama) - Bag 1
Kisah para sahabat Nabi

Dan banyak peperangan yang lain yang sahabat Mu'adz ikut bertempur, ibarat perang Khandaq, dimana semua kelompok musuh mengepung kota Madinah, Mu'adz bin Jabal termasuk orang yang sabar, tegar dan berfikiran jernih menghadapi situasi yang mencekam itu. Setiap peperangna yang terjadi, Mu'adz bin Jabal selalu ikut serta menemani Rasulullah Saw. dengan gagah berani, ia selalu berada di garis terdepan.

Hakim di Negri Yaman

Suatu hari, Rasulullah Saw. memberi kepercayaan penuh kepada Mu'adz bin Jabal untuk mengurusi umat Islam di Yaman. Ia diutus kesana untuk menjadi hakim dan membimbing mereka.

Sebelum berangkat, Rasulullah Saw. memberi nasehat dan kemudian bertanya kepada Mu'adz.
"Wahai Mu'adz, dengan apa kau akan tetapkan suatu perkara?" Mu'adz menjawab, "Aku akan memakai kitab Allah"

Rasulullah Saw. kemudian bertanya lagi, "Apabila kau tidak menemukan di kitab Allah?" Mu'adz menjawab, "Aku akan memakai sunnah Rasulullah Saw."

Rasulullah Saw. bertanya kembali, "Apabila kau tetap tidak menemukannya di sunnah Rasulullah Saw.?" Mu'adz menjawab, "Aku akan berijtihad dengan akalku dan tidak akan berlebih-lebihan."

Mendengar balasan cerdas Mu'adz ini, Rasulullah Saw. merasa senang dan kemudian bersabda, "Segala puji bagi Allah SWT. yang telah setuju dengan utusan-Nya dengan apa yang diridhai Rasulullah Saw."

Tatkala Mu'adz hendak berjalan pergi, Rasulullah berwasiat kepadanya, "Wahai Mu'adz, barangkali kau tidak akan bertemu saya lagi sesudah tahun ini. Kelak kau akan melintasi masjid dan makamku berada di atasnya (tanah)," ucap Rasulullah menasehati.

Mendengar wasiat Rasulullah Saw. ini, hati Mu'adz pun tersentuh. Ia murung hingga meneteskan air mata.

Kepribadian Mu'adz bin Jabal

Mu'adz yakni seorang lelaki yang bertakwa kepada Allah SWT. Ia seorang yang alim, zuhud dan juga pendidik yang penuh dengan keikhlasan. Sehingga orang-orang yang mengenal dirinya pun menaruh hormat kepadanya.

Mengenai hal ini, Rasulullan Saw. pernah bersabda, "Mu'adz bin Jabal yakni umatku yang paling mengerti mengenai halal dan haram," dan sabda dia yang lain, "Mu'adz bin Jabal yakni seorang imam para ulama."

Berkat keagungan sifatnya dan kecemerlangannya dalam memberi keputusan aturan yang dimiliki Mu'adz bin Jabal, Abdullah bin Mas'ud memujinya dengan berkata, "Mu'adz bin Jabal yakni seorangimam yang sanggup dijadikan contoh bagi umat Islam, ia patuh kepada Allah SWT. dan Rasul-Nya. Dan juga selalu berpegang teguh kepada kebenaran."

Lalu salah satu sahabat bertanya kepada Ibnu Mas'ud, "Wahai Ibnu Mas'ud, sebetulnya Nabi Ibrahim yakni seorang imam yang sanggup dijadikan teladan. Ia juga patuh kepada Allah SWT. dan juga selalu memegang kebenaran."

Ibnu Mas'ud kemudian berkata, "Sesungguhnya kita tidak menyamakan Mu'adz bin Jabal dengan Nabi Ibrahim." Kemudian ia melanjutkan dengan bertanya, "Apakah kalian tahu, apa itu imam dan apa itu suri tauladan?" tanya Ibnu Mas'ud.

"Hanya Allah lah yang tahu," jawab mereka. Kemudian Ibnu Mas'ud berkata, "Imam yakni seorang yang mengajari menusia perihal kebaikan, sementara suri tauladan yakni orang yang taat kepada Allah SWT. dan Rasul-Nya. Sedangkan Mu'adz bin Jabal yakni orang yang mengajari insan perihal kebaikan dan juga senantiasa patuh kepada Allah SWT. dan Rasul-Nya."

Bersambung ke Bagian 2

Saturday, December 22, 2018

Wasiat Rasulullah Saw. Kepada Mu'adz Bin Jabal - #Kisah Islami - Bag 2

Adik-adik yang baik ingin tau dengan baca kisah kelanjutannya yuk semoga lebih tahu dan berkhasiat tentunya...

Seorang Pemimpin

Setelah Rasulullah Saw. wafat, Mu'adz bin Jabal kembali dari Yaman ke Madinah. Ia mendengar bahwa kaum Muslimin sedang berseteru dengan pasukan Romawi di perbatasan Syam. Maka ia pun segera berangkat dari Madinah menuju Syam, semoga lebih akrab dengan medan peperangan. Sekaligus membantu sobat Abi Ubaidah bin Jarrah dalam menghadapi tentara musuh.

Selepas wafatnya Abu Bakar ash-shiddiq, Mu'adz bin Jabal mengirimkan surat kepada Umar bin Khatab. Dalam isi surat tersebut ia menyatakan bersedia membaiatnya, menggantikan Abu Bakar.

 kelanjutannya yuk semoga lebih tahu dan berkhasiat tentunya Wasiat Rasulullah Saw. Kepada Mu'adz Bin Jabal - #Kisah Islami - Bag 2
Kisah Islami

Mu'adz bin Jabal juga menasehati Umar semoga selalu bertakwa kepada Allah SWT. dan memimpinumat islam dengan penuh keadilan. Umar pun mendapatkan surat dan nasehat Mu'adz dengan penuh keterbukaan. Kemudian Umar membalas isi surat itu, "tidak baik bagi kau bila kamutidak menyampaikan kebenaran, dan tidak baik bagi kamibila kami tidak mendapatkan kebenaran itu."

Pada suatu hari Amirul Mukminin, Umar bin Khattab memerintahkan menawarkan hadiah sebanyak 400 dinarkepada Mu'adz bin Jabal, "Berikan ini kepada Mu'adz dan tunggu serta lihatlah apa yang akan ia lakukan dengan hadiah ini," ucap Umar bin Khattab.

Ketika sang utusan menawarkan hadiah tersebut, ia melihat apa yang dilakukan Mu'adz bin Jabal dengan hadiah ini. Setelah Mu'adz mendapatkan hadiah, ia memanggil anak buahnya sembari berkata, "Ambilah ini dan berikan kepada fulan, dan ini untuk fulan, dan ini juga untuk si fulan," kemudian tiba-tiba istrinya Mu'adz keluar dan berkata, "Demi Allah, kami yaitu orang miskin," Mu'adz tidak menyisakan hadiah tersebut kecuali dua dinar, yang diberikan pribadi kepada istrinya.

 kelanjutannya yuk semoga lebih tahu dan berkhasiat tentunya Wasiat Rasulullah Saw. Kepada Mu'adz Bin Jabal - #Kisah Islami - Bag 2
Cerita Islami untuk anak

Rasulullah Saw. sangat mengasihi Mu'adz bin Jabal, sehingga dia berwasiat kepadanya, "Wahai Mu'adz bin Jabal, Aku wasiatkan kepadamu sesuatu yang sanggup kau jadikan pegangan untuk hidupmu. Bertakwalah kepada Allah SWT., janganlah kau menyekutukannya dengan selain Dia. Apabila berkata, maka bicaralah yang baik dan benar. Apabila kau berjanji, maka tepatilah jangan kau melanggarnya. Apabila kau diberi amanah, maka jagalah amanah itu. Jauhi sifat khianat, alasannya khianat itu akan mencelakakanmu."

Lanjut Rasulullah, "Sayangilah anak yatim, berilah mereka jikalau kau bisa dan rawatlah mereka. Jagalah keharmonisan rumah tanggamu, dan berbuat sepakat terhadap tetanggamu. Apabila ada sesuatu yang akan membuatmu marah, maka tahanlah kemarahanmu. Bicaralah dengan siapapun dengan sopan. Ucapkanlah salam apabila bertemu dengan siapapun. Jadilah kau orang yang beriman, janganlah kau menjadi orang kafir."

Lanjut Rasulullah, "Al-Qur'an yaitu kitab Allah, maka pahamilah oleh mu. cintailah akhirat, alasannya darul abadi itu kekal, jangan kau mengasihi dunia yang hanya sesaat. Takutlah kau terhadap hisab, alasannya apa yang kau miliki dan kau perbuat akan diperhitungkan. Kurangilah angan-anan dan banyaklah berbuat. Ingatlah Allah disetiap Ciptaan-Nya. Dan, bertobatlah kau dari setiap berbuat dosa."

 kelanjutannya yuk semoga lebih tahu dan berkhasiat tentunya Wasiat Rasulullah Saw. Kepada Mu'adz Bin Jabal - #Kisah Islami - Bag 2
Kisah Islami bergambar

Sungguh sobat Nabi satu ini yaitu seorang pendekar Islam yang tangguh. Hidupnya mementingkan dunia. Ia yaitu sahabat Nabi dari kaum Anshar yang turut membantu mengumpulkan Al-Qur'an bersama para sobat Nabi yang lain, menyerupai Zaid bin Tsabit, Ubay bin Ka'ab, dan Abu Zaid.

Rasulullah bersabda, "Ambilah Al-Qur'an dari empat sobat yaitu Abdullah bin Mas'ud, Mu'adz bin Jabal, Ubay bin Ka'ab, dan Salim, Maula Abi Hudzaifah."

Mu'adz bin Jabal wafat

Suatu ketika, Mu'adz bin Jabal jatuh sakit. Sakitnya, kian hari semakin bertambah parah. Dalam kondisi menyerupai ini, ia tetap bersabar dan tidak mengeluh sedikitpun. Ia mensyukuri atas ujian yang telah Allah berikan.

Pada ketika ia merasa bahwa waktunya semakin dekat, ia mengangkat tangannya keatas untuk berdoa kepada Allah SWT., "Wahai Allah, Sesungguhnya saya takut kepada-Mu. Akan tetapi, hari ini saya menaruh penharapan kepada-Mu," kemudian Mu'adz bin Jabal pun menangis.

 kelanjutannya yuk semoga lebih tahu dan berkhasiat tentunya Wasiat Rasulullah Saw. Kepada Mu'adz Bin Jabal - #Kisah Islami - Bag 2
Mu'adz bin Jabal Wafat

Orang-orang yang disekitarnya pun bertanya, "Apakah yang mengakibatkan kau menagis, wahai Mu'adz. Sementara kau yaitu sahabat Rasulullah Saw. yang mulia?"

Mu'adz pun menjawab, "Aku tidak murung menangisi ajal yang akan menghampiriku, dan tidak pula murung meninggalkan hutang kepada orang setelahku. Tetapi saya menangisi nasibku kelak diakhirat, dimana saya akan ditempatkan sehabis saya meninggal. Apakah saya akan ditempatkan bersama penghuni surga, atau penghuni neraka. Dan, saya tidak tahu dimanakah saya akan ditempatkan."