Showing posts sorted by relevance for query cerita-dongeng-asal-mula-rumah-siput. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query cerita-dongeng-asal-mula-rumah-siput. Sort by date Show all posts

Wednesday, October 31, 2018

Cerita : Asal Mula Rumah Siput

Adik-adik yang baik, kali ini  binatang yang memiliki cangkang. Nah kali ini dongeng anak akan menceritakannya. Yuk adik-adik kita baca saja yuk ceritanya...

Pada dahulu kala, siput tidak memiliki cangkang menyerupai kini kita lihat. Pertama kali sekali siput tinggal di sebuah sarang burung yang sudah di tinggalkan oleh siinduk burung diatas pohon. Dia pun merasa nyaman dan hening tinggal di sarang burung itu alasannya ialah terasa sejuk oleh daun daun pepohonan jikalau dikala terik disiang hari. Akan tetapi bekas sarang burung yang ditinggali sisiput tidak bisa menghalangi air hujan ketika hujan datang, dan ia pun merasa kedinginan dan berair dikala hujan datang.

 Nah kali ini dongeng anak akan menceritakannya Cerita : Asal Mula Rumah Siput
dongeng asal usul
Dongeng Lainnya :

Kemudian si siput pun pergi mencari daerah tinggal yang gres yang bisa melindunginya dari tetesan air hujan. Ia pun menemukan sebuah lubang yang ada di batang pohon
"mungkin ini daerah yang cocok untuk ku jadikan rumah ku, alasannya ialah jikalau dikala terik disiang hari saya akan terlindungi dan bahkan dikala hujan turun walau sangat deras saya tidak akan kebasahan dan kedinginan." begitu pikir si siput didalam hatinya mengakibatkan lobang dipohon itu menjadi rumah siput. Dan hasilnya si siput pun masuk kedalam lubang di batang pohon itu.

Singkat cerita, disuatu hari yang cerah tiba lah seekor burung pelatuk. Tok .. tok .. tok ... siburung pelatuk terus mematuk batang pohon bersahabat dengan lubang yang ditempati si siput. sisiput pun menjadi terganggu dan ia tidak bisa tidur alasannya ialah berisik mendengar si burung pelatuk yang sedang menciptakan lubang. Hati nya pun sangat jengkel dan ahirnya sisiput pun turun keluar dari lubang batang pohon dan ia pun pergi mencari daerah tinggal selanjutnya.

Menjelang hari mulai sore sisiput menemukan sebuah lubang ditanah, "kelihatannya hangat jikalau malam nanti datang" pikir si siput. Siput pun mulai mebersihkan lubang tersebut dan ia memutuskan untuk tinggal didalamnya. Saat mulai tiba malam, ternyata banyak tikus tikus yang menggali tanah dari segala arah dan hasilnya merusak rumah si siput. Apa boleh buat, ia pun pergi meningalkan lubang ditanah itu untuk kembali mencari daerah baru.

Ia terus berjalan dan tiba ditepi pantai yang penuh dengan watu karang. "Nah, mungkin itu yang cocok untuk ku. Disela sela watu karang itu bisa menjadi rumah ku. Tempat itu bisa melindungi ku dari panas matahari dan hujan, tidak ada burung pelatuk yang mematuk karang ini dan si tikus pun tidak akan bisa menggali untuk menciptakan lubang di watu karang ini." Sorak si siput merasa senang.

Dongeng Lainnya :

Si siput pun hasilnya tinggal dan beristirahat di sela-sela watu karang itu. Akan tetapi dikala air bahari sedang pasang surut naik hingga keatas watu karang, si siput pun ikut tersapu bersama dengan ombak. Sekali lagi si siput dengan berat hati harus pergi lagi untuk mencari rumah yang baru.

Diperjalanan ia menemukan sebuah cangkang kosong, bentuknya sangat canti dan ringan. Karena lelah dan kedinginan si siput pun masuk kedalam cangkang tersebut, sisiput merasa hangat dan nyaman dan ia pun bisa tidur dengan hening didalam nya.

Pagi menjelang ia terbangun dan menyadari bahwa ia telah menemukan rumah yang terbaik untuk dirinya. "Cangkang ini sangat cocok untuk ku, saya tidak akan kepanasan dan saya tidak perlu lagi cepat cepat pulang jikalau turun hujan. Tidak ada lagi yang bisa menggangguku, alasannya ialah saya bisa membawa rumah yang ringan ini kemana pun saya akan pergi" Sorak si siput dengan hati penuh gembira.
Cerita ini disadur ulang dari Betty Veve
Tags:
dongeng anak, dongeng siput, dongeng si siput, siput, rumah siput, kisah rumah siput, cerpen asal usul, dongeng rakyat asal usul, burung pelatuk, si tikus, dongeng untuk anak

Tuesday, December 4, 2018

Cerita Dongeng Asal Permintaan Guntur Dilangit

Cerita dongeng anak asal mula Guntur atau petir dilangit

Pada jaman dahulu kala, insan dan peri hidup rukun berdampingan, Si peri Mekhala yaitu peri yang cantik dan juga pandai, ia mencar ilmu pada Shie. Selain simekhala, Shie juga memiliki murid pria yang berjulukan Ramasaur. Ramasaur kalah pintar dengan Mekhala dan ia pun selelu iri pada kepandaian mekhala. Akan tetapi Guru Shie tetap sayang kepada kedua muridnya dan tidak pernah membeda-bedakan kedua muridnya.

 insan dan peri hidup rukun berdampingan Cerita Dongeng Asal Usul Guntur Dilangit
Dongeng anak asal mula petir (guntur)

Dongeng Lainnya :

Pada suatu hari Guru Shie memanggil kedua muridnya dan berkata
"Besok... berikanlah kepadaku secawan penuh air embun, barang siapa yang lebih cepat mendapatkan secawan penuh air embun, beruntunglah ia. Karena dari secawan penuh air embun itu akan ku ubah menjadi permata yang sanggup mengabulkan permintaan apapun."

Kedua muridnya tertegun mendengar perintah dari gurunya. Ramasaur membayangkan ia akan meminta harta benda dan kemewahan sehingga dalam bayangannya ia akan menjadi orang terkaya di negrinya. Akan tetapi Si Mekhala malah sebaliknya, Ia berfikir dengan keras, sebab untuk mendapatkan secawan penuh air embun tentu sangat tidak mudah.

Esok hari nya, pagi-pagi sekali mereka pun pergi kehutan untuk mengumpulkan secawan air embun. Ramasaur yang serakah dan ceroboh mencabuti rumput dan tanaman-tanaman kecil lain nya. Akan tetapi hasil yang di sanggup si Ramasaur sangat mengecewakan, air embun selalu saja tumpah sebelum dituangkan kecawan.

Sebaliknya, Mekhala dengan sangat hati-hati menyerap embun di antara dedaunan dengan memakai sehelai kain. Perlahan-lahan diperasnya kemudian di masukan cawan. Dan kesudahannya pun sangat menggembirakan. dan tak usang kemudian cawan si Mekhala telah penuh. Ia pun pulang dan memperlihatkan cawan yang sudah di penuhi air embun kepada Gurunya.

Mekhala memang murid yang cerdik, gurunya pun mendapatkan secawan air embun dengan gembira.Dan sesuai kesepakatan gurunya, air embun itu pun di ubah menjadi permata sebesar ibu jari. "Mekhala, bila kamu menginginkan sesuatu, kamu angkat permata ini sejajar dengan kening mu. Lalu kamu ucapkan impian mu." Kata Guru Shie.

Mekhala pun mengerjakan apa yang di katakan oleh gurunya tersebut, kemudian menyebutkan keinginannya dan dalam sekejap mekhala telah berada di langit biru, melayang layang seperti burung rajawali.

Baca Juga Islami :

Sementara Ramashur gres berhasil mendapatkan secawan penuh air embun hingga senja hari. Hasil air embun yang di bawa Ramashur tidak sebening yang didapatkan oleh Mekhala. Ramashur pun menyerahkan cawan itu ke pada gurunya. "Ramasaur, meskipun engkau kalah cepat dari Mekhala, kamu akan tetap mendapatkan hadiah dari ku atas jerih payah mu. Ambil Kapak sakti ini, kamu gunakan kapak ini untuk membela diri bila kamu dalam bahaya, bila kamu lemparkan kapak ini kesasaran, gunung pun sanggup hancur terkena kapak ini." Kata Guru Shie sambil menyerahkan sebuah kapak sakti yang terbuat dari perak.

Ternyata Ramasaur menyalah gunakan kapak yang di beri oleh Guru Shie. Ramasaur iri melihat Mekhala yang sanggup terbang melayang layang di langit. Karena iri dan menjadi benci terhadap Mekhala, Ramasaur melemparkan kapak itu ke arah Mekhala yang sedang terbang melayang layang di langit. Mekhala pun memakai permatanya untuk menangkis kapak Ramasaur. Akibatnya terjadilah benturan dahsyat dengan cahaya yang sangat menyilaukan.

Nah adik-adik yang baik itulah dongeng dongeng asal usul guntur atau petir yang suka kita lihat di atas langit.

Tag:
cerpen, dongeng anak, dongeng anak, dongeng untuk anak, dongeng asal usul, dongeng rakyat, dongeng legenda, legenda rakyat, si peri mekhala

Tuesday, December 18, 2018

13 Kumpulan Dongeng Dan Cerpen Anak, Bergambar Lucu Dan Edukatif

buku dongeng dongeng untuk anak anak. Dan untuk menambahkan edukasi dan minat membaca untuk anak http://guruceritaku.blogspot.co.id sengaja membungkus dongeng dan dongeng anak anak dengan sebuah blog Dongeng anak.

 Dijaman yang semakin maju dan modern kini ini 13 Kumpulan Cerita Dan Cerpen Anak, Bergambar Lucu Dan Edukatif
Manfaat membaca dongeng dongeng anak anak

Membaca buku dongeng merupakan media yang sangat efektif untuk menanamkan nilai, abjad dan adat untuk anak di mulai dari usia dini. Dengan dongeng kita memberikan beberapa pembelajaran dan memberikan pesan pesan sopan santun kepada si anak. Walaupun dalam bentuk dongeng cerita pendek.

Dongeng anak kali ini akan membagikan 13 cerita dongeng anak anak sebelum tidur dengan tema dongeng dongeng hewan yang lucu lucu dan penuh makna edukatif baik untuk bacaan atau untuk mendongeng anak sebelum tidur.













Tuesday, November 13, 2018

Anak Katak Hijau Selalu Menangis Jikalau Turun Hujan, Kenapa?!!!

Adik-adik yang baik kali anak katak ini suka melawan dan membantah kepada ibunya, dan ia pun menyesal di kemudian hari. Mari adik-adik kita baca saja dongeng nya yuk...

Pada jaman dahulu, diceritakan di sebuah bak yang tidak mengecewakan luas tingal seekor anak katak hijau bersama ibunya. Sianak katak itu sangat bandel sekali dan Ia tidak pernah menuruti kata kata dari ibunya. Jika Ibunya menyuruh ia untuk ke gunung, Ia malah pergi ke laut. Jika ibunya menyuruh pergi ke arah timur, ia malah pergi ke arah barat. Pokok nya apa pun yang di perintahkan ibunya, ia malah melakukannya dengan sebalikany.

Anak katak hijau yang menangis kalau turun hujan Anak Katak Hijau Selalu Menangis Jika Turun Hujan, Kenapa?!!!
Dongeng asal undangan katak

Baca Juga Dongeng Lainnya:

Si ibu katak berfikir, "Apa yang harus saya perbuat kepada anak ini. Mengapa beliau tidak menyerupai anak anak yang lainnya, yang selalu menuruti apa kata orang bau tanah mereka."

Pada suatu hari si ibu katak hijau itu berkata, "Anakku, jangan kamu pergi keluar rumah, lantaran di luar sedang turun hujan sangat deras. Kau dapat hanyut terbawa arus."

Belum juga selesai ibunya berbicara, si anak katak itu sudah melompat keluar rumah dan sambil tertawa riang. "Horeee... Banjir... saya dapat bermain dengan sepuasnya...!"

Tak henti henti nya si ibu menasehati bahkan hingga setiap hari si ibu menasehatinya. Akan tetapi kelakuan anaknya malah semakin parah saja kenakalannya. Melihat kelakuan anaknya yang semakin nakal, menciptakan keseharian si ibu menjadi murung dan murung dan karenanya si ibu katak pun jatuh sakit. Semakin hari sakitnya kian parah saja.

Hinga suatu hari ketika si ibu merasa tubuhnya semakin melemah, si ibu pun memanggil anaknya. "Anak ku, saya rasa hidup ibumu ini tidak akan usang lagi. Tolong dengar anak ku, kalau ibu mu ini mati, jangan kamu kuburkan saya diatas gunung, kubur kan lah saya di pingir sungai."

Sebenarnya maksud si ibu ingin dikuburkan di atas gunung, akan tetapi lantaran anak nya selalu melaksanakan sebaliknya, Si ibu pun berpesan kepada anak nya sebaliknya.

Singkat cerita karenanya Ibu katak pun meninggal, anak katak itu menangis dan terus menangis dan meratapi semua kelakuan nya. "Oh ibu ku yang malang , mengapa saya tidak pernah mau mendengarkan kata kata mu. Sekarang engkau telah tiada, saya sudah membunuh nya."

Baca Juga Dongeng Lainnya:

Si anak katak itu pun teringat pesan terakhir dari Ibunya. "Aku selalu saja melaksanakan apa pun yang tidak boleh oleh ibu ku. Dan kini untuk menebus semua kesalahan ku, saya akan melaksanakan pesan mu yang terakhir itu dengan se baik baiknya."

Sianak katak pun kemudian menguburkan ibunya di tepi Sungai. Pada beberapa ahad kemudian hujan turun dengan sangat lebatnya, menciptakan air sungai di mana anak katak itu menguburkan ibunya meluap. Si anak katak begitu khawatir dengan keadaan kuburan ibunya akan tersapu oleh air sungai yang meluap. Dan selesai nya ia pun memutuskan untuk pergi ke daerah ibunya di kubur dan mengawasi nya.

Sambil mengawasi kuburan ibunya ia selalu memohon dan menangis di tengah tengah hujan yang lebat itu. "Kwooong... kwooong... kwonggg, Wahai sungai jangan bawa ibu ku pergi....!"

Hingga ketika ini katak hijau akan selalu pergi kesungai dan menangis setiap hujan lebat datang. Sejak itu lah kita selslu mendengar katak hijau menagis setiap kali turun hujan lebat.
Tag:
Dongeng anak, dongeng asal usul, cerpen asal usul, dongeng anak, dongeng anak bergambar, dongeng lucu, dongeng asal mula, dongeng,

Saturday, November 24, 2018

Bergambar - Kisah Kupu-Kupu Dan Semut

cerita anak-anak. Maaf yah adik-adik. Nah kali ini abang akan menceritakan kisah semut yang sombong dan kupu-kupu. Seru lho dongeng nya. Yuk kita baca dongeng bersama-sama.

 Nah kali ini abang akan menceritakan kisah   Bergambar - Cerita Kupu-kupu dan Semut

Pada suatu hari, di kisahkan didalam hutan yang sangat lebat, didalamnya tinggal majemuk binatang, ada semut, ada gajah, harimau, burung, kupu-kupu dan sebagainya.

Satu malam datanglah topan yang sangat dahsyat, topan yang menciptakan seluruh penghuni hutan itu menjadi panik. Semua para binatang berlarian ketakutan dan berusaha berlindung dari topan yang dahsyat itu.

Keesokan harinya matahari muncul dengan sangat cerah, sesudah semalam diporak porandakan oleh badai. Terdengar bunyi kicauan-kicauan burung yang merdu. Akan tetapi aneka macam pepohonan yang tumbang dan terlihat awut-awutan jawaban topan semalam.

Di salah satu dahan pohon yang tumbang tersebut melekat satu kepompong. Ia tampak duka alasannya ketika semalam topan datang, ia tidak dapat lari untuk berlindung.

Tak usang lalu keluar seekor semut yang muncul dari balik tanah. Semut yang memiliki sifat sombong dan arogan seakan tidak perduli melihat keadaan kepompong.

Baca dongeng anak lainnya :
Anak katak yang sombong dan anak lembu
Dongeng asal mula rumah siput
Kisah persahabatan bajing dan ikan gabus
Dongeng kancil yang arif dan harimau
Dongeng bangau bau tanah yang licik
Dongeng merak dan bangau

Dengan sombongnya si semut berkata "Hey, kamu kepompong. Coba kamu lihat aku, saya dapat berlindung dari serangan topan semalam. Aku tidak menyerupai kamu kepompong, lihat badan mu yang hampir rusak dan lembap kuyup jawaban badai, ha..ha...ha.... " ucap sisemut dengan sombongnya.

Tak hanya sombong dihadapan kepompong saja, ternyata si semut pun menyombongkan dirinya kepada hewan lain didalam hutan yang sedang bersedih alasannya kerusakan topan semalam.

Sampai ke esokan harinya, ketika sisemut berjalan-jalan, si semut tidak sadar kalau ia telah menginjak lumpur hidup. Tak usang semut pun terjebak dan hampir terhisap oleh lumpur itu.

"Toolooonggg... toloooooongggg... saya terjebak dilumpur ini... tolong lah aku," teriak si semut.

Tak usang muncul lah seekor kupu-kupu terbang diatas si semut.

"Hey, kamu kupu-kupu. tolong lah aku," pinta si semut

"Kenapa saya harus menolong mu semut, bukankah kamu itu ahli dapat selamat dari apapun," jawab kupu-kupu.

"aku masih ingat perkataan mu semut, dengan sombongnya kamu menghina dan tertawa diatas penderitaan ku kemarin. Apakah kamu masih ingat saya semut? saya kepompong yang kamu tertawakan disaat saya sedang duka alasannya topan kemarin," lanjut kata sikupu-kupu.

Sisemut mendengar itu merasa aib sekali atas kesombongannya dan atas sikapnya yang mentertawakan hewan lain yang sedang kesusahan.

"Maafkan saya kupu-kupu, memang kemarin saya telah salah kepada mu. Tapi jikalau kamu jikalau kamu mau menolongku, saya sangat berhutang kebijaksanaan kepada mu. Dan jikalau kamu tidak mau menolong ku, saya tidak akan menyalahkan mu, agar lah saya mati bersama kesombongan ku terhisap oleh lumpur ini," kata si semut.

Kupu-kupu yang melihat bencana itu tentu saja tidak tega melihat semut yang sedang kesulitan bertaruh nyawa dengan lumpur. Dan kesudahannya si kupu-kupu menolong sisemut keluar dari lumpur itu.

Sisemut pun berjanji tidak akan menghina dan mentertawakan binatang-binatang didalam hutan yang sedang kesusahan.

Nah adik-adik yang baik, hikmah yang dapat kita petik dari Dongeng anak diatas bahwa kita sebagai makhluk yang kuasa memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Makara janganlah kita menyombongkan diri atas apa yang kita punya. Apalagi kita mentertawakan sobat kita yang sedang dalam kesulitan dan kesusahan.