Wednesday, November 21, 2018

Dongeng Gajah Yang Baik Hati Dan Harimau

Adik-adik yang baik, kali ini dongeng gajah yang baik hati. Dongeng untuk anak ini dibagi menjadi Dua Seri, dan ini ialah cuilan dongeng seri pertama. Yuk adik-adik kita baca ceritanya.

Pada suatu hari, ada seekor gajah yang sangat baik hatinya. Ia bertubuh tinggi, besar dan juga sangat kuat. Memiliki gading yang besar dan belalai yang sangat panjang pula. Ia pun suka membantu dan memberi makan kepada binatang lain yang sedang kelaparan. Bukan hanya itu Si Gajah pun suka menawarkan pinjaman kepada binatang-binatang lain yang sedang kesusahan.

 dan ini ialah cuilan dongeng seri pertama Dongeng Gajah Yang Baik Hati Dan Harimau
Dongeng anak judul gajah dan harimau
Dalam dongeng ini sigajah melaksanakan perjalanan yang sangat jauh, melewati sungai dan hutan rimba. Ketika Ia melewati hutan ia bertemu dengan seekor harimau yang malang. Tubuh siharimau itu tertindih dahan pohon, melihat sigajah lewat harimau pun meminta pinjaman kepada si gajah.

"Gajah... oh gajah, tolonglah saya gajah," teriak siharimau

Dan sigajah pun menghampiri siharimau yang malang itu dan dengan sigap mengangkat dahan pohon yang menindih siharimau dengan belalainya yang kuat.

"Terimakasih oh gajah, jikalau kamu tidak segera tiba dan menolongku, mungkin saya sudah mati sebab tertindih batang pohon yang besar itu. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih gajah." Ucap siharimau

"Iya.. harimau, kamu harus bersyukur sebab dapat selamat dan kamu hanya mengalami luka yang ringan." Sahut gajah

"Benar sekali gajah, untung kamu lewat sini. kalu hewan lain yang lewat belum tentu dapat mengangkat batang pohon yang besar itu. Sekali lagi saya benar-benar berterima kasih kepada mu gajah" Kata harimau

"Sudahlah harimau, memang kita hidup harus saling tolong menolong" Kata si gajah

Meskipun si gajah ialah hewan yang sangat kuat, akan tetapi ia tidak sombong dan tetap rendah hati. Dan gajah pun meneruskan perjalanannya.

Didalam perjalanannya gajah lalu bertemu dengan seekor kancil yang sedang asik menikmati mentimun.

"Perutku kini sudah sangat kenyang, dan saya ingin minum. Aku harus segera mencari air untuk minum." kata kancil berbicara sendiri sehabis menghabiskan mentimun yang ia petik

Sikancil pun beranjak pergi ke arah sungai untuk minum. Akan tetapi sehabis hingga ditujuan, sungai itu kering tidak ada air sedikit pun untuk membasahi tenggoorokannya yang sudah mulai kering.

Sikancil pun berkeliling hutan untuk mencari air minum. Tetapi ia merasa kecewa sebab sehabis ia berkeliling ke sungai-sungai, rawa dan danau semuanya kering, tidak ada air sedikit pun.

Ia pun berpikir sejenak, "Dimana lagi saya dapat mendapat air untuk minum," gerutu sikancil sendiri. Ia teringat masih ada satu daerah lagi yang belum ia kunjungi yaitu sebuah bak besar yang terletak ditengah hutan.
"Sekarang saya harus segera pergi kekolam besar itu, mungkin saja saya disana dapat mendapat air untuk ku minum." gerutu sikancil didalam hati

Baca Juga Dongeng Lainnya:

Sikancil pun mulai berjalan ketengah hutan, daerah dimana bak besar itu berada. Sesampainya di bak yang dimaksud ternyata benar saja dugaan sikancil, masih ada air dikolam tersebut.
"Ternyata benar dugaan ku, masih ada air dikolam ini," gumam sikancil

Sebenar nya bak itu sangat kecil. Tetapi sebab ekspresi dominan kemarau air dikolam itu pun surut dan hanya tinggal setengahnya, hingga menyerupai terlihat bak yang besar.

Karena sikancil merasa bangga dapat mendapat air minum, tanpa pikir panjang lagi ia pun eksklusif terjun kedalam bak tersebut dan meminum air sepuas-puasnya. tenggorokannya yang tadinya kering kini sudah berair kembali, tenaganya pun sudah mulai pulih dan badannya sudah menjadi segar kembali.

Kancil tidak menyadari bahwa tindakannya masuk kedalam bak itu ialah sangat ceroboh, Ia tidak berfikir bagaimana caranya ia dapat naik kembali ke atas daratan. Sudah beberapa kali sikancil berusaha memanjat dari dalam bak tersebut, tetapi ia tidak dapat hingga keatas.


Tag:
Dongeng anak, dongeng anak bergambar, dongeng gajah, dongeng kancil, dongeng harimau, dongeng fabel, cerpen, cerpen fabel, dongeng pendek, dongeng edukatif

Tuesday, November 20, 2018

Bagian 2 : Cerita Gajah Yang Baik Hati

Adik-adik Gajah yang baik hati dan Harimau , Nah menolong kancil yang sedang terjebak di dalam kolam besar ditengah hutan, Bagaimana caranya sigajah menolong sikancil, yuk kita baca dongeng lanjutannya ya adik-adik.

Sampai akhirnya sikancil mengalah dan tidak sanggup berbuat apa-apa, yang sanggup ia lakukan kini yaitu minta pemberian dengan berteriak sekuat-kuatnya. Berharap ada binatang lain yang sanggup menolongnya.
"Tolooonggggg.... toloooonnnngggg.....!!!" teriak sikancil

Gajah yang sedang melewati daerah itu pun mendengar bunyi teriakan minta tolong sikancil. Dan segera sigajah mendatangi arah bunyi teriakan tersebut.

 ini yaitu lanjutan dari dongeng yang berjudul  Bagian 2 : Dongeng Gajah Yang Baik Hati

"Hai,,, siapa yang berada didalam kolam itu??" tanya gajah
"Tolong aku... saya sikancil..." jawab sikancil
"mengapa kamu sanggup berada didalam kolam itu kancil?" gajah bertanya kembali kepada kancil

Sejenak sikancil termangu dan mencari nalar semoga sigajah mau menolongnya keluar dari dalam kolam tersebut

"Tolong gajah, saya tidak sanggup mengangkat ikan ini." Akal sikancil
"Yang benar kancil, kamu mendapat ikan?" tanya gajah
"Benar gajah, sungguh..! saya mendapat ikan yang sangat besar." Tipu sikancil kepada gajah

"Tapi bagaimana caranya kancil saya sanggup turun kebawah?"
"Sebaiknya kamu pribadi saja gajah turun kebawah sini, alasannya yaitu kalau kamu tidak cepat ikan ini sanggup lepas kembali" jawab si kancil

Si gajah berpikir sejenak, sanggup saja ia pribadi turun kebawah dengan mudah, akan tetapi bagaimana caranya ia sanggup naik keatas lagi nanti. Sigajah pun bertanya kembali kepada sikancil, " kancil, coba saya liaht mana ikan yang kamu dapatkan?"

"Ikannya ada disepasang kaki ku gajah," kata kancil
"Kalau saya menolong mu dan harus kebawah sana, kemudian bagaimana caranya saya sanggup naik dari kolam ini..?" kata sigajah

Kancil pun terdiam, ia tidak menyangka gajah sanggup berfikir sejauh itu. Tidak menyerupai dirinya yang ceroboh pribadi terjun kedalam kolam tanpa berfikir akibatnya.

"Kancil, kamu mau memanfaatkan ku ya kancil? kamu bermaksud menipuku untuk kepentingan dan keselamatan mu sendiri. Sekali-kali kamu harus diberi pelajaran kancil..." kata gajah sambil meninggalkan daerah itu.

Sikancil pun hanya terdiam, mendengar perkataan sigajah yang tampaknya tahu bahwa itu hanya nalar akalan nya saja semoga sigajah mau masuk kedalam kolam, dan ia sanggup naik keatas.

"Waduuuhhhh...Pak gajah... tolonglah aku... Aku mohon pa gajah" teriak sikancil

Gajah pun tak mendengarkan teriakan sikancil, dan ia terus saja menjauh pergi dari kolam tersebut.
Sikancil pun mulai putus asa, ia mulai merasa kedinginan berada didalam kolam itu. Dan hinga menjelang sore hari, tidak ada seekor binatang pun yang mendengar teriakannya.

"Gawat!! kalau saya terus didalam kolam ini, saya sanggup mati kaku." gumam sikancil didalam hati. Sikancil mulai membayangkan selesai hidupnya didalam kolam itu. Dalam keputusasaan sikancil berteriak dengan sangat keras dengan kepala menengadah keatas

"Wahai langit dan bumi..., dan seluruh binatang-binatang didalam hutan. Aku kancil bersumpah tidak akan menipu lagi untuk kepentingan ku dan keselamatanku sendiri. Kecuali.....!!!!"

Ketika kancil mengucapka kata kecuali, sikancil sengaja mengecilkan suaranya hampir tak terdengar. Tak disangaka, gajah tiba-tiba muncul kembali ditepi kolam. Ternyata gajah tidak benar-benar meninggalkan kancil sendiri didalam kolam itu. Gajah pun ingin tau ingin mendengar ucapakan kancil yang terakhir.

"Kecuali apa, kancil???" tanya gajah

Kancil pun terkejut mendengar bunyi gajah

Baca Juga Dongeng Lainnya:

"ternyata kamu kembali lagi pak gajah, tolong pak gajah selamatkan aku." kata sikancil

"Jawab dahulu pertanyaanku kancil, kecuali apa?" tanya gajah
"Hmmmmm.... kecuali untuk menyelamatkan diri. Karena saya hanya hewan yang kecil yang sering terancam oleh harimau, singa, serigala, dan hewan lainnya." Jawab sikancil

"Benar begitu kancil?" sahut gajah. "Dan kini apakah kamu sudah sadar dan berjanji tidak akan menipu, menjahili, dan tidak akan berbuat perbuatan yang merugikan binatang-binatang lain??" tanya gajah

"Benar pak gajah, betul. Aku benar-benar berjanji." jawab kancil
"Baiklah kancil, kini saya akan menolong mu keluar dari kolam ini." kata gajah

Kemudian gajah pun menjulurkan belalainya yang panjang intuk menangkap kancil dan mengangkatnya keatas. Sesampainya diatas kancil berkata

"Terima kasih pak gajah, saya tidak akan melupakan kebaikan mu ini pak gajah." Kata kancil.

Sejak insiden itu sikancil pun menjadi hewan yang sangat baik. Ia tidak lagi menipu, jahil, iseng menyerupai yang pernah ia lakukan dahulu kepada binatang-binatang lain dihutan.

Tag:
Dongeng anak, dongeng anak bergambar, dongeng gajah, dongeng kancil, dongeng harimau, dongeng fabel, cerpen, cerpen fabel, dongeng pendek, dongeng edukatif

Monday, November 19, 2018

Tipuan Kepada Tuan Tanah | Cerpen Abunawas

Tipuan Abu Nawas kepada Tuan Tanah Yang Pelit dan Kikir

Selamat siang para bubuk nawas likers,silahkan baca-baca kembali kisah lucu wacana kecerdikan bubuk nawas di sini.kali ini makna dari kisah ini Bahwa orang yang kikir dan serakah niscaya akan kena batunya.

Tokoh -tokoh dalam kisah ini
Abu Nawas
Tuan tanah
Para Pekerja Tuan Tanah

Pada suatu hari tepatnya hari itu bulan ampunan Ramadhan menjelang hari yang keenam.
Seperti biasanya, Sambil menunggu bedug magrib tiba,abu nawas duduk di beranda rumahnya. ia berfikir bagaimana caranya semoga dapur rumahnya tetep ngebul sambiil memandang ke arah langit biru.

Tipuan Abu Nawas kepada Tuan Tanah Yang Pelit dan Kikir Tipuan Kepada Tuan Tanah | Cerpen Abunawas

Tidak jauh dar rumahnya bubuk nawas ada seorang tuan tanah yang tentu saja sebagai tuan tanah,tentu saja mempunyai rumah yang besar.Rumah yang lengkap dengan seperangkat gudang makanan,lahan peternakan dan kamar.

Hampir setiap orang yang berada didaerah itu bahkan Abu Nawas sendiri bekerja dengan tuan tanah itu,bekerja keras setiap hari hari tetapi dengan hasil yang sedikit.

Dan kalau meminjam uang dari dirinya maka harus mengembalikannya dengan bunga yang sangat tinggi. Tingkat penghisapanya sangat tinggi.Dan tuan tanah itu mempunyai sifat yang pelit, kikir, tamak dan loba.

Singkat Cerita

Sang Tuan tanah ini mendengar kabar bahwa Abu Nawas mempunyai suatu kepandaian yang aneh. Bila ia meminjam sesuatu maka akan dikembalikan secara lebih, katanya pinjamannya itu beranak.

Seperti meminjam seekor ayam maka ayam itu akan dikembalikan dua alasannya yakni ayam itu beranak. Menarik juga kepandaian Abu Nawas ini pikir sang tuan tanah. Tuan tanah kemudian berpikir semoga Abu Nawas segera meminjam darinya.

Secara kebetulan sore itu Abu Nawas ingin meminjam 3 butir telur kapada tuan Tanah itu. Tuan tanah tentu saja bahagia menawarkan derma kepada Abu Nawas alasannya yakni derma itu akan menjadi banyak alasannya yakni beranak.

Malahan tuan tanah itu menanyakan kepada bubuk nawas
 "apakah ingin meminjam yang lain".

Abu Nawas menjawab "tidak perlu". [Dia hanya butuh 3 butir telur].

Tuan tanah itu bertanya lagi dengan Abu Nawas "abu nawas kapan telur itu akan beranak?"

Abu nawas menjawab "itu tergantung dengan keadaan".

Singkat-singkat Cerita

Lima hari kemudian, Abu Nawas pun kembali ke rumahnya si tuan tanah itu. Mengembalikan telur menjadi 5 butir. Melihat 5 butir telur betapa senangnya Tuan tanah itu.

Tuan tanah kemudian menanyakan kepada bubuk nawas apakah ia akan meminjam lagi. Abu Nawas kemudian meminjam piring tembikar sebanyak 2 buah. Tuan tanah itu menawarkan dengan bahagia hati dan berharap piringnya itu menjadi banyak.

Pada Lima hari kemudiannya Abu Nawas tiba lagi kerumah si tuan tanah dengan membawa tiga piring tembikar. Walaupun tidak sesuai dengan yang dibutuhkan oleh si tuan tanah, tetapi hatinya cukup bangga alasannya yakni dua piring dulu hanya melahirkan 1 anak saja. Tak apa pikir sang tuan tanah alasannya yakni dapat saja orang mempunyai anak tunggal bahkan tidak mempunyai anak.

Ahirnya Abu Nawas dan Tuan tanah itu sama – sama senang. Maka dari itu tuan tanah itu meminjamkan uang senilai 1000 dinar. Jumlah yang sangat besar, honor buat seluruh karyawan dan pekerjanya selama 1 bulan.

Tuan tanah itu berangan – angan bahwa uang yang dipinjam bubuk nawas nanti akan diapakan alasannya yakni akan banyak beranak. Tuan tanah itu menanti dengan tidak sabar.

Ditunggu selama lima hari, bubuk nawas tidak kunjung datang.Sudah hampir satu bulan, Abu nawas juga tidak datang. Saat tuan tanah akan mendatangi rumah Abu Nawas dengan centengnya, Abu Nawas datang.

Mulanya tuan tanah bangga tapi sehabis Abu Nawas menjelaskan persoalannya, bukan main marahnya tuan tanah itu.

“Sayang sekali tuan. Uang yang aku pinjam itu, bukannya beranak, malah tiga hari kemudian mati mendadak. ”Ujar Abu Nawas

Mendengar kata- kata itu betapa geramnya tuan tanah. Hampir saja Abu Nawas dihajar centeng tuan tanah. Untung saja ada teman – teman bubuk nawas yang gres pulang dari bekerja.

Lalu si tuan tanah itu mengadukan bubuk nawas kepada pengadilan. Tuan tanah itu berharap Abu Nawas akan digantung atau bahkan dieksekusi rajam.

Dan,singkat kisah pun pengadilan pun digelar. Abu Nawas membeberkan semua duduk permasalahanya. Demikian juga tuan tanah itu menjelaskan. Pengadilan pun tetapkan cukup rasional (masuk akal). Kalau sesuatu dapat beranak sudah niscaya dapat mati.
Dan Abu nawas telah menjalankan lakonnya dengan baik.

Dan tuan tanah yang tamak itu telah tertipu alasannya yakni wataknya sendiri yang kikir, tamak, pelit.

Demikian cerita wacana Abu Nawas yang menipu tuan tanah yang pelit,kikir,dan serakah.
Hiduplah untuk berbagi,karena Berbagi itu indah.

Tag:
tuan tanah, dongeng anak, bubuk nawas, abu, nawas, abunawas, cerpen, cerita, jenaka, lucu

Sunday, November 18, 2018

Si Kancil Yang Arif Dan Harimau

Kali ini cerpen fabel si Kancil yang cerdik dan harimau yang sangat berpengaruh dengan teman-temannya.

Awal cerita, pada suatu hari terjadilah tragedi kelaparan di suatu pulau yang penghuninya kebanyakan dihuni oleh harimau harimau. Para Harimau pun kelaparan, hari demi hari para harimau itu makin sangat kelaparan, alasannya ialah setiap hari sudah tidak ada lagi binatang yang sanggup mereka mangsa untuk mengisi isi perut mereka.

 dan harimau yang sangat berpengaruh dengan sahabat Si Kancil Yang Cerdik Dan Harimau
Si kancil yang cerdik

Dongeng Pendek Lainnya :

Singkat dongeng akibatnya raja dari para harimau gitu mengutus Panglima dan para prajuritnya untuk pergi ke sebuah pulau kecil yang berada di seberang dan segera kembali dengan membawa banyak makanan.

Panglima dan para prajuritnya pun pergi ke sebuah pulau kecil itu, perjalanan ke pulau kecil cukup terasa sangat jauh. Dan akhirnya, panglima dan prajuritnya pun hingga juga di daerah tujuan mereka. Terlihat para harimau itu sangat takjub dengan keindahan ada di pulau kecil itu. Akan tetapi, setibanya mereka di pulau itu yang mereka lihat hanyalah seekor kancil kecil sedang di tepi pantai.

Si Kancil pun melihat panglima Harimau dan prajurit prajuritnya, si kancil mencoba berlari akan tetapi beliau terlambat alasannya ialah beliau sudah dikepung oleh para harimau itu.

" hey kancil...! Dimanakah rajamu ? Kami semua tiba ke pulau ini untuk meminta makanan. Jika kalian dan penghuni Pulau ini menolak, kami akan menyerang pulau kecil ini. Dan coba kamu lihat kancil, kami membawa pecahan kumis raja kami." kata sang Panglima harimau itu dengan menunjukkan kumis rajanya.

" wow, kumis ini sangat besar sekali. Aku yakin niscaya raja harimau sangat besar dan berpengaruh juga. Baiklah harimau saya akan membawa Kumis rajamu ini, untuk saya tunjukkan kepada raja di Pulau ini" sahut si kancil.

Kancil pun pergi dengan bawa kumis raja harimau. Akan tetapi bahwasanya dalam hatinya kancil sangat kebingungan alasannya ialah di pulau kecil itu memang tidak ada raja. Dalam perjalanannya kancil melihat sahabatnya yaitu seekor landak yang cukup besar, dan si kancil yang terpelajar pun akibatnya menemukan sebuah ilham yang hebat

Dihampiri lah silandak itu oleh kancil
" hei sahabatku, bisakah kamu membantuku saya sangat membutuhkan bantuanmu sahabatku...!" kancil berkata kepada silandak.

" hah, kamu meminta sumbangan ku kancil? Memang bahwasanya apa yang sanggup saya bantu untukmu kancil?" tanya silandak
" saya membutuhkan bantuanmu semoga semua binatang di pulau kecil ini selamat, alasannya ialah di tepian pantai sana sudah menunggu para Harimau. Dan saya memiliki ilham untuk mengusir para harimau itu." jawab kancil

Dongeng Pendek Lainnya :

Dan akhirnya, sehabis anda pun oke dengan idenya kancil. Dia pun mencabut Duri yang paling besar, tajam Dan juga panjang. sehabis kancil mendapatkan Duri tersebut, beliau pun pribadi pergi berlari membawa duri landak itu untuk menyerahkannya kepada Panglima Harimau.

" hai Tuan, tuan Harimau saya mendapatkan amanah dari rajaku. Bahwa raja kami siap untuk berperang dengan para Harimau. Dan sebagai buktinya, raja kamipun mengirimkan kumisnya untuk ditunjukkan kepada kamu Harimau." kata kancil dengan tegas kepada Harimau. Si kancil pun pribadi menyerahkan kumis dari duri landak itu kepada panglima Harimau

" kancil, ini kumis rajamu?" tanya Panglima Harimau
" ya Tuan Harimau, memang benar itu ialah kumis Raja kami yang paling kecil. Raja kami pun mendapatkan tantangan dari Raja kalian tuan Harimau." jawab kancil

Terlihat panglima Harimau dan prajurit-prajurit nya pun sangat terkejut alasannya ialah melihat kumis dari raja di pulau kecil itu yang besar, panjang dan tajam.

Panglima harimau pun berbisik kepada para prajuritnya " kumis raja pulau kecil ini sangat besar, tajam Dan juga panjang. Kita niscaya akan mendapatkan banyak kesulitan apabila melawannya."

" kemudian kita harus bagaimana,?" tanya salah satu prajurit kepada Panglima Harimau
" sebaiknya kita harus segera pergi dari pulau kecil ini, sebelum raja di Pulau ini murka." jawab panglima harimau kepada prajuritnya.

Dan akibatnya parah harimau itu pun pergi meninggalkan pulau kecil tersebut, panglima Harimau dan prajurit prajurit nya pun melanjutkan perjalanan kembali ke pulau pulau lainnya untuk mencari makanan. Dan semenjak ketika itu tidak ada 1 harimau pun yang berani tiba lagi ke pulau kecil itu.


Tag :
kancil, dongeng kancil, dongeng sikancil, kancil dan harimau, dongeng kancil, si kancil, dongeng sang kancil, binatang kancil, dongeng sang kancil, pola dongeng, dongeng pendek, cerpen silandak, cerpen harimau,

Saturday, November 17, 2018

Ahli Tukang Gembok Yang Jujur Dan Amanah

Adik-adik dirumah, menjaga amanah dan kejujuran merupakan hal yang sangat di cintai oleh Allah SWT. Dan juga jikalau kita termasuk orang-orang yang jujur dan amanah kita akan di percaya oleh orang lain dan memiliki banyak teman. Baca yuk adik-adik kisah dongeng nya.

search tukang kunci yang jujur

Mencari Pewaris Ahli kunci yang jujur dan amanah


Siahli tukang kunci ingin mewariskan ilmu kepada kedua muridnya. Setelah mengajari mereka keahlian membuka jenis kunci, tibalah waktunya andal kunci mementukan siapa andal warisnya.

Untuk memutuskan siapa yang akan dipilihnya, sang guru menguji kedua muridnya. Ahli kunci itu menyiapkan dua buah kotak terkunci di dalam kamar yang terpisah. Masing-masing kotak berisi bungkusan barang berharga.

 menjaga amanah dan kejujuran merupakan hal yang sangat di cintai oleh Allah SWT Ahli Tukang Gembok Yang Jujur Dan Amanah
Kisah Tukang Gembok

Murid A dan murid B masuk secara bersamaan kedalam masing-masing kamar yang telah disiapkan. Tidak usang murid A keluar, ia telah menuntaskan tugasnya dengan cepat.

Guru kunci bertanya, "Begitu cepat kau berhasil membuka, apa isi kotak itu?" Murid A menjawab "Didalam kotak itu berisi bungkusan yang didalamnya terdapat permata, sinarnya berkilauan indah sekali."

Tidak usang lalu Murid B menyusul keluar dari kamar, kembali gurunya bertanya dengan pertanyaan yang sama, murid B hanya menjawab, "Aku tidak membuka kotak itu sama sekali, saya hanya membuka gembok dan lalu akau keluar."

Sang guru yang puas dengan jawaban si B, balasannya menentukan si B menjadi andal warisnya. Dan keputusan itu pun tidak diterima oleh si A, Ia pun meminta klarifikasi akan keputusan gurunya. Dan Si A pun berkata " Guru saya membuka gembok lebih cepat dibandingkan dengan si B, Mengapa bukan saya yang menjadi andal waris?"

Sang guru menjawab, "Pekerjaan kita yaitu tukang kunci, kita bertuga membantu pemilik barang membuka kunci mereka, Jika anak kunci kunci mereka rusak atau hilang. Jika kita terpengaruhi untuk melihat isinya, itu berarati melanggar sopan santun pekerjaan kita sebagai andal kunci. Karena tanpa etika, spesialis kunci sanggup dengan gampang menjadi seorang pencuri, Apa engkau mengerti?"

ambil mengangguk-ngangguk si A balasannya mengerti klarifikasi dari gurunya dan memerima keputusan gurunya, dan si A pun menghaturkan terima kasih alasannya yaitu sudah menerima pelajaran moral yang sangat penting dalam menjalani hidup dan pekerjaannya.

Hikmah cerita


Adik-adik yang baik, kita hanya boleh mengambil milik orang lain kalau kita benar-benar diperintah oleh pemiliknya, itu namanya menjaga amanah.
Karena itu pandailah cerita dongeng lainnya yuk adik-adik.

Friday, November 16, 2018

Dongeng Pendek : Kenapa Unta Hidup Di Gurun Pasir

Adik-adik yang baik, kali ini akan bercerita perihal kenapa unta tinggal digurun pasir bukannya dihutan. Yuk adik-adik kita baca dongengnya.

Suatu hari didalam hutan, Seekor Singa siraja hutan akan menyelenggarakan perayaan ulang tahun. Sang singa pun turut mengundang binatang-binatang yang ada di dalam hutan untuk hadir pada pesta perayaan ulang tahunnya, dan yang ikut diundang termasuk simpanse dan unta.

Semua hewan dihutan hadir, mereka terlihat gembira alasannya selama ini Sang Singa telah menjadi pemimpin yang baik. Termasuk binatang-binatang kecil juga merasa terlindungi.

 akan bercerita perihal kenapa unta tinggal digurun pasir bukannya dihutan Dongeng Pendek : Kenapa Unta Hidup Di Gurun Pasir

Perayaan ulang tahun sang Singa terlihat sangat meriah sekali. Selain para hewan yang ada didalam hutan hampir semua nya hadir, mereka juga beraksi membuktikan diri dengan kebolehannya masing-masing.

Sang Singa memenggil simpanse untuk menari di didepan para tamu, alasannya selama ini simpanse dikenal paling bakir menari. Dan simpanse pun maju kedepan para tamu.

"Inilah Monyet... Penari terbaik yang ada dihutan ini..." ucap Sinoa

Monyet menunjukkan hormat dan senyum termanisnya kepada para tamu yang hadir. Dan simpanse pun mulai menari dengan indah dengan diiringi bunyi nyayian burung yang merdu, dan hewan lainnya yang juga ikut bernyanyi.

"Indah sekali tarian si monyet," ucap gajah
Binatang lain juga tidak memungkirinya, memang simpanse yaitu penari yang paling hebat. Tak hanya para tamu yang hadir yang memuji keindahan tarian si monyet, termasuk Sang Singa pun dibentuk kagum oleh tarian monyet.

Akan tetapi ada salah satu hewan yang merasa iri melihat para tamu semua hampir memuji monyet. Dia yaitu si unta, unta merasa bahwa tarian simpanse biasa-biasa saja, tidak terlihat indah.

"Aaahhh, saya juga sanggup menari, bahkan lebih indah dari tarian si monyet." ucap si unta

Monyet pun final menari dan para hewan bertepuk tangan, kecuali si unta. Unta pun memberanikan diri untuk maju, si unta bertekad akan menari dengan sangat indah bahkan lebih indah dari tarian si monyet.

"Paduka, ijinkan hamba menari. Hamba juga sanggup menari bahkan jauh lebih indah dibandingkan tarian si monyet," Ucap unta meminta ijin kepada sang Singa.

Sang Singa pun mempersilahkan si unta untuk menar. Burung mulai mengiringi dengan nyanyian dan kemudian unta pun mulai menari-nari. Akan tetapi alasannya tubuhnya besar, bukan tarian yang indah yang ia tampilkan. Melainkan gerakan-gerakan yang terlihat konyol, ketika si unta mengengkat satu kakinya dan kemudian ia terjatuh dan mengenai Sang Singa.

Sang singa pun geram dan marah, alasannya ia hampir saja terluka alasannya ulah si unta.
"Tangkap unta ini dan bawa beliau pergi dari sini," Seru sang Singa marah.

Baca Juga Dongeng Lainnya:

Beberapa hewan kemudian mengusir si unta. Bukannya mendapat kebanggaan si unta malah terusir dari pesta itu, dan bahkan terusir juga dari hutan. Itu semua alasannya sifat iri hati si unta.

Itulah kenapa hingga ketika ini unta tinggal digurun pasir. Si unta bahwasanya sangat menyesal alasannya sudah iri dengan monyet. Akan tetapi sang Singa si raja hutan sudah tidak mau lagi menerimanya dihutan.

Tag:
dongeng unta, dongeng singa, dongeng monyet, dongeng gajah, dongeng sang singa, dongeng raja hutan, dongeng burung, dongeng ulang tahun, si unta, cerpen monyet, cerpen, cerita pendek

Thursday, November 15, 2018

Menolong Dengan Nrimo Imbalan Mutiara Terindah

Adik-adik masih suka membaca anak yang baik, jujur dan terutama suka menolong, tapi ingat adik-adik yang baik. Kalau kita menolong orang lain harus dengan hati yang ikhlas, dan jangan mengharapkan imbalan dari orang yang kita tolong. Karena Allah SWT akan menggantinya amal kita nanti di suatau ketika yang tidak kita duga-duga.

Search suggest : cerpen islam,dongeng islami, cerpen anak, kisah anak,kumpulan dongeng anak

Mari adaik-adik dirumah kita baca cerpen islami wacana hati yang nrimo yuk....

Tulus Dan Ikhlas Mendapat Imbalan Mutiara Terindah

Disatu cerita, ada seorang bapak renta yang memiliki empat orang anak. sang ayah jatuh sakit dan tidak sanggup melaksanakan apa-apa. Ia hanya berbaring diranjang saja sepanjang hari.

 Kali ini abang akan bercerita wacana berbuat baik kepada orang lain dengan hati yang ikh Menolong Dengan Ikhlas Imbalan Mutiara Terindah

Salah seorang dari ke empat anaknya itu merawat sang ayah yang sedang terbaring sakit, alasannya tiga anak yang lainnya tidak mau mengurus dan merawat ayah mereka yang sedang sakit. Ia tetap melaksanakan semua nya dengan tulus dan dengan hati yang ikhlas.

Suatu ketika, sang ayah meninggal dunia, dan ia pun begitu sedih. Selain alasannya kehilangan ayah yang sangat dicintainya, harta warisannya pun di ambil semua oleh ketiga saudaranya yang lain.

Pada suatu malam, ia bermimpi bertemu dengan sang ayah, di dalam mimpinya sang ayah menyuruhnya untuk pergi kesuatu tempat. Ditempat itu ada uang dengan jumlah seratus dinar.

Pada pagi harinya ia pun menceritakan mimpinya itu kepada sang istri yang eksklusif menyarankan biar ia mendatangi kawasan itu. Namun ia tidak mau.

Pada malam berikutnya, Ia bermimpi lagi dengan mimpi persis menyerupai malam sebelumnya. Namun Ia tetap tidak mau mendatangi kawasan yang disebut dalam mimpinya. Kemudian di malam ketiga berikutnya lagi Ia bermimpi lagi hal yang sama persis. Dan akibatnya pun ia pergi ketempat yang disebutkan oleh sang ayah didalam mimpinya itu untuk mengambil uang sejumlah seratus dinar. Tapi sesampainya ditempat itu ia hanya mengambil satu dinar saja dari sana.

Dengan suka cita, Ia pun pergi kepasar. Dan ia pun membeli dua ekor ikan yang besar-besar. Sesampai dirumah, istinya sangat bahagia dan segera membersihkan ikan-ikan itu. Betapa terkejut istrinya ketika membelah perut ikan terdapat dua buah mutiara yang paling indah dari yang pernah ia lihat selama hidupnya.

 Kali ini abang akan bercerita wacana berbuat baik kepada orang lain dengan hati yang ikh Menolong Dengan Ikhlas Imbalan Mutiara Terindah
Imbalan Suka Menolong

Orang-orang dikampungnya mendengar info temuan ajaib itu, dan berdatangan ingin melihatnya. Dan pada akibatnya info ini pun hingga ketelinga Raja. Ketika Raja melihat mutiara yang menjadi pembicaraan ramai di masyarakat, ia sangat terpesona akan keindahan dari mutiara itu.

Dan ditukarlah dua mutiara indah itu dengan uang emas yang berbagai jumlahnya.

Hikmah Cerita :

Adik-adik yang baik, kita harus melaksanakan perbuatan baik dengan hati yang ikhlas dan tanpa mengharapkan imbalan.
Allah SWT akan menyukai dan akan membalas perbuatan kita di suatu ketika yang tidak terduga.