Saturday, November 24, 2018

Bergambar - Kisah Kupu-Kupu Dan Semut

cerita anak-anak. Maaf yah adik-adik. Nah kali ini abang akan menceritakan kisah semut yang sombong dan kupu-kupu. Seru lho dongeng nya. Yuk kita baca dongeng bersama-sama.

 Nah kali ini abang akan menceritakan kisah   Bergambar - Cerita Kupu-kupu dan Semut

Pada suatu hari, di kisahkan didalam hutan yang sangat lebat, didalamnya tinggal majemuk binatang, ada semut, ada gajah, harimau, burung, kupu-kupu dan sebagainya.

Satu malam datanglah topan yang sangat dahsyat, topan yang menciptakan seluruh penghuni hutan itu menjadi panik. Semua para binatang berlarian ketakutan dan berusaha berlindung dari topan yang dahsyat itu.

Keesokan harinya matahari muncul dengan sangat cerah, sesudah semalam diporak porandakan oleh badai. Terdengar bunyi kicauan-kicauan burung yang merdu. Akan tetapi aneka macam pepohonan yang tumbang dan terlihat awut-awutan jawaban topan semalam.

Di salah satu dahan pohon yang tumbang tersebut melekat satu kepompong. Ia tampak duka alasannya ketika semalam topan datang, ia tidak dapat lari untuk berlindung.

Tak usang lalu keluar seekor semut yang muncul dari balik tanah. Semut yang memiliki sifat sombong dan arogan seakan tidak perduli melihat keadaan kepompong.

Baca dongeng anak lainnya :
Anak katak yang sombong dan anak lembu
Dongeng asal mula rumah siput
Kisah persahabatan bajing dan ikan gabus
Dongeng kancil yang arif dan harimau
Dongeng bangau bau tanah yang licik
Dongeng merak dan bangau

Dengan sombongnya si semut berkata "Hey, kamu kepompong. Coba kamu lihat aku, saya dapat berlindung dari serangan topan semalam. Aku tidak menyerupai kamu kepompong, lihat badan mu yang hampir rusak dan lembap kuyup jawaban badai, ha..ha...ha.... " ucap sisemut dengan sombongnya.

Tak hanya sombong dihadapan kepompong saja, ternyata si semut pun menyombongkan dirinya kepada hewan lain didalam hutan yang sedang bersedih alasannya kerusakan topan semalam.

Sampai ke esokan harinya, ketika sisemut berjalan-jalan, si semut tidak sadar kalau ia telah menginjak lumpur hidup. Tak usang semut pun terjebak dan hampir terhisap oleh lumpur itu.

"Toolooonggg... toloooooongggg... saya terjebak dilumpur ini... tolong lah aku," teriak si semut.

Tak usang muncul lah seekor kupu-kupu terbang diatas si semut.

"Hey, kamu kupu-kupu. tolong lah aku," pinta si semut

"Kenapa saya harus menolong mu semut, bukankah kamu itu ahli dapat selamat dari apapun," jawab kupu-kupu.

"aku masih ingat perkataan mu semut, dengan sombongnya kamu menghina dan tertawa diatas penderitaan ku kemarin. Apakah kamu masih ingat saya semut? saya kepompong yang kamu tertawakan disaat saya sedang duka alasannya topan kemarin," lanjut kata sikupu-kupu.

Sisemut mendengar itu merasa aib sekali atas kesombongannya dan atas sikapnya yang mentertawakan hewan lain yang sedang kesusahan.

"Maafkan saya kupu-kupu, memang kemarin saya telah salah kepada mu. Tapi jikalau kamu jikalau kamu mau menolongku, saya sangat berhutang kebijaksanaan kepada mu. Dan jikalau kamu tidak mau menolong ku, saya tidak akan menyalahkan mu, agar lah saya mati bersama kesombongan ku terhisap oleh lumpur ini," kata si semut.

Kupu-kupu yang melihat bencana itu tentu saja tidak tega melihat semut yang sedang kesulitan bertaruh nyawa dengan lumpur. Dan kesudahannya si kupu-kupu menolong sisemut keluar dari lumpur itu.

Sisemut pun berjanji tidak akan menghina dan mentertawakan binatang-binatang didalam hutan yang sedang kesusahan.

Nah adik-adik yang baik, hikmah yang dapat kita petik dari Dongeng anak diatas bahwa kita sebagai makhluk yang kuasa memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Makara janganlah kita menyombongkan diri atas apa yang kita punya. Apalagi kita mentertawakan sobat kita yang sedang dalam kesulitan dan kesusahan.

Friday, November 23, 2018

Cerpen - Cerita Si Belang, Si Botak Dan Si Buta

si Belang, si Botak dan si Buta. yang mendapat ujian dari Allah, dan diberikan rezeki yang baik. Siapakah dari ketiga orang tersebut yang dengan tulus menunjukkan sebagian rezekinya? dan siapakah diantara ketiga orang tersebut yang menjadi sombong atas rezeki yang didapat? Baca cerita nya yuk adik-adik.

Cerpen Kisah Sibelang, Sibotak Dan Sibuta

Awal cerita, ada tiga orang dari bani israil, yaitu siBelang, si Botak dan si Buta. Pada suatu waktu Allah ingin menguji mereka bertiga. Allah pun mengutus Malaikat kepada si Belang. Sang Malaikat bertanya "Apa yang paling engkau inginkan dalam hidupmu?"
"Disembuhkan penyakitku dan memiliki kulit yang indah, biar orang tidak lagi jijik melihatku" kata si Belang berharap.
Sang Malaikat pun kemudian mengusap sibelang dan tiba-tiba cacat nya pun hilang. Kulitnya higienis dan bercahaya.

 Siapakah dari ketiga orang tersebut yang dengan tulus menunjukkan sebagian rezekinya Cerpen - Kisah Si Belang, Si Botak Dan Si Buta
Cerita Pendek

Sang mamalikat kembali bertanya "Binatang apa yang paling menyenangkan hatimu?"
"Unta" Jawab si Belang
Lalu sang Malaikat pun memberikannya unta hamil dan berkata "Semoga Allah memberkati atas apa yang engkau miliki".

Setelah itu sang Malaikat mendatangi si Botak dan bertanya "Apa yang paling engkau inginkan?"
"Rambut yang indah" kata si Botak
Malaikat pun kemudian mengusap kepala si Botak dan tiba-tiba tumbuhlah rambut indah dikepalanya.
"Binatang apakah yang menarik hatimu?" Tanya sang Malaikat kembali
"Sapi" Jawab si Botak
Sang Malaikat pun menunjukkan nya seekor sapi hamil dan berkata "Semoga Allah memberkahi hartamu."

Terakhir Sang Malaikat mendatangi si Buta, Malaikatpun bertanya "Apa yang paling engkau inginkan?"
"Kembali melihat, sampai sanggup melihat orang-orang" Jawabnya
Malaikat pun mengusap matanya dan tiba-tiba ia sanggup melihat kembali
"Binatang apa yang menarik hatimu?"
"Kambing" jawab si Buta
Malaikat kemudian memberikannya kambing yag sedang hamil dan mengucapkan salam perpisahan kepada si Buta.

Setelah sekian lama, binatang yang dimiliki ketiga hamba Allah itu beranak pinak dengan cepat dan sehat. Seiring berjalannya waktu tanpa terasa jumlah binatang peliharaan mereka sudah banyak sampai memenuhi lembah daerah mereka masing-masing tinggal.

Dan Malaikat pun tiba kembali untuk menguji mereka bertiga, namun sang Malaikat tiba dalam bentuk yang berbeda dan ditugaskan Allah kembali untuk mendatangi ketiga orang bani israil yaitu si Belang, si Botak Dan si Buta.

Malaikat pun mendatangi si Belang dan berkata "Aku orang yang malang, Aku kehabisan bekal dalam perjalananku ini. Tidak ada yang sanggup memberikan kepada tujuanku selain Allah dan engkau. Tolonglah aku."

"Urusanku sangat banyak. Aku tidak sanggup memberimu apa-apa" kata sibelang
"Sepertinya Aku pernah mengenalmu. Bukankah engkau dulu berpenyakit belang dan orang-orang jijik kepadamu? Bukankah engkau dulu orang miskin kemudian Allah memberimu rezeki?"

"Kau keliru! saya mewarisi harta ini dari nenek moyangku." balas si Belang
"Jika engkau berdusta, Allah akan membuatmu menyerupai dahulu" Kata Malaikat sambil meninggalkan si Belang

Kemudian, Malaikat mendatangi si Botak dan meminta dukungan menyerupai yang dilakukan kepada si Belang. Tak berbeda, si Botak pun menunjukkan balasan serupa. Malaikat hanya berkata "Jika engkau berdusta, Allah akan membuatmu menyerupai dahulu."

Setelah itu Malaikat mendatangi si Buta. Malaikat pun memberikan ajakan yang serupa. Dengan tulus si Buta Menjawab "Sesungguhnya dahulu saya ialah orang yang buta. Lalu Allah mengembalikan pengelihatanku. Ambilah apa yang engkau sukai dn tinggalkan apa yang engkau tidak sukai, alasannya ialah semua ini ialah titipan Allah"

Malaikat yang menyamar pun tersenyum dan berkata "Aku Malaikat yang ingin mengujimu. Allah bahagia kepadamu dan sangat murka kepada dua temanmu."

Makna Cerpen Si Belang Si Botak Dan Si Buta

Dari kisah diatas menunjukkan kita hikmah yang sangat berharga, bahwa segala sesuatau apa yang kita miliki yang diberikan oleh Allah SWT, itu hanyalah titipan sementara, suatu dikala akan kembali kepada-Nya. Karena itu, kita harus rela dan ikhlas.
Adik-adik yang baik, didalam hidup ini banyak ujian yang dihadapi manusia. Dan seringkali ujian itu tiba dengan tiba-tiba. Adik-adik harus tahu bahwa apa yang ada pada kita dikala ini ialah milik sang Pencipta, Yakni Allah SWT. Allah akan mengambil sesuka-suka kapan dan dimana saja yang Dia kehendaki.

Search Term : cerita islami, dongeng islami, cerpen, sibelang, sibotak dan sibuta

Thursday, November 22, 2018

Monyet Yang Rakus Dan Licik Tipu Seekor Kerbau

Adik-adik yang baik kali ini baca dongeng nya yuk...

Monyet Yang rakus dan licik tipu seekor kerbau Monyet Yang Rakus Dan Licik Tipu Seekor Kerbau

Pada suatu hari, ada seekor monyet yang sangat bandel sekali, selain bandel kera tersebut rakus dan suka mencuri buah-buahan para petani.

Perbuatannya menciptakan para petani resah dan para petani pun menjaga ladang mereka dengan ketat.

Dan tentu saja hal itu menciptakan si kera kebingungan, alasannya yakni kalau hingga tertangkap, nyawanya sanggup melayang.

Suatu hari si monyet meringis menahan lapar, beliau melihat burung gagak sedang membawa buah anggur. Melihat itu air liur si kera mulai berjatuhan.

Si kera berteriak kepada si gagak, "Hai gagak,"

Merasa di panggil gagak pun berhenti dan bertengger didekat monyet.

"Gagak, dari mana kamu sanggup buah anggur yang ranum itu?" tanya si monyet

"Aku mendapat buah ini dari kebun diseberang sungai, para petaninya baik hati, mereka tidak akan mengusir dan melukai kalau hanya mengambil buah yang sudah terjatuh ke tanah. Asal jangan makan buah-buahan yang masih ada dipohonnya." jawab si gagak.

Mendengar balasan si gagak, kera pun menjadi sangat girang. Dia pun segera menuju kebun diseberang sungai yang diceritakan si gagak.

Tapi sial, ia tidak sanggup menyebrangi sungai alasannya yakni airnya sedang meluap. Hal tersebut menciptakan si Monyet menjadi kebingungan, alasannya yakni ia tidak sanggup berenang untuk menyebrangi sungai.

Monyet pun melamun berfikir untuk sanggup menyebrangi sungai tersebut. Akhirnya si kera teringat kepada sahabatnya si kerbau. Si kera pun segera mencari si kerbau.

"Hai, kerbau sahabatku," sapa si monyet

"Ada apa monyet? wah kera kamu kini terlihat gemuk," kata si kerbau.

"Hehe... bagaimana saya tidak gemuk kerbau, saya makan lezat setiap hari, petani disebrang sungai sana selalu menunjukkan masakan lezat kepada ku. Dan saya diperbolehkan menghabiskan buah-buahan di kebunnya," kata si kera mulai merayu dan berbohong kepada si kerbau.

"Waahh... benarkah itu monyet? beruntung sekali kau, pantas saja kamu terlihat tambah gemuk." kata sikerbau tanpa sedikit pun curiga kepada si monyet.

"Apakah kamu mau ikut dengan ku sahabatku, kita makan sama-sama disana...!" kera mulai menipu si kerbau.

"Kau baik sekali monyet, sepakat saya ikut dengan mu, ayo kita kesana monyet," kata kerbau sangat girang.

"Tapi tunggu sebentar kerbau sahabatku, dikala ini untuk kesana agak susah alasannya yakni air sungai sedang meluap dan saya tidak sanggup berenang," kata si monyet.

"Itu problem simpel monyet, saya sanggup berenang. Nanti kamu sanggup naik kepunggung ku," jawab si kerbau tanpa curiga.

Merasa rayu tipunya berhasil, si kera merasa sanagt senang, kesudahannya si kera dan si kerbau pun segera pergi menuju kebun di sebrang sungai. Dan dikala menyebrangi sungai si kera naik di punggung si kerbau.

Setelah hingga di kebun, kera pun si kera yang rakus segera makan buah-buahan dengan lahapnya. Ia tidak memperdulikan buah yang masih ada di pohon, semuanya di makan.

Begitu pula si kerbau, ia pun makan dengan lahap. Karena si kerbau merasa buah-buahan memang sengaja diberikan kepada si monyet.

Tanpa mereka sadari, gerak-gerik mereka telah diperhatikan oleh para petani. Setelah si kerbau dan si kera tengah kekenyangan, para petani eksklusif menyergap kera dan kerbau.

Monyet yang sadar akan ancaman yang datang, segera berlari menyelamatkan diri meninggalkan kerbau yang kebingungan alasannya yakni tidak tahu problem yang sebenarnya.

Para petani melempari kerikil dan mengusir mereka, si kerbau pun berlari menyelamatkan diri dan badan sikerbau pun penuh dengan luka. Sedangkan si kera sudah tidak kelihatan batang hidung nya. Si kerbau mulai sadar bahwa dirinya telah di tipu oleh monyet.

Akhirnya sehabis berlari dari kejaran para petani, si kerbau pun hingga ditepi sungai. Dengan segera si kerbau terjun ke sungai untuk menyebrang.

Tiba-tiba si kera muncul, "Hai... kerbau sahabatku, tunggu aku... Apa kamu tega meninggalkan sahabat mu disini," teriak si kera memanggil si kerbau.

Melihat kemunculan si monyet, si kerbau bekerjsama sangat dongkol, "Jika kamu mau ikut menyebrang, cepatlah kamu melompat ke punggung ku," jawab si kerbau dengan nada ketus.

Si kera pun berlari dengan sekuat tenaga, kera semakin takut dan panik ketika mendengar bunyi para petani yang mengejar ada dibelakangnya.

Setelah hingga di pinggir sungai si kera pun segera melompat ke punggung si kerbau. Tapi naas, alasannya yakni perut si kera terlalu kenyang, menciptakan tubuhnya bertambah berat dan kurang lincah.

Lompatan si kera tidak hingga di punggung si kerbau, dan kesudahannya si kera pun tercebur ke sungai dan hanyut terbawa arus.

Wednesday, November 21, 2018

Dongeng Gajah Yang Baik Hati Dan Harimau

Adik-adik yang baik, kali ini dongeng gajah yang baik hati. Dongeng untuk anak ini dibagi menjadi Dua Seri, dan ini ialah cuilan dongeng seri pertama. Yuk adik-adik kita baca ceritanya.

Pada suatu hari, ada seekor gajah yang sangat baik hatinya. Ia bertubuh tinggi, besar dan juga sangat kuat. Memiliki gading yang besar dan belalai yang sangat panjang pula. Ia pun suka membantu dan memberi makan kepada binatang lain yang sedang kelaparan. Bukan hanya itu Si Gajah pun suka menawarkan pinjaman kepada binatang-binatang lain yang sedang kesusahan.

 dan ini ialah cuilan dongeng seri pertama Dongeng Gajah Yang Baik Hati Dan Harimau
Dongeng anak judul gajah dan harimau
Dalam dongeng ini sigajah melaksanakan perjalanan yang sangat jauh, melewati sungai dan hutan rimba. Ketika Ia melewati hutan ia bertemu dengan seekor harimau yang malang. Tubuh siharimau itu tertindih dahan pohon, melihat sigajah lewat harimau pun meminta pinjaman kepada si gajah.

"Gajah... oh gajah, tolonglah saya gajah," teriak siharimau

Dan sigajah pun menghampiri siharimau yang malang itu dan dengan sigap mengangkat dahan pohon yang menindih siharimau dengan belalainya yang kuat.

"Terimakasih oh gajah, jikalau kamu tidak segera tiba dan menolongku, mungkin saya sudah mati sebab tertindih batang pohon yang besar itu. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih gajah." Ucap siharimau

"Iya.. harimau, kamu harus bersyukur sebab dapat selamat dan kamu hanya mengalami luka yang ringan." Sahut gajah

"Benar sekali gajah, untung kamu lewat sini. kalu hewan lain yang lewat belum tentu dapat mengangkat batang pohon yang besar itu. Sekali lagi saya benar-benar berterima kasih kepada mu gajah" Kata harimau

"Sudahlah harimau, memang kita hidup harus saling tolong menolong" Kata si gajah

Meskipun si gajah ialah hewan yang sangat kuat, akan tetapi ia tidak sombong dan tetap rendah hati. Dan gajah pun meneruskan perjalanannya.

Didalam perjalanannya gajah lalu bertemu dengan seekor kancil yang sedang asik menikmati mentimun.

"Perutku kini sudah sangat kenyang, dan saya ingin minum. Aku harus segera mencari air untuk minum." kata kancil berbicara sendiri sehabis menghabiskan mentimun yang ia petik

Sikancil pun beranjak pergi ke arah sungai untuk minum. Akan tetapi sehabis hingga ditujuan, sungai itu kering tidak ada air sedikit pun untuk membasahi tenggoorokannya yang sudah mulai kering.

Sikancil pun berkeliling hutan untuk mencari air minum. Tetapi ia merasa kecewa sebab sehabis ia berkeliling ke sungai-sungai, rawa dan danau semuanya kering, tidak ada air sedikit pun.

Ia pun berpikir sejenak, "Dimana lagi saya dapat mendapat air untuk minum," gerutu sikancil sendiri. Ia teringat masih ada satu daerah lagi yang belum ia kunjungi yaitu sebuah bak besar yang terletak ditengah hutan.
"Sekarang saya harus segera pergi kekolam besar itu, mungkin saja saya disana dapat mendapat air untuk ku minum." gerutu sikancil didalam hati

Baca Juga Dongeng Lainnya:

Sikancil pun mulai berjalan ketengah hutan, daerah dimana bak besar itu berada. Sesampainya di bak yang dimaksud ternyata benar saja dugaan sikancil, masih ada air dikolam tersebut.
"Ternyata benar dugaan ku, masih ada air dikolam ini," gumam sikancil

Sebenar nya bak itu sangat kecil. Tetapi sebab ekspresi dominan kemarau air dikolam itu pun surut dan hanya tinggal setengahnya, hingga menyerupai terlihat bak yang besar.

Karena sikancil merasa bangga dapat mendapat air minum, tanpa pikir panjang lagi ia pun eksklusif terjun kedalam bak tersebut dan meminum air sepuas-puasnya. tenggorokannya yang tadinya kering kini sudah berair kembali, tenaganya pun sudah mulai pulih dan badannya sudah menjadi segar kembali.

Kancil tidak menyadari bahwa tindakannya masuk kedalam bak itu ialah sangat ceroboh, Ia tidak berfikir bagaimana caranya ia dapat naik kembali ke atas daratan. Sudah beberapa kali sikancil berusaha memanjat dari dalam bak tersebut, tetapi ia tidak dapat hingga keatas.


Tag:
Dongeng anak, dongeng anak bergambar, dongeng gajah, dongeng kancil, dongeng harimau, dongeng fabel, cerpen, cerpen fabel, dongeng pendek, dongeng edukatif

Tuesday, November 20, 2018

Bagian 2 : Cerita Gajah Yang Baik Hati

Adik-adik Gajah yang baik hati dan Harimau , Nah menolong kancil yang sedang terjebak di dalam kolam besar ditengah hutan, Bagaimana caranya sigajah menolong sikancil, yuk kita baca dongeng lanjutannya ya adik-adik.

Sampai akhirnya sikancil mengalah dan tidak sanggup berbuat apa-apa, yang sanggup ia lakukan kini yaitu minta pemberian dengan berteriak sekuat-kuatnya. Berharap ada binatang lain yang sanggup menolongnya.
"Tolooonggggg.... toloooonnnngggg.....!!!" teriak sikancil

Gajah yang sedang melewati daerah itu pun mendengar bunyi teriakan minta tolong sikancil. Dan segera sigajah mendatangi arah bunyi teriakan tersebut.

 ini yaitu lanjutan dari dongeng yang berjudul  Bagian 2 : Dongeng Gajah Yang Baik Hati

"Hai,,, siapa yang berada didalam kolam itu??" tanya gajah
"Tolong aku... saya sikancil..." jawab sikancil
"mengapa kamu sanggup berada didalam kolam itu kancil?" gajah bertanya kembali kepada kancil

Sejenak sikancil termangu dan mencari nalar semoga sigajah mau menolongnya keluar dari dalam kolam tersebut

"Tolong gajah, saya tidak sanggup mengangkat ikan ini." Akal sikancil
"Yang benar kancil, kamu mendapat ikan?" tanya gajah
"Benar gajah, sungguh..! saya mendapat ikan yang sangat besar." Tipu sikancil kepada gajah

"Tapi bagaimana caranya kancil saya sanggup turun kebawah?"
"Sebaiknya kamu pribadi saja gajah turun kebawah sini, alasannya yaitu kalau kamu tidak cepat ikan ini sanggup lepas kembali" jawab si kancil

Si gajah berpikir sejenak, sanggup saja ia pribadi turun kebawah dengan mudah, akan tetapi bagaimana caranya ia sanggup naik keatas lagi nanti. Sigajah pun bertanya kembali kepada sikancil, " kancil, coba saya liaht mana ikan yang kamu dapatkan?"

"Ikannya ada disepasang kaki ku gajah," kata kancil
"Kalau saya menolong mu dan harus kebawah sana, kemudian bagaimana caranya saya sanggup naik dari kolam ini..?" kata sigajah

Kancil pun terdiam, ia tidak menyangka gajah sanggup berfikir sejauh itu. Tidak menyerupai dirinya yang ceroboh pribadi terjun kedalam kolam tanpa berfikir akibatnya.

"Kancil, kamu mau memanfaatkan ku ya kancil? kamu bermaksud menipuku untuk kepentingan dan keselamatan mu sendiri. Sekali-kali kamu harus diberi pelajaran kancil..." kata gajah sambil meninggalkan daerah itu.

Sikancil pun hanya terdiam, mendengar perkataan sigajah yang tampaknya tahu bahwa itu hanya nalar akalan nya saja semoga sigajah mau masuk kedalam kolam, dan ia sanggup naik keatas.

"Waduuuhhhh...Pak gajah... tolonglah aku... Aku mohon pa gajah" teriak sikancil

Gajah pun tak mendengarkan teriakan sikancil, dan ia terus saja menjauh pergi dari kolam tersebut.
Sikancil pun mulai putus asa, ia mulai merasa kedinginan berada didalam kolam itu. Dan hinga menjelang sore hari, tidak ada seekor binatang pun yang mendengar teriakannya.

"Gawat!! kalau saya terus didalam kolam ini, saya sanggup mati kaku." gumam sikancil didalam hati. Sikancil mulai membayangkan selesai hidupnya didalam kolam itu. Dalam keputusasaan sikancil berteriak dengan sangat keras dengan kepala menengadah keatas

"Wahai langit dan bumi..., dan seluruh binatang-binatang didalam hutan. Aku kancil bersumpah tidak akan menipu lagi untuk kepentingan ku dan keselamatanku sendiri. Kecuali.....!!!!"

Ketika kancil mengucapka kata kecuali, sikancil sengaja mengecilkan suaranya hampir tak terdengar. Tak disangaka, gajah tiba-tiba muncul kembali ditepi kolam. Ternyata gajah tidak benar-benar meninggalkan kancil sendiri didalam kolam itu. Gajah pun ingin tau ingin mendengar ucapakan kancil yang terakhir.

"Kecuali apa, kancil???" tanya gajah

Kancil pun terkejut mendengar bunyi gajah

Baca Juga Dongeng Lainnya:

"ternyata kamu kembali lagi pak gajah, tolong pak gajah selamatkan aku." kata sikancil

"Jawab dahulu pertanyaanku kancil, kecuali apa?" tanya gajah
"Hmmmmm.... kecuali untuk menyelamatkan diri. Karena saya hanya hewan yang kecil yang sering terancam oleh harimau, singa, serigala, dan hewan lainnya." Jawab sikancil

"Benar begitu kancil?" sahut gajah. "Dan kini apakah kamu sudah sadar dan berjanji tidak akan menipu, menjahili, dan tidak akan berbuat perbuatan yang merugikan binatang-binatang lain??" tanya gajah

"Benar pak gajah, betul. Aku benar-benar berjanji." jawab kancil
"Baiklah kancil, kini saya akan menolong mu keluar dari kolam ini." kata gajah

Kemudian gajah pun menjulurkan belalainya yang panjang intuk menangkap kancil dan mengangkatnya keatas. Sesampainya diatas kancil berkata

"Terima kasih pak gajah, saya tidak akan melupakan kebaikan mu ini pak gajah." Kata kancil.

Sejak insiden itu sikancil pun menjadi hewan yang sangat baik. Ia tidak lagi menipu, jahil, iseng menyerupai yang pernah ia lakukan dahulu kepada binatang-binatang lain dihutan.

Tag:
Dongeng anak, dongeng anak bergambar, dongeng gajah, dongeng kancil, dongeng harimau, dongeng fabel, cerpen, cerpen fabel, dongeng pendek, dongeng edukatif

Monday, November 19, 2018

Tipuan Kepada Tuan Tanah | Cerpen Abunawas

Tipuan Abu Nawas kepada Tuan Tanah Yang Pelit dan Kikir

Selamat siang para bubuk nawas likers,silahkan baca-baca kembali kisah lucu wacana kecerdikan bubuk nawas di sini.kali ini makna dari kisah ini Bahwa orang yang kikir dan serakah niscaya akan kena batunya.

Tokoh -tokoh dalam kisah ini
Abu Nawas
Tuan tanah
Para Pekerja Tuan Tanah

Pada suatu hari tepatnya hari itu bulan ampunan Ramadhan menjelang hari yang keenam.
Seperti biasanya, Sambil menunggu bedug magrib tiba,abu nawas duduk di beranda rumahnya. ia berfikir bagaimana caranya semoga dapur rumahnya tetep ngebul sambiil memandang ke arah langit biru.

Tipuan Abu Nawas kepada Tuan Tanah Yang Pelit dan Kikir Tipuan Kepada Tuan Tanah | Cerpen Abunawas

Tidak jauh dar rumahnya bubuk nawas ada seorang tuan tanah yang tentu saja sebagai tuan tanah,tentu saja mempunyai rumah yang besar.Rumah yang lengkap dengan seperangkat gudang makanan,lahan peternakan dan kamar.

Hampir setiap orang yang berada didaerah itu bahkan Abu Nawas sendiri bekerja dengan tuan tanah itu,bekerja keras setiap hari hari tetapi dengan hasil yang sedikit.

Dan kalau meminjam uang dari dirinya maka harus mengembalikannya dengan bunga yang sangat tinggi. Tingkat penghisapanya sangat tinggi.Dan tuan tanah itu mempunyai sifat yang pelit, kikir, tamak dan loba.

Singkat Cerita

Sang Tuan tanah ini mendengar kabar bahwa Abu Nawas mempunyai suatu kepandaian yang aneh. Bila ia meminjam sesuatu maka akan dikembalikan secara lebih, katanya pinjamannya itu beranak.

Seperti meminjam seekor ayam maka ayam itu akan dikembalikan dua alasannya yakni ayam itu beranak. Menarik juga kepandaian Abu Nawas ini pikir sang tuan tanah. Tuan tanah kemudian berpikir semoga Abu Nawas segera meminjam darinya.

Secara kebetulan sore itu Abu Nawas ingin meminjam 3 butir telur kapada tuan Tanah itu. Tuan tanah tentu saja bahagia menawarkan derma kepada Abu Nawas alasannya yakni derma itu akan menjadi banyak alasannya yakni beranak.

Malahan tuan tanah itu menanyakan kepada bubuk nawas
 "apakah ingin meminjam yang lain".

Abu Nawas menjawab "tidak perlu". [Dia hanya butuh 3 butir telur].

Tuan tanah itu bertanya lagi dengan Abu Nawas "abu nawas kapan telur itu akan beranak?"

Abu nawas menjawab "itu tergantung dengan keadaan".

Singkat-singkat Cerita

Lima hari kemudian, Abu Nawas pun kembali ke rumahnya si tuan tanah itu. Mengembalikan telur menjadi 5 butir. Melihat 5 butir telur betapa senangnya Tuan tanah itu.

Tuan tanah kemudian menanyakan kepada bubuk nawas apakah ia akan meminjam lagi. Abu Nawas kemudian meminjam piring tembikar sebanyak 2 buah. Tuan tanah itu menawarkan dengan bahagia hati dan berharap piringnya itu menjadi banyak.

Pada Lima hari kemudiannya Abu Nawas tiba lagi kerumah si tuan tanah dengan membawa tiga piring tembikar. Walaupun tidak sesuai dengan yang dibutuhkan oleh si tuan tanah, tetapi hatinya cukup bangga alasannya yakni dua piring dulu hanya melahirkan 1 anak saja. Tak apa pikir sang tuan tanah alasannya yakni dapat saja orang mempunyai anak tunggal bahkan tidak mempunyai anak.

Ahirnya Abu Nawas dan Tuan tanah itu sama – sama senang. Maka dari itu tuan tanah itu meminjamkan uang senilai 1000 dinar. Jumlah yang sangat besar, honor buat seluruh karyawan dan pekerjanya selama 1 bulan.

Tuan tanah itu berangan – angan bahwa uang yang dipinjam bubuk nawas nanti akan diapakan alasannya yakni akan banyak beranak. Tuan tanah itu menanti dengan tidak sabar.

Ditunggu selama lima hari, bubuk nawas tidak kunjung datang.Sudah hampir satu bulan, Abu nawas juga tidak datang. Saat tuan tanah akan mendatangi rumah Abu Nawas dengan centengnya, Abu Nawas datang.

Mulanya tuan tanah bangga tapi sehabis Abu Nawas menjelaskan persoalannya, bukan main marahnya tuan tanah itu.

“Sayang sekali tuan. Uang yang aku pinjam itu, bukannya beranak, malah tiga hari kemudian mati mendadak. ”Ujar Abu Nawas

Mendengar kata- kata itu betapa geramnya tuan tanah. Hampir saja Abu Nawas dihajar centeng tuan tanah. Untung saja ada teman – teman bubuk nawas yang gres pulang dari bekerja.

Lalu si tuan tanah itu mengadukan bubuk nawas kepada pengadilan. Tuan tanah itu berharap Abu Nawas akan digantung atau bahkan dieksekusi rajam.

Dan,singkat kisah pun pengadilan pun digelar. Abu Nawas membeberkan semua duduk permasalahanya. Demikian juga tuan tanah itu menjelaskan. Pengadilan pun tetapkan cukup rasional (masuk akal). Kalau sesuatu dapat beranak sudah niscaya dapat mati.
Dan Abu nawas telah menjalankan lakonnya dengan baik.

Dan tuan tanah yang tamak itu telah tertipu alasannya yakni wataknya sendiri yang kikir, tamak, pelit.

Demikian cerita wacana Abu Nawas yang menipu tuan tanah yang pelit,kikir,dan serakah.
Hiduplah untuk berbagi,karena Berbagi itu indah.

Tag:
tuan tanah, dongeng anak, bubuk nawas, abu, nawas, abunawas, cerpen, cerita, jenaka, lucu

Sunday, November 18, 2018

Si Kancil Yang Arif Dan Harimau

Kali ini cerpen fabel si Kancil yang cerdik dan harimau yang sangat berpengaruh dengan teman-temannya.

Awal cerita, pada suatu hari terjadilah tragedi kelaparan di suatu pulau yang penghuninya kebanyakan dihuni oleh harimau harimau. Para Harimau pun kelaparan, hari demi hari para harimau itu makin sangat kelaparan, alasannya ialah setiap hari sudah tidak ada lagi binatang yang sanggup mereka mangsa untuk mengisi isi perut mereka.

 dan harimau yang sangat berpengaruh dengan sahabat Si Kancil Yang Cerdik Dan Harimau
Si kancil yang cerdik

Dongeng Pendek Lainnya :

Singkat dongeng akibatnya raja dari para harimau gitu mengutus Panglima dan para prajuritnya untuk pergi ke sebuah pulau kecil yang berada di seberang dan segera kembali dengan membawa banyak makanan.

Panglima dan para prajuritnya pun pergi ke sebuah pulau kecil itu, perjalanan ke pulau kecil cukup terasa sangat jauh. Dan akhirnya, panglima dan prajuritnya pun hingga juga di daerah tujuan mereka. Terlihat para harimau itu sangat takjub dengan keindahan ada di pulau kecil itu. Akan tetapi, setibanya mereka di pulau itu yang mereka lihat hanyalah seekor kancil kecil sedang di tepi pantai.

Si Kancil pun melihat panglima Harimau dan prajurit prajuritnya, si kancil mencoba berlari akan tetapi beliau terlambat alasannya ialah beliau sudah dikepung oleh para harimau itu.

" hey kancil...! Dimanakah rajamu ? Kami semua tiba ke pulau ini untuk meminta makanan. Jika kalian dan penghuni Pulau ini menolak, kami akan menyerang pulau kecil ini. Dan coba kamu lihat kancil, kami membawa pecahan kumis raja kami." kata sang Panglima harimau itu dengan menunjukkan kumis rajanya.

" wow, kumis ini sangat besar sekali. Aku yakin niscaya raja harimau sangat besar dan berpengaruh juga. Baiklah harimau saya akan membawa Kumis rajamu ini, untuk saya tunjukkan kepada raja di Pulau ini" sahut si kancil.

Kancil pun pergi dengan bawa kumis raja harimau. Akan tetapi bahwasanya dalam hatinya kancil sangat kebingungan alasannya ialah di pulau kecil itu memang tidak ada raja. Dalam perjalanannya kancil melihat sahabatnya yaitu seekor landak yang cukup besar, dan si kancil yang terpelajar pun akibatnya menemukan sebuah ilham yang hebat

Dihampiri lah silandak itu oleh kancil
" hei sahabatku, bisakah kamu membantuku saya sangat membutuhkan bantuanmu sahabatku...!" kancil berkata kepada silandak.

" hah, kamu meminta sumbangan ku kancil? Memang bahwasanya apa yang sanggup saya bantu untukmu kancil?" tanya silandak
" saya membutuhkan bantuanmu semoga semua binatang di pulau kecil ini selamat, alasannya ialah di tepian pantai sana sudah menunggu para Harimau. Dan saya memiliki ilham untuk mengusir para harimau itu." jawab kancil

Dongeng Pendek Lainnya :

Dan akhirnya, sehabis anda pun oke dengan idenya kancil. Dia pun mencabut Duri yang paling besar, tajam Dan juga panjang. sehabis kancil mendapatkan Duri tersebut, beliau pun pribadi pergi berlari membawa duri landak itu untuk menyerahkannya kepada Panglima Harimau.

" hai Tuan, tuan Harimau saya mendapatkan amanah dari rajaku. Bahwa raja kami siap untuk berperang dengan para Harimau. Dan sebagai buktinya, raja kamipun mengirimkan kumisnya untuk ditunjukkan kepada kamu Harimau." kata kancil dengan tegas kepada Harimau. Si kancil pun pribadi menyerahkan kumis dari duri landak itu kepada panglima Harimau

" kancil, ini kumis rajamu?" tanya Panglima Harimau
" ya Tuan Harimau, memang benar itu ialah kumis Raja kami yang paling kecil. Raja kami pun mendapatkan tantangan dari Raja kalian tuan Harimau." jawab kancil

Terlihat panglima Harimau dan prajurit-prajurit nya pun sangat terkejut alasannya ialah melihat kumis dari raja di pulau kecil itu yang besar, panjang dan tajam.

Panglima harimau pun berbisik kepada para prajuritnya " kumis raja pulau kecil ini sangat besar, tajam Dan juga panjang. Kita niscaya akan mendapatkan banyak kesulitan apabila melawannya."

" kemudian kita harus bagaimana,?" tanya salah satu prajurit kepada Panglima Harimau
" sebaiknya kita harus segera pergi dari pulau kecil ini, sebelum raja di Pulau ini murka." jawab panglima harimau kepada prajuritnya.

Dan akibatnya parah harimau itu pun pergi meninggalkan pulau kecil tersebut, panglima Harimau dan prajurit prajurit nya pun melanjutkan perjalanan kembali ke pulau pulau lainnya untuk mencari makanan. Dan semenjak ketika itu tidak ada 1 harimau pun yang berani tiba lagi ke pulau kecil itu.


Tag :
kancil, dongeng kancil, dongeng sikancil, kancil dan harimau, dongeng kancil, si kancil, dongeng sang kancil, binatang kancil, dongeng sang kancil, pola dongeng, dongeng pendek, cerpen silandak, cerpen harimau,