Tuesday, December 4, 2018

Cerita Dongeng Asal Permintaan Guntur Dilangit

Cerita dongeng anak asal mula Guntur atau petir dilangit

Pada jaman dahulu kala, insan dan peri hidup rukun berdampingan, Si peri Mekhala yaitu peri yang cantik dan juga pandai, ia mencar ilmu pada Shie. Selain simekhala, Shie juga memiliki murid pria yang berjulukan Ramasaur. Ramasaur kalah pintar dengan Mekhala dan ia pun selelu iri pada kepandaian mekhala. Akan tetapi Guru Shie tetap sayang kepada kedua muridnya dan tidak pernah membeda-bedakan kedua muridnya.

 insan dan peri hidup rukun berdampingan Cerita Dongeng Asal Usul Guntur Dilangit
Dongeng anak asal mula petir (guntur)

Dongeng Lainnya :

Pada suatu hari Guru Shie memanggil kedua muridnya dan berkata
"Besok... berikanlah kepadaku secawan penuh air embun, barang siapa yang lebih cepat mendapatkan secawan penuh air embun, beruntunglah ia. Karena dari secawan penuh air embun itu akan ku ubah menjadi permata yang sanggup mengabulkan permintaan apapun."

Kedua muridnya tertegun mendengar perintah dari gurunya. Ramasaur membayangkan ia akan meminta harta benda dan kemewahan sehingga dalam bayangannya ia akan menjadi orang terkaya di negrinya. Akan tetapi Si Mekhala malah sebaliknya, Ia berfikir dengan keras, sebab untuk mendapatkan secawan penuh air embun tentu sangat tidak mudah.

Esok hari nya, pagi-pagi sekali mereka pun pergi kehutan untuk mengumpulkan secawan air embun. Ramasaur yang serakah dan ceroboh mencabuti rumput dan tanaman-tanaman kecil lain nya. Akan tetapi hasil yang di sanggup si Ramasaur sangat mengecewakan, air embun selalu saja tumpah sebelum dituangkan kecawan.

Sebaliknya, Mekhala dengan sangat hati-hati menyerap embun di antara dedaunan dengan memakai sehelai kain. Perlahan-lahan diperasnya kemudian di masukan cawan. Dan kesudahannya pun sangat menggembirakan. dan tak usang kemudian cawan si Mekhala telah penuh. Ia pun pulang dan memperlihatkan cawan yang sudah di penuhi air embun kepada Gurunya.

Mekhala memang murid yang cerdik, gurunya pun mendapatkan secawan air embun dengan gembira.Dan sesuai kesepakatan gurunya, air embun itu pun di ubah menjadi permata sebesar ibu jari. "Mekhala, bila kamu menginginkan sesuatu, kamu angkat permata ini sejajar dengan kening mu. Lalu kamu ucapkan impian mu." Kata Guru Shie.

Mekhala pun mengerjakan apa yang di katakan oleh gurunya tersebut, kemudian menyebutkan keinginannya dan dalam sekejap mekhala telah berada di langit biru, melayang layang seperti burung rajawali.

Baca Juga Islami :

Sementara Ramashur gres berhasil mendapatkan secawan penuh air embun hingga senja hari. Hasil air embun yang di bawa Ramashur tidak sebening yang didapatkan oleh Mekhala. Ramashur pun menyerahkan cawan itu ke pada gurunya. "Ramasaur, meskipun engkau kalah cepat dari Mekhala, kamu akan tetap mendapatkan hadiah dari ku atas jerih payah mu. Ambil Kapak sakti ini, kamu gunakan kapak ini untuk membela diri bila kamu dalam bahaya, bila kamu lemparkan kapak ini kesasaran, gunung pun sanggup hancur terkena kapak ini." Kata Guru Shie sambil menyerahkan sebuah kapak sakti yang terbuat dari perak.

Ternyata Ramasaur menyalah gunakan kapak yang di beri oleh Guru Shie. Ramasaur iri melihat Mekhala yang sanggup terbang melayang layang di langit. Karena iri dan menjadi benci terhadap Mekhala, Ramasaur melemparkan kapak itu ke arah Mekhala yang sedang terbang melayang layang di langit. Mekhala pun memakai permatanya untuk menangkis kapak Ramasaur. Akibatnya terjadilah benturan dahsyat dengan cahaya yang sangat menyilaukan.

Nah adik-adik yang baik itulah dongeng dongeng asal usul guntur atau petir yang suka kita lihat di atas langit.

Tag:
cerpen, dongeng anak, dongeng anak, dongeng untuk anak, dongeng asal usul, dongeng rakyat, dongeng legenda, legenda rakyat, si peri mekhala

Monday, December 3, 2018

- Anak Katak Sombong Dengan Anak Lembu

Pada suatu hari, ditengah padang rumput yang luas, ada sebuah bak yang di huni oleh berpuluh puluh ekor anak katak yang berjulukan Kethus.

Si kethus yaitu anak katak yang berbadan beasr dan paling kuat, dan alasannya kelebihannya itu. Si kethus pun hidup nya sangat sombong sekali, Karena ia merasa ia lah yang paling besar dan besar lengan berkuasa diantara bawah umur katak lainnya, dan tidak ada anak katak seumuran ia yang sanggup mengalahkannya.

 ada sebuah bak yang di huni oleh berpuluh puluh ekor   - Anak Katak Sombong dengan Anak Lembu
: Anak Katak Sombong dengan Anak Lembu

Baca Juga Dongeng Lainnya:

Sebenarnya abang nya si kethus sudah sering kali menasehati nya, biar kethus tidak bersikap besar kepala dan sombong terhadap sobat temannya. Akan tetapi si kethus tidak pernah menghiraukan nasehat-nasehat dari kakaknya.

Karena kesombongannya, teman-teman si kethus pun mulai menghindarinya, dan pada balasannya si kethus pun tidak memiliki sobat lagi.

Singkat cerita pada suatu pagi hari, si kethus sedang berlatih melompat, ketika ia sedang berlatih melompat ia situ juga ada seekor anak lembu yang sedang bermain disitu.

Terlihat sesekali anak lembu itu mendekati ibunya untuk menyedot susu. Si anak lembu itu terlihat gembira sekali, Ia berlari lari sambil se sekali menyegok rumput yang segar, dan dengan tidak sengaja pengecap si anak sapi itu terkena tubuh si kethus.

Si kethus pun murka sambil menggumam di dalam hatinya "Huh,, Berani sekali makhluk ini mengusik ku", sikethus pun menjauhi anak lembu itu. Sebenarnya si anak lembu itu tidak berniat untuk mengganggu si kethus, namun alasannya kebetulan pergerakan si anak sapi dan si kethus sama sehingga menyebabkan kethus menjadi cemas dan melompat menyelamatkan diri.

Dengan nafas yang terengah-engah, sikethus hingga di tepi kolam. Melihat si kethus sangat kecapean, mitra kawannya pun nampak heran. "Hei kethus,,, kau tampak nya lelah sekali hingga terengah-engah, dan muka kau juga terlihat sangat pucat sekali." tanya salah satu temannya.

"Tidak,, saya tidak apa apa. Aku hanya cemas saja, kau lihat makhluk di tengah padang rumput itu, saya tidak tahu makhluk apa itu, tapi makhluk itu sangat sombong dan hendak menelanku." kata si kethus kepada sobat temannya.

Tak usang kakaknya si kethus tiba menghampiri dan berkata, "makhluk itu anak lembu, kethus. dan sepengetahuan abang anak lembu itu tidak jahat. Mereka memang biasa di lepaskan dipadang rumput ini setiap pagi."

"Kenapa abang sanggup bilang makhluk itu tidak jahat, saya hampir hampir saja ditelannya tadi," kata si kethus.

"Tidak mungkin kethus, alasannya lembu hanya makan rumput saja. Dia tidak makan katak ataupun ikan." jawab si abang nya kethus.

"kakak, saya tidak percaya bila makhluk itu tidak makan katak. Tadi saja saya dikejarnya dan hampir ditendang olehnya." celah si kethus.

Kemudian sifat sombong si kethus pun muncul dan berkata kepada kawan-kawan nya, "Hey kawan-kawan, sebetulnya saya sanggup saja melawan makhluk itu dengan menggembungkan diriku." sombongnya dengan bangga.

"Lawan saja kethus... lawan makhluk itu, kau niscaya menang." teriak kawan-kawan si kethus.

Mendengar itu kakaknya si kethus pun mengingatkan kepada si kethus, "Sudah lah kethus, kau tidak akan sanggup menandingi lembu itu. itu sangat berbahaya, bisa-bisa kau akan menerima celaka, sudah hentikan."

Baca Juga Dongeng Lainnya:

Akan tetapi si kethus tidak memperdulikan omongan dari kakaknya. Si kethus terus saja menggembungkan dirinya alasannya menerima dorongan dari sobat temannya. Sebenarnya temen-temannya sengaja hendak memberi pelajaran kepada si kethus yang sombong itu.

"Ayo kethus...ayo sedikit lagi kethus...teruskan..." teriak teman-temannya seolah-olah menyemangati si kethus.

Tiba-tiba si kethus jatuh lemas, alasannya di menggembung terlalu sangat besar. Si kethus pun mencicipi perutnya sangat sakit dan perlahan lahan dikempiskannya.

Melihat keadaan adiknya yang jatuh alasannya lemas, kakaknya pun kemudian membantu.
"Sukurlah kau kethus, kau tidak apa-apa" kata kakaknya.

Singkat cerita si kethus pun telah sembuh dari sakitnya, dan ia mengerti ia jatuh sakit alasannya kesombongannya.

Tag:
dongeng anak, dongeng anak, dongeng anak terbaru, dongeng sebelum tidur, dongeng bergambar, dongeng dongeng, guru cerita, dongeng anak terbaru, fairy tales

Sunday, December 2, 2018

Cerpen Untuk Anak - Kisah Kuda Dan Keledai

Adik-adik yang baik, kali ini cerita fabel bergambar  penuh edukatif untuk anak-anak. Yuk! adik-adik kita baca cerpen fabel ini.

Diceritakan, seekor kuda dan keledai. Pada dongeng ini sikeledai yang iri dengan keidupan sikuda yang selalu dirawat dengan baik oleh pemiliknya.

Sikeledai sangat iri alasannya sikuda ditempatkan dikandang yang selalu bersih, diberi makanan enak, selalu di mandikan, dan si kuda juga tidak pernah disuruh bekerja.

Iri nya sikeledai, ia harus selalu bekerja keras setiap hari mengangkat barang bawaan, harus menarik gerobak yang berat, ia tak pernah dimandikan oleh tuannya, diberi makan seadanya, dan ia juga ditempatkan disebuah sangkar yang kotor alasannya jarang sekali sangkar si keledai dibersihkan.

 Pada dongeng ini sikeledai yang iri dengan keidupan sikuda yang selalu dirawat dengan baik Cerpen Untuk Anak - Dongeng Kuda Dan Keledai
Dongeng anak

Di hari yang penuh kesempatan, sikeledai menghampiri sikuda dikandangnya. Sikeledai mengeluh dan berkata kepada sikuda.
"Hey kuda, hidupmu sangat enak, penuh kasih sayang dari situan kepadamu. Kau ditempatkan dikandang yang higienis dan diberi makan yang enak. Sedangkan saya Diberi makan seadanya dan ditempatkan dikandang yang kotor. Selain itu pula setiap hari saya harus berkerja keras. Sebetulnya saya sangat iri kepada mu kuda!!!"

"Keledai, bekerjsama kamu tidak tahu. Kamu lah yang paling beruntung didunia ini daibandaingkan dengan ku. kamu hanya melihat kehidupan ku disini saja, kamu tidak melihat kehidupanku yang penuh resiko" jawab sikuda.

Sikeledai pun menjadi heran apakah benar sikuda memiliki beban resiko yang berat, yang ia ketahui yaitu sikuda selalu dirawat dengan sangat baik oleh Situan.

"Maksudmu sangat beresiko bagaimana kuda, saya tidak mengerti yang kamu katakan kuda" si keledai bertanya kembali kepada sikuda

"Iya keledai hidupku penuh resiko bahkan saya sanggup terluka parah dan sanggup mati kapan saja. Saat terjadi perang, tuan naik diatas punggungku dengan bersenjatakan lengkap. Apa kalau musuh lebih kuat, saya sanggup saja terluka parah dan bahkan mati di medan perang." Jawab sikuda.

Mendengar semua itu sikeledai mulai menyadari bahwa selama ini beliau sudah salah. Ternyata nasibnya jauh lebih beruntung di bandingkan si kuda.

Baca Juga Dongeng Lainnya:

Nah adik-adik yang baik, makna dari dongeng tersebut adalah, kadang kita melihat kehidupan orang lain jauh lebih beruntung dibandingkan dengan kehidupan kita. Padahal kenyataannya belum tentu apa yang kita sangkakan. Dan selain itu, niscaya ada banyak orang yang nasibnya tidak sebaik kita. Marilah kita bersyukur dengan apa pun yang kita dapatkan dan kita miliki.

Cerita ini disesuaikan dan dikembangkan dari dongeng pendek karya Aesop berjudul "The Ass and the Charger."

Tag:
Cerpen, dongeng, kisah, cerpen anak, dongeng pendek, dongeng fabel, cerpen edukatif, kisah anak, dongeng untuk anak-anak, cerpen untuk anak, cerpen bergambar, dongeng anak bergambar

Saturday, December 1, 2018

Cerpen Inspiratif - Ayah, Anak Dan Seekor Keledai

Cerita wacana kepuasan dan omongan insan tidak akan pernah ada habisnya, cerita inspiratif ini mengajarkan kita untuk terus maju kedepan tanpa harus mendengarkan ucapan-ucapan dari orang-orang, kalau berdasarkan kita apa yang kita kejakan sudah benar adanya.

Cerita wacana kepuasan insan tidak pernah tercapai

Pada suatu hari ada seorang Ayah, anak dan seekor keledai. Sang ayah berjulukan juha itu ingin menawarkan pelajaran kehidupan yang berharga kepada Anaknya didalam perjalanannya.

Dia menunggangi seekor keledai dan menyuruh Sang anak berjalan dibelakangnya. Ketika gres berjalan beberapa langkah, lewatlah sebagian perempuan yang menyoraki juha, "Kok, kau yang naik, sedangkan anakmu yang kecil itu kelelahan berjalan dibelakang?"

Mendengar itu,Juha pun turun dan menyuruh anaknya yang naik keledai. Kemudian tak berapa lama, mereka melewati segerombolan orang renta sedang duduk dibawah pohon. Mereka berkata "Mengapa kau berjalan kaki, kau kan sudah tua, sedangkan anakmu yang masih muda kau biarkan naik keledai itu?"

"Apakah kau mendengar perkataan mereka, Nak? Kalau begitu mari kita naiki keledai ini sama-sama." kata Juha kepada anaknya.
Lalu mereka pun bersama menunggangi keledai itu. Tetapi, ditengah perjalanan, mereka melewati sekelompok orang pecinta binatang. Melihat pemandangan itu, mereka meneriaki Juha dan anaknya "Kasihanilah hewan yang kurus kering itu. Kalian berdua menungganginya, padahal kalian lebih berat dari pada keledai ini."

"Kau dengar tadi?" kata Juha kepada anaknya sambil turun dan menurunkan anaknya dari atas keledai. "Kalau begitu, mari kita berjalan bantu-membantu dan kita biarkan keledai ini berjalan di hadapan kita." Kata Juha lagi.

 dan omongan insan tidak akan pernah ada habisnya Cerpen Inspiratif - Ayah, Anak Dan Seekor Keledai
cerpen-islami

Akhirnya Sang ayah dan anaknya melanjutkan perjalanan, sementara keledai berjalan di depan mereka berdua. Lalu mereka melintasi segerombolan perjaka berandalan yang mabuk, melihat Juha dan anaknya yang sedang berjalan kaki, gerombolan itu pun meneriaki mereka berdua "Yang pantas itu keledai yang menaiki kalian berdua, sehingga kalian sanggup membuatnya terhindar dari hambatan - hambatan di jalan."

Juha terpengaruh ucapan perjaka berandalan itu. Ia dan anaknya kemudian memikul keledai itu dengan memakai batang kayu yang merreka temukan di jalan. Baru saja Juha dan anaknya berlalu melanjutkan perjalanan, orang - orang dibelakang mereka menertawakan pemandangan absurd itu.

Juha berhenti dan menoleh kepada anaknya sambil berkata, "Wahai anakku, kalau mendengar dan mengikuti semua omongan manusia. Tidak akan ada habis - habisnya."
Dan mereka berdua pun tertawa.

Makna dongeng Ayah, Anak Dan Keledai

Adik-adik, omongan insan wacana kita tidak akan pernah ada ujungnya. Karena itu, teruskanlah mengerjakan sesuatu kalau itu dianggap sebagai kebenaran.
Tidak usah terlalu pusing dengan omongan banyak orang. Karena, kepuasan insan tidak akan pernah tercapai. Jangan khawatir dan mundur untuk melaksanakan yang terbaik.

Search Term : dongeng inspiratif, dongeng anak, cerpen Ayah anak dan keledai

Friday, November 30, 2018

Kancil Hakim Yang Pintar - Cerita Binatang

Adik - adik dongeng sang kancil memang sangat paling di minati oleh anak-anak, dongeng si kancil mempunya banyak kisah dan judul dengan aksara kancil yang pandai dan pintar. Adik-adik tentu suka membaca juga kan. Kali ini kaka akan menuliskan dongeng kancil dengan judul "KANCIL HAKIM YANG CERDIK", mari adik-adik kita lanjutkan membaca ceritanya.

Search suggest : kancil menjadi hakim, hakim binatang, dongeng rimba, kancil yang cerdik, cerpen kancil, dongeng kancil, kancil dan buaya, dongeng sang kancil, sang kancil

Hakim Yang Cerdik Memperdaya Buaya

Pada suatu hari ditepi hutan yang subur ada tiga ekor Sapi, mereka yaitu Sapi betina, Sapi jantan dan anak mereka seekor Sapi yang gres beranjak remaja.

Tampak pemandangan tepi hutan yang indah dan rumput yang hijau tumbuh subur menciptakan mereka gembira. Terlihat anak Sapi berlarian kesana kemari.
"Bu saya mau jalan ke tepi sungai"
"Boleh tapi jangan jauh-jauh ya!" jawab Ibu Sapi
"iya Bu . . !"

Sapi muda itu pun berjalan pergi ketepi sungai, ia melihat banyak hewan-hewan kecil di sekitar sungai. Hatinya bahagia ketika melihat katak berloncatan kian kemari.

 adik dongeng sang kancil memang sangat paling di minati oleh anak Kancil Hakim Yang Cerdik - Dongeng Binatang
Dongeng kancil

Tak terasa ia pun sudah jauh meninggalkan daerah kedua orang tuanya.
"Toolooong . . .!" tiba-tiba si Sapi muda mendengar bunyi merintih minta tolong. Aih, ternyata didepan sana ada seekor Buaya sedang tertindih batang pohon yang patah.

"Tolong, tolong lah saya . . ." rintih siBuaya dengan bunyi sangat memelas.
"Kau ini kenapa Buaya" tanya Sapi sambil mendekat
"Aduh Sapi yang baik, sudah dua hari saya tertindih kayu besar ini"
"Siapakah yang menindihmu dengan batang kayu besar ini Buaya" Tanya Sapi lagi.
"gara-gara gempa bumi dua hari yang lalau. dan kini tolong lah saya Sapi yang baik" Jawab si Buaya
"Ah, saya rasa saya tidak akan sanggup menolong mu" Kata Sapi
"Lho, kenapa? kamu niscaya besar lengan berkuasa mendorong kayu yang menindihku ini."
"Kuat sih besar lengan berkuasa Buaya, tapi. . . . .!!"
"Tapi kenapa Sapi?"

Anak Sapi itu teringat pesan-pesan dari ibunya bahwa bangsa Buaya tidak sanggup dipercaya, mereka memiliki sifat licik sekali dan suka makan daging binatang lainnya.

"Tidak Buaya, saya ingat pesan Ibuku dan saya tidak mau menolong mu Buaya" Kata Sapi."Kalau kamu ku tolong nanti jangan-jangan kamu akan memangsaku Buaya. ."

"Jangan kuatir Sapi, saya tidak akan melukai mu."
"Tidak Buaya . .! Aku tidak sanggup mempercayaimu."
"Oh, Sapi yang baik. Apakah kamu tidak kasihan kepadaku, sudah dua hari saya tersiksa begini, tak sanggup makan tak sanggup minum, dan dada saya pun terasa sangat sesak Sapi" rayu si Buaya.

"Tapi kamu binatang jahat Buaya"
"Oh Sapi yang baik, itu kan dulu. Dan sesudah tertindih kayu begini kini saya sadar bahwa saya memerlukan binatang lain, maka kini ini saya sudah bertobat, tolonglah saya Sapi, huk..huk..huk. . ." Rayu Buaya sambil mengeluarkan air mata.

Sapi muda itu pun mulai terpengaruh oleh rayuan Buaya, dan lama-lama Sapi pun merasa kasihan juga terhadap Buaya.
"Baiklah Buaya, saya akan menolongmu, tapi kamu harus komitmen Buaya, nanti sesudah saya tolong kamu jangan memakan atau mencelakakan saya Buaya"
"Iya saya komitmen Sapi, percayalah" jawab Buaya.

Lalu Sapi muda pun berusaha menolong Buaya dengan mendorong kayu sekuat tenaga, dan akhirnya plong! Buaya terlepas dari tindihan batang kayu. Tapi....astaga! begitu Buaya sudah bebas dan terlepas dari tindihan kayu Buaya itu eksklusif meloncat ke punggung Sapi dan menerkam punuk si Sapi.

 adik dongeng sang kancil memang sangat paling di minati oleh anak Kancil Hakim Yang Cerdik - Dongeng Binatang
dongeng untuk anak

"Aduuhh..!" pekik Sapi kesakitan. "kenapa kamu menggigit punukku Buaya?"
"Lho, saya kan sudah minta tolong kepadamu Sapi, bahwa saya tertindih kayu selama dua hari, tidak makan dan tidak minum. Sekarang kamu harus menolongku supaya saya bebas dari rasa haus dan lapar." kata si Buaya.
"Dengan memakan dagingku?" tukas Sapi.
"Betul Sapi, sekaligus meminum darahmu."
"Dasar Buaya licik, tidak tahu balas budi!"
"Sudahlah Sapi muda yang bodoh!" sergah Buaya."kau terima saja nasibmu."
"Tidak Buaya, ini tidak adil" teriak Sapi.
"Lho, ini sudah aturan rimba Sapi, Siapa yang besar lengan berkuasa dialah yang menang"
"Tidak Buaya, saya tidak sanggup terima." tukas Sapi.
"Kau sanggup bertanya pada makhluk yang lain, boleh binatang ataupun benda apa saja, niscaya mereka akan membenarkanku" Sahut Buaya.
"Ya, saya akan meminta keadilan pada yang lain" kata Sapi.


Datang santunan kancil ditunjuk sebagai hakim

Dan kebetulan ketika itu ada tikar lapuk hanyut di sungai. Sapi menceritakan insiden yang menimpanya dan meminta pendapat tikar lapuk. Apa jawabannya?
"Itu sudah benar, terimalah nasibmu. Aku juga mengalaminya, ketika saya masih dalam keadaan gres saya di pakai, jikalau saya kotor saya dibersihkan tapi sesudah ku lapuk dan banyak yang bolong saya dibuang begitu saja kesungai" jawab Tikar lapuk.
"Nah, benarkan kataku Sapi" sahut Buaya.
"Tidak, nah itu ada keranjang hanyut." protes Sapi. Tapi ketika keranjang itu di tanya jawabannya persis ibarat tikar
"ketika masih gres da masih utuh saya dipakai, kini sesudah rusak saya dibuang begitu saja kesungai"
"Nah, benar'kan?" sahut Buaya.

Tiba-tiba ada seekor belibis betina bau tanah berenang, Sapi dan Buaya pun meminta pendapat bebek.
"Kukira Buaya benar, alasannya insan juga kejam, ketika saya masih muda dan sanggup bertelur saya dipelihara, kini ketika saya mau disembelih, untungnya saya sanggup melarikan diri, jadi tirulah perbuatan manusia, mereka mau enaknya sendiri"
"Hohoho... kamu mau mengadu kemana lagi Sapi."

Saat itu kebetulan kancil lewat didepan Buaya dan Sapi. Kali ini Buaya yang meminta pendapat kancil. Buaya juga yakin kalau kancil juga akan membenarkan pendiriannya.

"Kalau saya diminta menjadi hakim, saya harus tahu awal kejadiannya." kata kancil."Apakah kalian keberatan jikalau mengulang awal insiden yang kalian alamai?"
"Tidak! saya tidak keberatan." sahut Buaya.

 adik dongeng sang kancil memang sangat paling di minati oleh anak Kancil Hakim Yang Cerdik - Dongeng Binatang
dongeng anak

Maka dilakukanlah pengulangan itu. Buaya kembali ketempatnya semula dan Sapi mengembalikan kayu yang semula menindih Buaya kepunggung Buaya.
"Benarkah kejadiannya ibarat ini?" tanya kancil
"Benar!" jawab Sapi dan Buaya bersamaan
"lalu Buaya memanggilku supaya saya mau menolongnya" sahut Sapi

Kancil mendekati Sapi dan berbisik kepada Sapi "Ayo Sapi kita tinggalkan saja Buaya jahat ini. Tidak usah kamu tolong"
Sapi gres sadar inilah kesempatan baginya lolos dari ancaman maut. Tanpa basa busuk lagi Sapi mengikuti arah lari kancil yang sudah meloncat lri lebih dulu.

"Hei..... tunggu.... ! Jangan pergi dulu.... !" teriak Buaya. Tapi Sapi dan kancil tidak menghiraukannya.

Baca juga dongeng lainnya:
Kancil Dan Siput Lomba Berlari

Hikmah Cerita :

Adik-adik yang baik dari cerita pendek tadi kita sanggup ambil hikmahnya. Bahwa memiliki sifat yang Rakus dan tidak tahu balas kebijaksanaan jadinya sanggup celaka.
Nah adik-adik yang baik sekian cerita kancil yang cerdik dari kakak, baca lagi yuk, cerita-cerita kancil lainnya.

Thursday, November 29, 2018

Dongeng Pendek - Bangau Renta Yang Licik

Cerita Bangau bau tanah yang licik hasil sadur ulang terjemahan kedalam bahasa indonesia. Cerita berisi pesan moral bahwa perbuatan licik akan mendapat jawaban celaka.

Diceritakan dahulu kala. Ada seekor bangau bau tanah yang susah, susah alasannya ia tidak sanggup menangkap ikan secepat dulu lagi. Usianya telah menggerogoti kekuatan dan kegesitan nya, padahal Talaga dimana daerah ia tinggal aneka macam ikannya yang berwarna-warni.

 hasil sadur ulang terjemahan kedalam bahasa indonesia Dongeng Pendek - Bangau Tua Yang Licik
dongeng pendek

Si bangau yang sudah bau tanah itu telah menjadi loyo dan lemah, ia tidak sanggup lagi menangkap ikan-ikan di danau itu. Sejenak bangau itu berpikir,
" tampaknya saya harus memakai siasat" dalam pikiran bangau bau tanah itu.
Kemudian bangau bau tanah itu pasang agresi di tepi Telaga. Ia bangun terpekur dengan wajah murung dan sedih. Walau pun kan-ikan yang berenang di dekatnya sengaja tidak ia hiraukan, padahal menyerupai biasanya ia selalu mematuk atau memangsa ikan-ikan di dalam danau itu.

Tiba-tiba seekor kodok menghampirinya dan bertanya " pak Bangau, mengapa engkau kelihatan duka sekali? Mengapa engkau tidak mencoba menangkapku?"
" tidak," kata bangau dengan sedih. " saya sudah tua, saya sudah cukup puas alasannya sudah aneka macam ikan ikan, kodok kodok dan kepiting kepiting yang ku makan dari Telaga ini."
" lho? Terus kenapa kok kelihatannya engkau bersedih?" sahut Si Kodok
" semuanya akan berakhir..." kata bangau tua.
" ada apa kiranya bangau?" si Kodok penasaran.

Kembali sibangau berkata dengan sedih, " kemarin saya telah mendengar rencana penduduk setempat, rupanya mereka akan mengosongkan Telaga ini dan akan menimbun dengan tanah untuk menanam buah dan sayuran."
" wah, itu gawat sekali...!" seru Si Kodok
" Iya, semua ikan-ikan, kodok, kepiting dan hewan-hewan lainnya akan mati tertimbun oleh tanah, kemudian saya juga mungkin akan mati alasannya tidak sanggup mencari makan lagi." ujar si bangau duka dengan diiringi tetes air mata.

Si Kodok yang lincah berenang itu segera memberitahukan hal itu kepada penghuni Telaga lainnya. Semua ikan, kodok, kepiting dan hewan-hewan kecil lainnya ketakutan mendengar informasi jelek itu.
" apa yang harus kita lakukan?" tanya mereka kepada sesamanya
" mari kita menemui Pak Bangau, ia lebih bau tanah dan berpengalaman Mungkin ia bisa membantu untuk menyelamatkan kita."

Sambil menangis tersedu-sedu semua penghuni Telaga menghadap bangau tua, mereka memohon," selamatkanlah kami, kami tidak mau mati. Hanya engkau bangau bau tanah yang sanggup memikirkan rencana untuk menyelamatkan kami."
Si burung bangau bau tanah berpura-pura berfikir dengan keras dan berkata
" saya akan mencoba kemampuan terbaik untuk menyelamatkan nyawa kalian semua, saya tahu Telaga lain cuma agak sedikit jauh dari sini. Bila kalian percaya kepadaku, saya akan membawamu dan semuanya ke sana." begitu ucap bangau bau tanah kepada para penghuni danau.

Akhirnya, semua ikan, kodok dan kepiting mulai bertengkar di antara mereka sendiri. Masing-masing ingin paling dulu dibawa oleh si Bangau.
" sebentar, sebentar semuanya," kata si bangau dengan tegas " kita semua harus sabar. Aku sudah bau tanah dan lemah serta gampang lelah. Aku akan membawamu seekor seekor pada waktu pada satu waktu. Aku akan membawa ikan-ikan terlebih dahulu."
" kini saatnya menjalankan rencana itu," pikir sang Bangau.
Lalu kemudian ia cepat-cepat mematuk seekor ikan di paruhnya yang tajam itu kemudian bangau bau tanah pun terbang.

" sudah hingga kah kita ke Telaga, tuan Bangau?" tanya si ikan dengan sangat ketakutan sesudah beberapa usang dibawa terbang oleh si Bangau bau tanah dua.
" ehem, ehem," jawab sibangau dengan paruhnya mengatup lebih erat pada ikan. Kemudian si bangau bau tanah hinggap pada tebing Karang dan dengan cepat yang melahap mangsanya.

Hari-hari berlalu penuh kegembiraan bagi sang Bangau. Manakala ia merasa lapar, ia akan mengambil seekor ikan dan berpura-pura mengangkutnya ke Telaga yang baru, menjadikannya santapan lezat.

Suatu hari, seekor Kepiting tiba menuju sang Bangau dan bersungut-sungut " pak bangau, itu tidak adil. Kau tampaknya hanya membantu para ikan saja. Setiap hari engkau membawanya meninggalkan Telaga ini, kemudian kapan giliranku?"
Si bangau bau tanah pun tersenyum licik pada dirinya " hehehe... Kesempatan baik mendapat ekor kepiting untuk makan siang hari ini," pikir Si bangau bau tanah di dalam hatinya
" sepakat kepiting," kata si Bangau, " hari ini giliranmu."

Akhirnya, si bangau bau tanah itu membawa si kepiting dalam paruhnya dan segera terbang. Mereka terbang agak jauh tetapi kepiting tidak sanggup melihat gejala adanya telaga yang dijanjikan.
Ketika sang bangau mulai menukik menuju tebing Karang di bawah, sedikit timbul kecurigaan si kepiting. Ketika mereka semakin akrab pada tebing, sang kepiting terkejut menyaksikan tulang tulang ikan awut-awutan dimana-mana. Akhirnya sang kepiting menyadari, apa yang bergotong-royong yang telah dilakukan oleh si bangau tua.

Cerita Lainnya :

" ternyata ia menipu kami," pikir Si kepiting." awas ya, akan kubalas kamu bangau tua."
Ketika bangau mulai terbang merendah, tiba-tiba si kepiting mencengkeram leher bangau yang panjang dan ramping itu dengan cupit nya yang berpengaruh dan menjepitnya kuat-kuat.

" aduh," sang bangau memekik " lepaskan aku!"
Akan tetapi sikepiting malah justru menguatkan dan mengeraskan jepitannya. Sibangau bau tanah berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari cengkraman Kepiting itu akan tetapi ia tidak berhasil.

" mampuslah kamu bangau keparat," teriak si kepiting dengan mengerahkan seluruh tenaganya hingga leher sibangau putus. Kepalanya menggelinding ke tanah. Si kepiting yang pemberani itu menyeret kepala bangau yang putus ke dalam telaga. Semua penghuni Telaga bertanya heran,

"lho,,? Kamu kenapa kok kembali lagi?"
" Iya," jawab si kepiting dengan sangat murka " pak bangau rupanya yaitu penipu besar. Ia secara licik telah menciptakan jebakan untuk membunuh semua ikan, kodok dan kepiting dari Telaga ini. Ia telah berbohong perihal membawa kita dengan selamat. Ia hanya membawa kita satu persatu pada tebing Karang yang tandus Dan melahap Kita. Namun bagaimanapun juga, saya telah mengakhiri rencana jahatnya itu dengan cara memutus lehernya."

Seluruh penghuni Telaga itu bersorak gembira, mereka mengelu-elukan si kepiting sebagai pahlawan yang telah menyelamatkan jiwa mereka.

Terms :
bangau licik,